7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kaligrafi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Riwayat hidup Rasulullah Muhammad SAW tidak bisa dilepaskan dari kota Mekah. Meski akhirnya Rasulullah menetap hingga meninggal di Madinah.
Rasulullah menjalani sejumlah fase dalam kehidupannya di Mekah. Mulai dari lahir, masa remaja hingga berusia 25 tahun.
Demikian pula ketika menikah dengan Khadijah. Rasulullah tinggal di Mekah hingga usia 40 dan diangkat sebagai Nabi.
Rasulullah baru meninggalkan Mekah setelah mendapat perintah hijrah dari Allah SWT. Setelah tinggal di Madinah, Rasulullah memang sering ke Mekah namun tidak untuk tinggal menetap.
Bagaimanapun, Mekah sudah menjadi bagian dari kisah hidup Rasulullah. Sehingga, merupakan kewajaran jika Rasulullah dilanda kerinduan pada tanah kelahirannya itu.
Kerinduan Rasulullah pada Mekah tertuang pada kisah yang tercantum di kitab Syarah Az Zarqani Ala Mawahib Laduniyah karya Az Zarqani.
Suatu hari, sahabat Ashil Al Ghifari baru tiba di Madinah setelah bepergian ke Mekah. Dia lalu berkunjung ke rumah Rasulullah. Saat di rumah Sang Nabi, dia ditanya oleh Aisyah RA mengenai bagaimana kabar terbaru Mekah.
" Aku melihat Mekah subur wilayahnya dan menjadi bening aliran sungainya," kata Ashil menjawab pertanyaan Aisyah.
Setelah itu, Aisyah mempersilakan Ashil duduk dan menunggu Rasulullah. Sementara Rasulullah masih agak sibuk di kamar.
Beberapa saat kemudian, Rasulullah keluar kamar dan menemui Ashil. Rasulullah pun menanyakan hal yang sama seperti Aisyah kepada Ashil.
" Bagaimana keadaan Mekah sekarang?" tanya Rasulullah.
Rasulullah begitu ingin tahu kondisi Mekah. Tetapi, kali ini Ashil menjawab secara lebih panjang dan rinci.
" Aku melihat Mekah subur wilayahnya, telah bening aliran sungainya, telah banyak tumbuh idzkirnya (sejenis pohon), telah tebal rumputnya, dan telah ranum salamnya (tumbuhan yang kerap dipakai untuk menyamak kulit)," kata Ashil.
" Cukup, wahai Ashil. Jangan engkau buat kami bersedih," kata Rasulullah, menandakan kerinduan yang sangat pada Mekah.
Rasulullah tidak ubahnya orang kebanyakan, yang juga merindukan kampung halamannya. Ketika peristiwa Fathu Makkah yang terjadi 8 tahun usai hijrah, barulah Rasulullah memiliki kesempatan berkunjung ke Mekah.
(Sah, Sumber: NU Online)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?