BPKH Luncurkan IKHSAN, Keuangan Haji Makin Transparan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 4 Februari 2021 09:01
BPKH Luncurkan IKHSAN, Keuangan Haji Makin Transparan
IKHSAN memadukan dua sistem utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dream - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mantap beralih layanan ke dunia digital. Hal ini ditandai dengan peluncuran aplikasi program IKHSAN  yang merupakan singkatan dari Integrasi Keuangan Haji Sistem Aplikasi Nyata pada Rabu, 3 Februari 2021.

Program IKHSAN mengintegrasikan dua sistem yang selama ini dikelola Kementerian Agama (Kemenag) dan BPKH. Sistem tersebut adalah Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang dikelola Kemenag dan Sistem Keuangan Haji Terpadu (Siskehat) dikelola BPKH.

" Jadi kalau sebelumnya antara Kemenag dan BPKH sering mengalami kendala dalam rekon (anggaran), maka dengan sistem ini hal tersebut tidak perlu terjadi lagi," ujar Kepala BPKH, Anggito Abimanyu, dalam konferensi pers virtual.

Anggito menambahkan Menteri Agama juga bisa memantau kondisi keuangan haji secara real time lewat aplikasi tersebut. Dengan layanan itu diharapkan akan memudahkan dalam koordinasi penyelenggaraan haji

1 dari 1 halaman

Pengintegrasian dua sistem utama tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji. Sekaligus juga dapat meningkatkan nilai manfaat dana kelolaan haji.

Program IKHSAN memiliki beberapa kelebihan seperti informasi secara real time mengenai data calon jemaah haji, jumlah dana kelolaan, bank penerima setoran biaya haji dan informasi penting lainnya terkait pengelolaan dana haji. Selain itu, program tersebut bisa diakses oleh otoritas terkait maupun calon jemaah.

Lebih lanjut, Anggito mengatakan IKHSAN bisa mewujudkan sistem keuangan haji yang transparan, akuntabel dan memberikan manfaat kepada calon jemaah haji dengan sistem koneksi host to host.

Peluncuran ini dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Sekjen Kemenag Nizar Ali, serta Ketua Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi.

(Sah, Laporan: Yuni Puspita Dewi)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More