Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kabar bohong atau hoaks tak hanya seputar urusan politik semata. Kabar bohong juga terjadi dalam kehidupan berumah tangga.
Baru-baru ini, Sito, warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melaporkan menantunya, Basar, ke polisi karena termakan kabar bohong.
Sito menuduh Basar membunuh anak perempuannya, Jumatri. Kematian Jumatri konon disebut karena Basar punya alat vital yang besar. Dan Sito percaya kabar itu, sehingga yakin putrinya meninggal karena menantunya.
Menurut Liputan6.com, Kanit Reskrim Polsek Maron, Aipda Dadang, laporan itu dibuat beberapa waktu lalu. " Jadi meninggalnya anaknya itu diduga akibat suaminya yang memiliki alat vital tidak wajar, sehingga kemudian mengakibatkan anaknya meninggal," ujar Dadang, Rabu 27 Maret 2019.
Dadang mengatakan, Sito mendapat informasi tersebut dari orang-orang sekitar. Sito tak mengetahui sendiri kebenaran kabar tersebut.
Agar tak melebar, Polsek Maron mengumpulkan semua pihak di rumah Sito. Tujuannya, kata Dadang, untuk mengklarifikasi kebenaran ukuran alat vital Basar.
Setelah berkumpul dan dilakukan pembuktian, ternyata kabar tersebut tidak benar. Sito kemudian mencabut laporannya dan meminta maaf.
" Saya minta maaf sebesarnya. Seribu maaf dari saya. Saya anggap perkara ini tidak ada, aman," kata Sito.

Pihak kepolisian melakukan mediasi dengan menghadirkan berbagai pihak untuk membuktikan alat kelamin terlalu besar yang diduga menjadi penyebab meninggalnya Jumatri. (Liputan6.com/ Dian Kurniawan)
Permintaan maaf itu direkam dalam video. Dalam video itu, Sito berjanji tak akan mudah percaya dengan kabar dari orang lain.
" Jadi saya cabut perkara itu. Dan saya tak akan percaya omongan tetangga lagi. Mereka itu Dajjal, yang tukang buat omongan. Saya enggak percaya lagi," ucap dia.
Sementara itu, Dadang mengimbau masyarakat tak mudah percaya dengan isu dan kabar yang belum diverifikasi.
" Karena itu, masyarakat jangan mudah termakan hoaks. Sebelum bertindak harus didasari kepada kebenaran, sehingga tidak ada saling curiga," ujar dia.
Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya