Kisah La Doncella, Anak Perempuan yang 'Dibekukan' Lebih 500 Tahun di Atas Puncak Gunung

Reporter : Sugiono
Senin, 29 Agustus 2022 07:35
Kisah La Doncella, Anak Perempuan yang 'Dibekukan' Lebih 500 Tahun di Atas Puncak Gunung
Kisah anak perempuan dari masa Kekaisaran Inca di Argentina kira-kira 500 tahun yang lalu.

Dream - Tahukah Anda, di sebuah museum di Argentina, terdapat seorang anak perempuan yang 'tidur lelap' dalam tempoh cukup panjang sejak ratusan tahun yang lalu?

Anak perempuan di museum tadi dinamakan La Doncella atau The Maiden. Ia seorang manusia yang ‘dibekukan’ sejak 500 tahun yang lalu sebelum mayatnya ditemukan pada 1999.

La Doncella, gadis cilik yang beku 500 tahun.© National Geographic

Menelusuri kembali sejarahnya, La Doncella sebenarnya seorang anak perempuan yang pernah menjalani upacara pengorbanan di Pegunungan Andes di masa Kekaisaran Inca di Argentina kira-kira 500 tahun yang lalu.

1 dari 5 halaman

Bukan dia saja yang ‘dikorbankan’. Merujuk artikel National Geographic, terdapat dua anak-anak lain lagi yang turut ditinggalkan mati dalam keadaan beku di puncak gunung.

La Doncella, gadis cilik yang beku 500 tahun.© National Geographic

Menurut ahli arkeologi, sewaktu ditemukan dalam keadaan beku, mayat-mayat mereka dihiasi dengan pakaian jubah yang diduga bagian dari upacara pengorbanan. Selain itu, mereka juga memakai sejenis kerudung di kepala sebagai ‘tanda’ utusan ke surga.

2 dari 5 halaman

Disebutkan, selama ditinggalkan kedinginan di puncak gunung, ketiga bocah perempuan itu dipercayai meminum arak yang membuat mereka mengantuk. Mereka juga mengunyah daun ganja untuk menghilangkan rasa takut saat berada di tempat tinggi.

La Doncella, gadis cilik yang beku 500 tahun.© National Geographic

Tetapi akibat tubuh tidak lagi mampu bertahan lebih lama menahan cuaca terlalu dingin, ketiga-tiganya akhirnya menghembuskan napas terakhir di puncak gunung tersebut.

3 dari 5 halaman

Mereka bertiga mati sendirian di atas sana tanpa ada yang mengetahuinya. Bisa dibayangkan, mayat mereka mulai tertimbun salju dan ‘tertanam’ sebagai mumi 'alami' sebelum ditemukan manusia zaman modern 500 tahun berikutnya.

La Doncella, gadis cilik yang beku 500 tahun.© National Geographic

Ketua ekspedisi National Geographic Explorer-in-Residence, Johan Reinhard yang menemukan mayat tersebut menyebut penemuan mumi itu sebagai yang paling sempurna yang pernah dilihatnya.

4 dari 5 halaman

Menurut Johan, penemuan mayat La Doncella dan dua anak-anak itu telah mengungkapkan tentang pelbagai informasi tentang Kekaisaran Inca purba. Termasuk rambut halus yang dikepang milik anak perempuan itu.

La Doncella, gadis cilik yang beku 500 tahun.© National Geographic

“ Penemuan ketiga mumi di puncak Andes itu merupakan puncak prestasi dalam hidup saya. Mumi itu jauh lebih terawat daripada Ice Maiden,” katanya kepada National Geographic News pada tahun 2005.

5 dari 5 halaman

Sebelumnya, Johan juga berhasil menemukan mumi beku di satu lokasi di Peru yang diberi gelar sebagai ‘Ice Maiden’ pada tahun 1995 silam.

Kini, setelah ‘dijaga rapi’, mumi La Doncella akhirnya dipamerkan secara terbuka untuk tontonan umum buat pertama kali di museum Arkeologi High Country di Salta, Argentina.

La Doncella, gadis cilik yang beku 500 tahun.© National Geographic

Untuk memelihara keaslian mumi itu, pihak museum memamerkannya dalam lingkungan dingin dengan kadar oksigen yang rendah untuk menghasilkan suasana asli pegunungan bersalju.

Sementara dua mumi anak-anak lainnya disebutkan masih utuh dalam penjagaan pihak arkeologi untuk penelitian lebih lanjut.

Sumber: Siakapkeli.my

Beri Komentar