Dream - Kesabaran Aboud Al-Aboud dalam menuntut ilmu akhirnya berbuah manis. Selama bertahun-tahun, pemuda tunanetra ini harus pulang dan pergi ke sekolah dengan menggunakan kursi roda. Saat jenjang SMA, dia bahkan harus menempuh jarak 10 kilometer di atas kursi roda untuk ke sekolah. Semua dilakukan sendiri, tanpa bantuan orang lain.
Namun sebentar lagi, pemuda Arab Saudi ini tak perlu repot mengenakan kursi roda untuk menuju sekolah. Sebab, setelah namanya diangkat oleh media massa, banyak simpati yang mengalir. Kesabaran Aboud ternyata telah mengetuk hati para dermawan. [Baca kisahnya: Kegigihan Pemuda Buta Tempuh 10 Kilometer untuk Sekolah]
Dikutip Dream dari laman Arab News, Selasa 4 November 2014, sebuah perusahaan distributor kendaraan untuk orang berkebutuhan khusus, MENA Mobility Solution, telah menawarkan sebuah mobil khusus untuk Aboud. Mobil yang ditawarkan perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab, itu didesain khusus untuk orang yang berkursi roda.
Menurut Presiden dan CEO MENA Mobility, Brendan McGuinnes, perusahaannya tahu kisah kesabaran Aboud dari media massa. Pemberian ini merupakan bentuk tanggung jawab moral perusahaannya kepada masyarakat.
" Kita semua punya tanggung jawab moral dan sosial untuk membantu kaum difable. Saya tidak bisa mengubah dunia, tapi saya bisa membantu seseorang seperti pemuda yang mengagumkan yang berusaha meraih mimpinya ini," tutur McGuinnes.
Dia menambahkan, kisah Aboud telah menginspirasinya. Sehingga, setelah berdiskusi dengan rekan bisnisnya, Swaidan Al-Naboodah, akhirnya diputuskan untuk memberikan sebuah mobil khusus untuk Aboud. " Dia akan berkontribusi kepada masyarakat di masa depan. Saat ini dia tidak harus berangkat ke sekolah dengan cara ini. Orang lain juga demikian."
McGuinnes mengatakan, mobil yang harganya berkisar antara Rp 776 juta hingga Rp 968 juta itu akan segera dikapalkan dari Amerika Serikat menuju Saudi. Jika lancar, dalam waktu 6 hingga 8 minggu mobil itu sudah siap mengantar Aboud menuju dan pulang dari sekolah.
" Mobil MV-1, akan memungkinkan Aboud memiliki kebebasan untuk melakukan perjalanan ke sekolah dalam gaya dan memungkinkan dia untuk pergi keluar di malam hari dengan teman-temannya dan memiliki hidup yang lebih normal dan mudah," ujar McGuinnes.