Mendengar Suara Misterius dari Langit Saat Tahajud

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 15 Desember 2018 11:20
Mendengar Suara Misterius dari Langit Saat Tahajud
Warga Pekalongan itu merasa bingung. Dia tidak berani keluar. Suara itu terdengar sangat keras.

Dream - Pada Jumat dinihari, warga di sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur dihebohkan dengan suara misterius dari langit. Mereka bingung dengan sumber suara yang terdengar keras pada tengah malam itu.

Salah satu warga yang mendengar suara aneh itu adalah Saidah. Wanita 41 tahun yang tinggal di Pekalongan itu mengaku mendengar suara sangat keras selama satu menit saat akan melaksanakan sholat Tahajud.

" Saya dengar seperti suara serigala, kan di sini banyak anjing. Kok ada serigala, tapi lama-lama suara itu mirip pesawat," ujar Saidah, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 15 Desember 2018.

Saidah menambahkan, suara yang terdengar sekitar pukul 00.30 WIB itu sangat keras. Dia bahkan merasa suara itu berada tepat di atas genting rumahnya.

" Saya enggak berani keluar rumah, takut," kata dia.

1 dari 3 halaman

Warga Heboh

Pagi harinya, tambah Saidah, para warga heboh membicarakan sumber suara misterius tersebut. " Pagi-pagi ramai tetangga, ngomongin suara itu. Mereka menduganya pesawat," kata dia.

Tak hanya di rumahnya, suara tersebut juga terdengar di beberapa daerah di Pekalongan ,seperti Krapyak.

" Enggak cuma di daerah saya, di Krapyak juga dengar, banyak daerah yang dengar," kata dia.

2 dari 3 halaman

Geger Suara Seperti Terompet Sangkakala di Bogor

Dream - Warga Kampung Masjid, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor digegerkan dengan suara misterius yang terjadi pada Minggu malam 22 Mei 2016.

Husnul (28), warga setempat mengaku mendengar suara aneh itu ketika sedang berwudhu. Suara itu berasal dari atas rumahnya dengan ciri-ciri berdengung cukup keras atau nyaris mirip bunyi klakson kapal.

Kejadian suara misterius itu berlangsung sekira 7 detik, beberapa menit setelah hujan yang mengguyur Bogor reda.

Entah mengapa, kata Husnul, terlintas di benaknya fenomena alam suara langit 'sangkakala' seperti yang terjadi di Indonesia dan beberapa negara di Eropa dan Amerika.

Sebab, ada kemiripan jika diperhatikannya dari gema yang dihasilkan suara misterius itu.

Warga lainnya juga menuturkan hal serupa. Dia pun sempat panik, khawatir terjadi sesuatu.

Meski hanya terjadi sekali dengan durasi yang singkat, suara misterius mirip fenomena alam sangkakala itu membuat warga geger.

Selengkapnya klik di sini.

3 dari 3 halaman

Penjelasan Ahli Geofisika Soal Suara `Sangkakala Kiamat`

Dream - Suara aneh mirip terompet dilaporkan terdengar oleh sejumlah besar orang di berbagai belahan dunia sejak musim panas 2011. Banyak menyebutnya The Sound of the Apocalypseatau Suara Kiamat.

Informasi tentang fenomena aneh itu berasal dari seluruh dunia: Amerika Serikat, Inggris, Kosta Rika, Rusia, Republik Ceko, Australia, dan sebagainya.

Banyak dari mereka mengunggah video yang berisi suara aneh dari langit ke YouTube. Namun hingga kini belum dipastikan soal kebenarannya.

Menurut Elchin Khalilov, ahli geofisika Azerbaijan, suara-suara itu sebenarnya tidak bisa didengar oleh telinga normal manusia.

" Kami telah menganalisis catatan suara tersebut dan menemukan bahwa sebagian besar spektrum mereka terletak dalam kisaran infrasonik, yang tidak terdengar oleh manusia. Apa yang orang dengar adalah hanya sebagian kecil dari kekuatan sebenarnya dari suara-suara tersebut," kata dia dikutip Dream dari Sott.net, Kamis 28 Mei 2015.

Kata, suara-suara itu adalah emisi suara frekuensi rendah dalam kisaran antara 20 dan 100 Hz yang dimodulasi oleh gelombang infrasonik ultra-rendah 0,1-15 Hz.

Dalam geofisika, suara-suara ini disebut gelombang akustik-gravitasi yang terbentuk di bagian atas atmosfer, khususnya pada batas antara atmosfer dan ionosfer.

Ada cukup banyak penyebab mengapa gelombang tersebut dihasilkan. Di antaranya gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, dan sebagainya.

Namun, skala suara mirip terompet yang terdengar di berbagai wilayah itu, kekuatannya jauh melebihi dari yang dihasilkan oleh penyebab yang disebutkan di atas.

Untuk itu, sumber pemicu gelombang akustik-gravitasi haruslah memiliki energi dalam skala besar. Satu-satunya sumber energi dalam skala besar adalah jilatan api matahari yang kuat dan energi arus besar yang dihasilkan olehnya.

Jilatan tersebut, bersama dengan energi yang dibawanya, menuju ke permukaan Bumi dan menimbulkan ketidakstabilan pada magnetosfer, ionosfer dan atmosfer atas.

Namun, munculnya suara-suara itu juga bisa disebabkan oleh inti Bumi sendiri, kata Khalilov.

Percepatan putaran kutub magnet Bumi sebelah utara meningkat lebih dari lima kali lipat antara tahun 1998 dan 2003. Dan pada tingkat yang sama pada saat ini telah meningkatkan proses energi dalam inti Bumi yang membentuk medan geomagnetik. (Ism) 

Beri Komentar