Garuda Pancasila Dari Lego (Foto: Gladys/ Dream)
Dream - Menyambut kemerdekaan Indonesia yang tinggal menghitung hari, LEGO Indonesia menggelar kampanye bertajuk #BuildingArchipeLEGO. Rangkaian acara yang telah berlangsung sejak 22 Juli hingga 20 Agustus mendatang diselenggarakan di kota-kota besar yang menjadi pasar utama LEGO, yakni di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Rangkaian acara dalam #BuildingArchipeLEGO ini terdiri dari Building Competition di 13 store Kidz Station yang menjadi mitra LEGO Indonesia dan Lego Photography Competition. Acara digelar di mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Building competition yang berlangsung dari 22 Juli sampai 6 Agustus, diikuti oleh 400 peserta yang berasal dari 13 store Kidz Station. Lalu untuk acara LEGO photography competition
sebagai pembuktian LEGO diminati semua kalangan baik anak-anak maupun dewasa.
" Nantinya main event #BuildingArchipeLEGO yang mengadakan coaching clinic dari LEGOGRAPHERID, ada talkshow juga untuk tumbuh kembang anak, nantinya ada Sissy Priscilia juga sebagai ibu muda menceritakan bagaimana pendapatnya mengenai anak-anak yang main LEGO," ujar Rizka Sucianty Gunawan, trade marketing LEGO Indonesia, di Kota Kasabalanka, Jakarta Selatan, Jum'at 11 Agustus 2017.
Hasil rangkaian LEGO dan LEGO Photography terbaik nantinya dipamerkan di Kota Kasbalanka. Tak ketinggalan ada display 3D mozaik burung Garuda Pancasila berukuran 3 x 3 meter.
" Display garuda ini sesuai dengan lambang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 bulu pada masing-masing sayap, 8 bulu ekor, 19 bulu pangkal ekor (di bawah perisai, di atas ekor), dan 45 bulu leher. Dibuat oleh 2 orang tim kita terdiri dari 3.500 brick LEGO selama 7 hari," lanjut Rizka.
Dengan kampanye ini, LEGO Indonesia berharap dapat mendorong kreativitas anak-anak Indonesia hingga para penggemar LEGO yang remaja dan dewasa. Bermain LEGO memang selama ini identik untuk merangsang perkembangan anak.
" Untuk anak, bermain LEGO melatih motorik kasar dan motorik halus. Selain itu anak juga bisa belajar negosiasi dan kerja sama dengan sesama teman mainnya, juga menumbuhkan rasa
percaya diri. Karena anak-anak itu belajar dari bermain" kata Liza Marielly Djaprie, seorang psikolog klinis dan hipnoterapis.