Menteri Pertahanan Jerman Ursula Von Der Leyen Saat Berkunjung Ke Arab Saudi (Foto: PA Images)
Dream - Seorang menteri dari Jerman menolak untuk mengenakan hijab selama kunjungan ke Riyadh. Menurutnya, perempuan harus memiliki hak yang sama untuk memilih pakaian mereka seperti laki-laki.
Sikap kukuh Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen itu didasarkan pada seruan Kanselir Angela Merkel tentang pelarangan burqa di Jerman seminggu sebelumnya.
Von der Leyen berada di ibukota Arab Saudi itu untuk bertemu wakil putra mahkota Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Selama berada di sana, menteri berusia 58 tahun itu menyuarakan kekesalannya karena disorot tidak memakai hijab.
Sikap Von der Leyen itu justru memicu kemarahan publik Saudi yang dikenal sangat konservatif. Melalui media sosial, warga Saudi meminta Von der Leyen untuk ditangkap.
Masalah Von der Leyen ini muncul seminggu setelah seorang wanita Saudi ditangkap karena melepas cadar di depan umum.
Rupanya Von der Leyen berusaha menghilangkan tradisi yang mengharuskan perempuan memakai hijab selama berkunjung ke negara itu.
Ketika menemui Salman bin Abdulaziz yang menjabat Menteri Pertahanan Saudi di Divan Palace di Riyadh, Von der Leyen memilih mengenakan setelan biru tua tanpa penutup kepala.
© Dream
Dream - Keputusannya itu memicu kemarahan di Twitter di Arab Saudi, harian Al Bawab melaporkan. Di Twitter, netizen menulis, " Mengapa dia tidak ditangkap? Itu adalah kemunafikan dan bentuk dari standar ganda."
Yang lain menulis, " Menteri Pertahanan Jerman tidak memakai hijab di Arab itu disengaja. Ini merupakan penghinaan bagi Arab Saudi!"
Berbicara tentang penolakannya untuk memakai pakaian yang menutup aurat seluruhnya, yang dikenal sebagai abaya, Das Bild mengutip kata-katanya, " Tidak ada perempuan dalam delegasi saya yang harus memakai abaya.
" Laki-laki dan perempuan punya hak yang sama untuk memilih pakaian mereka sendiri. Saya merasa terganggu ketika perempuan diwajibkan untuk mengenakan abaya."
Semua perempuan di Arab Saudi - lokal dan asing - menurut aturan diharuskan memakai abaya - yang merupakan pakaian tradisional Arab yang menutup seluruh tubuh. Perempuan Muslim juga harus memakai hijab - tetapi orang asing tidak perlu.
© Dream
Dream - Rupanya, Von der Leyen mengikuti contoh yang diperlihatkan oleh Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama, yang 'bertelanjang kepala' saat berkunjung ke Arab Saudi bersama suaminya tahun lalu.
Minggu lalu Angela Merkel menyerukan larangan burqa dengan mengatakan bahwa 'cadar tidak tepat' digunakan di Jerman.
Kanselir Jerman itu mengatakan kepada peserta konferensi Partai Konservatif CDU, mengenakan burqa harus dilarang 'di mana pun yang secara hukum'. Merkel akan mendukung larangan secara nasional.
Seruan Merkel muncul hanya beberapa bulan setelah dia mengungkapkan, burqa adalah penghalang bagi perempuan Muslim untuk terintegrasi ke dalam masyarakat Jerman. (Ism)