Laga Lawan Brasil Dihentikan Paksa, Timnas Argentina Buru-buru Kabur

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 6 September 2021 13:13
Laga Lawan Brasil Dihentikan Paksa, Timnas Argentina Buru-buru Kabur
Timnas Argentina buru-buru pulang biar tak ditahan.

Dream - Laga Brasil melawan Argentina di ajang kualifikasi Piala Dunia dibatalkan mendadak meski pertandingan baru berjalan lima menit berakhir. Pertandingan sepak bola itu dihentikan setelah tim kesehatan menemukan adanya pelanggaran dokumen yang dilakukan tiga orang pemain Argentina.

Emiliano Martinez, Cristian Romero dan Giovani Lo Celso diizinkan bermain di kualifikasi Piala Dunia meski mereka menghadapi tuduhan pemalsuan informasi perjalanan ketika masuk Brasil. Pemerintah Brasil mengeluarkan keputusan tiga pemain tersebut ditambah seorang cadangan, Emiliano Buendia wajib menjalani karantina dan deportasi.

Baru berjalan lima menit, sejumlah petugas masuk lapangan dan membuat kedua tim kaget. Tetapi lima jam setelah meninggalkan stadion, Timnas Argentina kabur dengan pesawat agar lolos dari penahanan.

Awalnya, pertandingan di Arena Corinthians Sao Paulo digelar sesuai jadwal yaitu pada Minggu, 5 September 2021 waktu setempat. Tiga pemain Argentina bebas pergi ke Brasil bersama seluruh anggota Timnas Argentina sehari sebelum pertandingan.

Padahal, otoritas kesehatan Brasil, Anvisa, mengeluarkan larangan tiga pemain tersebut ikut dalam laga antara Argentina dengan Brasil. Ketiganya juga dilarang berkegiatan apapun dan diwajibkan menjalani isolasi sebelum meninggalkan negara itu.

 

1 dari 3 halaman

Baru Tanding Lima Menit, Dibubarkan Polisi

Lima menit pertandingan berjalan, sejumlah polisi berpakaian preman dan petugas kesehatan tiba-tiba masuk ke lapangan. Para petugas menangkap Martinez, Romero, Buendia, dan Lo Celso.

" Itu perlu untuk menjaga protokol sanitasi kami," ujar Kepala Badan Pengatur Kesehatan Brasil, Antonio Barra Torres.

" Kami menelepon polisi federal, yang pergi ke hotel dan kami menemukan bahwa mereka sudah pergi ke Stadion. Sisanya adalah apa yang Anda tonton langsung," ucap Torres melanjutkan.

Sejumlah anggota Timnas Argentina berusaha menghalangi penangkapan tersebut. Hal itu memicu perkelahian yang tidak pantas saat pertandingan dihentikan.

Kapten Argentina, Lionel Messi, segera memimpin timnya kembali ke ruang ganti dan CONMEBOL (badan sepak bola Amerika Selatan) menegaskan aksi itu tidak akan dimulai kembali. Messi sempat muncul beberapa menit kemudian untuk berkonsultasi dengan rekan-rekannya di Brasil.

 

2 dari 3 halaman

Diserahkan ke FIFA

Jelang tengah malam, Timnas Argentina bisa naik pesawat dan pulang. Sementara CONMEBOL mengatakan keputusan mengenai kelanjutan pertandingan akan dibuat oleh FIFA sambil menunggu penyelidikan.

" Kualifikasi Piala Dunia adalah kompetisi FIFA. Semua keputusan mengenai organisasi dan pengembangannya adalah kekuatan eksklusif lembaga itu," tulis CONMEBOL.

Selanjutnya, CONMEBOL menyatakan wasit dan komisaris pertandingan akan menyerahkan laporan kepada Komite Disiplin FIFA. Nantinya, FIFA menentukan langkah-langkah yang harus diikuti.

" Prosedur ini dijalankan secara ketat sesuai peraturan saat ini," demikian pernyataan CONMEBOL.

 

3 dari 3 halaman

Gara-gara ke Inggris

Masalah ini muncul lantaran Martinez, Romero, Lo Celso, dan Buendia diketahui baru kembali dari Inggris yang masuk daftar merah Brasil sendiri. Di bawah hukum nasional, pelancong asing dari negara itu harus menyelesaikan karantina 14 hari setelah mereka mendarat.

Kontingen Liga Utama Argentina, hanya menyatakan mereka pergi ke Caracas, tempat kualifikasi Piala Dunia terakhir Albiceleste melawan Venezuela. Diduga tidak mengungkapkan kepada otoritas imigrasi dan kesehatan, empat orang tersebut sempat berada di Inggris.

Sementara Martinez, Romero, Buendia dan Lo Celso telah menerima dispensasi dari klub mereka untuk meninggalkan Inggris, negara-negara CONMEBOL lainnya tidak begitu beruntung. Brasil kehilangan sembilan dari skuad mereka untuk kualifikasi ini sebagai akibat dari penolakan otoritas kesehatan, dikutip dari Goal.com.

Beri Komentar