Kisah Haru dan Membanggakan Dua Hijaber Berprestasi

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 24 Juni 2014 10:21
Kisah Haru dan Membanggakan Dua Hijaber Berprestasi
Keduanya sepakat, keterbatasan ekonomi bukan suatu hal yang justru menghambat kita mewujudkan mimpi. Kuncinya adalah kerja keras, pantang menyerah dan terus berdoa.

Dream - Bagi kedua hijaber ini, mimpi terbesar selepas lulus SMA adalah bisa melanjutkan ke bangku kuliah tanpa membebankan kedua orangtua. Tuhan menjawab mimpinya. Mereka diterima sebagai calon mahasiswa baru Unpad (Universitas Padjadjaran) Tahun Akademik 2014/2015 melalui Program Bantuan Bidikmisi dari Kementeriran Pendidikan dan Kebudayaan. 

Dua gadis itu yakni Rhieska Sanggita Putri dan Cici Anisa Rahmah. Rhieska diterima di program studi Akuntansi dan Cici di program studi Teknik Informatika.

Rhieska Sanggita Putri adalah lulusan dari SMKN 1 Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Ia berasal dari keluarga sederhana, sudah 6 bulan ayahnya tidak bekerja karena terserang stroke.

Sebelumnya, sang ayah membuka jasa sebagai tukang servis televisi, sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Meskipun sulit, Rhieska tetap giat bersekolah. Terbukti, ia adalah lulusan pertama di sekolahnya yang diterima di Unpad.

Adapun Cici Anisa Rahmah merupakan lulusan dari SMA Alfa Centauri, Bandung. Cici yang berasal dari Banjarsari Ciamis ini telah terbiasa hidup mandiri. Ibunya berprofesi sebagai baby sitter (pengasuh bayi) di Kota Depok.

Cici mengaku tidak mengenal sosok ayahnya sejak kecil. Anak bungsu dari 2 bersaudara ini mantap melanjutkan ke prodi Teknik Informatika FMIPA Unpad karena ketertarikannya terhadap bidang itu.

Melalui Bidikmisi, mereka dapat berkuliah dengan biaya kuliah yang ditanggung pemerintah. Tak ingin menyia-nyiakan beasiswa tersebut, mereka bertekad meyelesaikan kuliah tepat waktu.

Rhieska misalnya, ia ingin meraih gelar sarjana sebelum umur 21 tahun. Adapun Cici, selain menuntut ilmu juga ingin menambah wawasan spiritualnya dengan masuk ke kegiatan kemahasiswaan di bidang agama Islam.

Keduanya sepakat, keterbatasan ekonomi bukan suatu hal yang justru menghambat kita mewujudkan mimpi. Kuncinya adalah kerja keras, pantang menyerah dan terus berdoa.

(Ism, Sumber: Unpad.ac.id)

Beri Komentar