Cuma Mampu Beli Kuah, Kisah Ayah Tawar Jajanan Favorit Putrinya Ini Bikin Nangis

Reporter : Sugiono
Kamis, 4 Juli 2019 08:01
Cuma Mampu Beli Kuah, Kisah Ayah Tawar Jajanan Favorit Putrinya Ini Bikin Nangis
Bapak tersebut tidak mampu membeli Oden. Karena itu dia bertanya apa boleh membeli kuahnya saja.

Dream - Pengorbanan orang tua tidak akan mungkin bisa dihitung oleh anak-anaknya. Ayah dan ibu akan melakukan dan memberikan apapun demi kebahagian buah hatinya. 

Namun kebaikan hati orang tua itu sering kali tak disadari anak. Mereka selalu ingin kemampuannya dituruti.

Anak-anak sering kali, bahkan tidak mau, tahu dengan kondisi orang tua.

Seperti kisah bapak dari Malaysia yang rela antre demi menuruti kemauan putrinya.

Kisah mengharukan sekaligus menjengkelkan ini diceritakan kembali melalui Twitter Nolly Nurlida.

1 dari 6 halaman

Berawal dari Ingin Makan Oden

Saat sedang makan Oden, Nurlida teringat ketika dia sedang mengantre untuk membayar es krim yang dibelinya di sebuah mini market.

Waktu itu, seorang bapak bertanya ke kasir tentang harga Oden. Rupanya bapak tersebut bermaksud membelikan Oden untuk putrinya.

Bagi yang suka masakan Jepang, pasti mengenal Oden. Di Jepang, makanan ditusuk seperti sate dengan kuah ini dijual ala jajanan kaki lima.

Jajanan ini sangat digemari remaja zaman sekarang. Tapi tidak semua orang beruntung menikmati makanan ini.

2 dari 6 halaman

Tak Punya Uang, Minta Beli Kuah Saja

Ternyata, bapak tersebut tidak mampu membeli Oden. Karena itu dia bertanya apa boleh membeli kuahnya saja.

" Dik, boleh tidak kalau saya membeli kuahnya saja?" tanya bapak itu.

Dengan mimik serba salah, kasir menjawab, " Emm tidak boleh, Pak."

Yang antre di belakang bapak itu saling memandang. Sementara Nurlida berada tepat di samping bapak itu.

3 dari 6 halaman

Balik Lagi ke Tukang Makanan

Nurlida melihat bapak itu membawa kantong plastik. Mungkin bapak itu baru belanja sembako dari toko kelontong.

Bapak itu kemudian bertanya lagi kepada kasir tentang harga beberapa makanan yang ada di mini market itu.

Sesekali bapak itu membuka dompet, dan menghitung uang yang tersisa di dalamnya.

Rupanya, uang bapak itu tidak cukup untuk membeli makanan yang ada.

Nurlida merasa terharu melihat bapak itu yang berusaha menyenangkan putrinya.

4 dari 6 halaman

Mengentakan Kaki, Tinggalkan Bapak Sendiri

Saat bapak itu mengatakan hanya punya uang 3 ringgit, tiba-tiba putrinya bersuara dari belakang.

" Hish.. sudah la," kata gadis yang ditaksir berusia 15 tahunan.

Gadis itu mengentakan-entakan kakinya sambil bersungut. Dia kemudian keluar mini market meninggalkan bapaknya sendirian.

Bapak itu hanya bisa diam. Dia kemudian meminta maaf kepada kasir.

" Maaf, Dik, putri saya ingin makan kue ini," katanya sambil menunjuk Oden. Mukanya benar-benar masygul.

5 dari 6 halaman

Merasa Kasihan Tapi Juga Geram

Nurlida melihat orang-orang yang antre saat itu tidak hanya merasa kasihan pada bapak itu.

Mereka juga merasa geram dengan kelakuan putri bapak itu yang tidak tahu diri.

Saat itu Nurlida tidak punya uang untuk menolong bapak itu membeli Oden buat putrinya.

Tapi tiba-tiba ada seorang perempuan yang memotong antrean di depan bapak itu dan membeli Oden.

6 dari 6 halaman

Hanya Bisa Menunduk, Teteskan Air Mata

Nurlida mengira perempuan itu jengkel sebab antrean menjadi lama karena bapak itu. Namun ternyata dugaannya salah. Perempuan itu malah menolongnya.

Perempuan itu memberikan Oden yang baru dibelinya kepada bapak tersebut.

" Bang, ini ambil. Saya belikan untuk anak abang," katanya.

Bapak itu hanya diam dengan kepala menunduk. Nurlida bisa melihat bapak itu sedang menitikkan air mata.

Orang-orang yang antre pun ikut diam. Mereka merasa kasihan dan terharu dengan bapak itu, namun geram dengan putrinya.

Nurlida pun berharap agar anak-anak selalu baik hati dan menjaga sikap kepada orang tua.

" Janganlah menambah beban atau membuat sedih mereka. Buat mereka selalu bahagia walau sekecil apa pun," pungkas Nurlida.

(Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar