Langgar Aturan, Duda dan Janda Dinikahkan Paksa

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 4 Oktober 2015 10:02
Langgar Aturan,  Duda dan Janda Dinikahkan Paksa
Mereka dinikahkan paksa karena melanggar Peraturan Bupati no.70 tahun 2015 tentang Desa Berbudaya.

Dream - Duda warga Desa Cisaat, Kecamatan Campaka, Purwakarta berinisial I (50) harus menerima sanksi dinikahkan paksa. Ini karena dia terbukti sering berkunjung ke rumah janda berinisial T (46) warga Desa Cijunti Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat.

Mereka dinikahkan paksa karena melanggar Peraturan Bupati no.70 tahun 2015 tentang Desa Berbudaya. Dalam salah satu pasalnya, peraturan itu mengatur waktu kunjungan pacaran melebihi pukul 21.00 WIB.

Kepala Desa Cijunti Toha mengatakan jika kejadian bertemunya duda dan janda itu sudah sering terjadi.

" Kejadiannya sering (pacaran), rukun tetangga setempat dibantu pelindungan masyarakat dan warga lain sudah merasa resah. Jadinya mereka berdua dipaksa nikah," jelasnya.

Menurutnya, sebelum dinikahkan, keduanya sudah beberapa kali diingatkan aparat desa, namun tetap saja membandel. Keduanya akhirnya disidangkan petugas RT dan linmas. Mereka akhirnya menikah.

" Janda nya sudah beranak dua dan yang duda saya kurang tahu. Mereka menyadari jika perbuatannya melanggar. Jadi menerima dengan baik kalau mereka dipaksa nikah," tambahnya.

Namun menurut Toha, pernikahannya baru secara agama Islam. Rukun nikahnya sudah lengkap, hanya saja dilakukan oleh amil setempat tanpa pencatatan di kantor Urusan Agama (KUA).

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan kejadian itu menunjukkan penerapan Peraturan Bupati alias Perbup sudah bisa dipahami warga secara menyeluruh.

" Sekarang warga mulai mengerti apa maksud dari peraturan itu. Walau awalnya memang ada yang kontra." ucap Dedi

Menurut Dedi, dari 193 desa dan kelurahan yang ada di wilayahnya, 70 persen sudah menyelesaikan Peraturan Desa (Perdes) berbudaya, sebagai turunan dari Peraturan Bupati tentang Desa Berbudaya. (Ism) 

Beri Komentar