Bung Karno
Dream - " Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa." (Soekarno, 1967)
Parlemen bentukan AH Nasution pada 1967 mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Bung Karno. MPRS pun menunjuk Suharto sebagai Presiden. Akhirnya, Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana dalam waktu 2 X 24 Jam.
Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno tidak bersahabat lagi.
" Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!"
Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu di ruang itu. " Mana kakak-kakakmu?" kata Bung Karno. Guruh menoleh ke arah Bapaknya dan berkata " Mereka pergi ke rumah Ibu" . Momen saat Bung Karno terusir dari Istana baca di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
© Dream
Kisah Pria Jambi Sembuhkan Penyakit Bung Karno
Dream - Sosok Abdul Lambun dikenal sebagai dukun sakti maupun tokoh masyarakat yang baik di Seramapas, Jambi. Bahkan ia disebut sebagai dukun yang manjur mengobati penyakit presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno yang mendidap penyakit sudah puluhan tahun.
Kala itu, antara 1958-1960, Presiden Soekarno yang dijuluki Macan Asia ini telah berobat di beberapa dukun di kawasan Jawa dan Kalimantan. Namun hasilnya nihil.
Datangnya Abdul Lambun ke Istana Negara merupakan saran dari salah seorang dukun yang pernah mengobati Soekarno kepada pihak kepresidenan.
Tak perlu lama, sejumlah utusan RI 1 itu langsung bertolak ke Serampas, Jambi, untuk menjemput dan memboyong dukun sakti itu ke Jakarta.
Sekitar lima hari Abdul Lambun berada di Istana Negara dan akhirnya penyakit presiden terobati. Tetapi bukan uang atau emas yang didapat Abdul sebagai bayaran pengobatan presiden, melainkan sebuah radio yang dapat dibawa ke kota asal Abdul.
Bak televisi saat ini, radio dianggapnya sebagai media informasi paling cepat terlebih di sebuah daerah yang jauh dari Ibukota.
Apa yang membuat Abdul Lambun warga Serampas Jambi ini dapat menyembuhkan sosok proklamator Indonesia ini?
Ikuti kisah selanjutnya di sini. (Ism, Sumber: Kilasjambi.com)
© Dream
Cerita Jokowi Berani Tempati Kamar Bung Karno
Dream - Sejak dilantik menjadi Presiden ketujuh RI, Senin kemarin Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga mulai tinggal di Istana Merdeka.
Jokowi menempati kamar yang sebelumnya ditinggali Presiden Soekarno. Padahal, belum ada satu pun orang yang berani tidur di kamar yang konon memiliki aura mistis.
" Dia tempati kamar yang dulu jadi kamarnya Bung Karno. Selama ini enggak ada presiden yang berani (menempati kamar Bung Karno), termasuk Bu Mega," kata Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang dua hari lalu keliling istana bersama Presiden Jokowi.
Menurut Ahok, Presiden Jokowi beserta istri ternyata berani menempati kamar itu. Di dalam kamar itu, kata Ahok, ada ranjang berukuran jumbo yang ditempati Bung Karnn.
Ukurannya melebihi ranjang milik Jokowi yang kini masih berada di rumah dinas Gubernur di Taman Suropati.
" Ranjang Pak Jokowi (di rumah dinas) enggak dibawa (ke Istana Merdeka). (Ranjang) punya Bung Karno di Istana Merdeka lebih gede, bisa kebanting lah, kamar di Istana juga lebih luas," ujar Ahok.
Seraya bercanda, Ahok menyebut suasana Istana lebih seram atau lebih mistis di bandingkan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Taman Suropati, Menteng.
(Ism, Sumber: Merdeka )
© Dream
Jejak Mobil Lawas Bung Karno di IIMS 2015
Dream - Tiga mobil bersejarah kembali hidup di ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015. Kendaraan resmi presiden pertama Indonesia Soekarno ini membangkitkan kembali ingatan masyarakat pada Sang Proklamator.
Terpampang megah di pintu depan hall A JIEXPO Kemayoran, mobil pertama Sang Proklamator yaitu Buick Super keluaran 1949 menyapa pengunjung. Kendaraan bermesin 8 silinder inline 4063cc ini pernah digunakan Bung Karno saat Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung dan kunjungan kepresidenan ke Yogyakarta pada 1949.
Tri Dharma, pemilik Buick Super 1949 eks RI 1, menceritakan kendaraan ini cukup prestisius baik dari nilai sejarah maupun harga. Ia membeli mobil ini pada 1992 dari kolektor anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) cukup mahal.
" Ya kira-kira seharga dua mobil VW Dakota lah," ujarnya kepada Dream di JIEXPO Kemayoran.
Sebelumnya, lebih dari 30 mobil kepresidenan Bung Karno dikelola oleh Sekretariat Negara (Sekneg). Namun, keuangan negara pada 1988 sudah tidak menganggarkan dana untuk merawat artefak sejarah tersebut. Keputusan lelang pun ditempuh pemerintah
" Waktu 1988 ada orang India yang bersedia membeli, tapi dari PPMKI waktu itu ketuanya Pak Solihin GP menyelamatkan aset negara ini agar tetap ada di dalam negeri lalu membelinya," imbuh Tri Dharma.
Hingga saat ini, mobil tersebut baru dua kali berpindah tangan yakni dari Edi Afandi lalu kepada Tri Dharma. Keduanya aktif di PPMKI.
Selain Buick Super 1949, mobil dinas Soekarno lain yang tampil adalah Chrysler Window Limousine keluaran 1947. Mobil ini merupakan generasi pertama yang dilelang oleh Sekneg. Buktinya pada bagian plat depannya terdapat nomor urut 1.
Kini, mobil tersebut dimiliki Hartawan Setyodiningrat. Kolektor mobil yang populer dengan sapaan Hauwke.
Yang menjadi ciri khas Chrysler milik Bung Karno ini adalah cat mobilnya belum pernah diubah atau diperbaiki. Namun, tetap nampak rapi. Belum tampak bagian yang mengelupas.
Terakhir, hadir Cadillac Fleetwood Series 75 Limousine 1964. Mobil panjang yang kini dimiliki oleh Jimmy Syamsudin itu juga merupakan kendaraan kepresidenan yang digunakan ayah Megawati Soekarnoputri di akhir masa kepemimpinannya.
" Dari ketiga mobil ini, boleh dibilang Cadillac yang paling prestisius," tutur Tri Dharma. Alasannya, di dunia hanya orang-orang tertentu yang bisa memiliki kendaraan seperti itu.
Kini, Cadillac legendaris itu nampaknya berkumpul di garasi Jimmy Syamsudin. Sebab, dari banyak mobil kepresidenan, hingga saat ini pengusaha yang berdomisili di Bintaro, Tangerang Selatan itu memiliki 4 Cadillac eks Bung Karno serta 2 Cadillac bekas Presiden Soeharto.