Mengenal Hukum dalam Islam dan Fungsi-fungsi Hukum Islam untuk Kesejahteraan Umat

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Kamis, 23 Desember 2021 07:35
Mengenal Hukum dalam Islam dan Fungsi-fungsi Hukum Islam untuk Kesejahteraan Umat
Islam memiliki hukum untuk mengatur umat manusia demi mencapai kehidupan yang tertib, aman, dan sejahtera.

Dream – Islam sebagai agama rahmatan lil alamin telah membawa berbagai ajaran baik yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Islam pun juga tidak terlepas dengan adanya hukum dalam Islam yang akan mengatur segala perilaku umat di dunia.

Dengan adanya hukum tersebut, bisa menghindarkan umat Islam dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Dan jika ada yang melanggarnya, maka ada hukuman yang diberikan sebagai risiko dari perbuatan yang sudah dilakukan dan memberikan efek jera.

Oleh karena itu, hukum Islam memiliki peran yang sangat besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Dengan adanya hukum dalam Islam, maka tidak hanya bisa menjaga agama saja, tetapi juga akan menjaga jiwa, akal, kehormatan, hingga menjaga harta benda yang dimiliki.

Nah, untuk mengetahui secara lebih lengkap terkait hukum dalam Islam dan apa fungsi hukum Islam, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Mengenal Hukum dalam Islam

Mengenal Hukum dalam Islam© Unsplash.com

Seperti dikutip dari tulisan dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII), M. Syafi’ie dengan judul Perihal Islam dan Hukum, hukum sendiri berasal dari bahasa Arab yakni hakama-yahkumu-hukman (Masdar) yang berarti menghukum dan memerintah.

Menurut Muhammad Daud Ali, hukum adalah norma, kaidah, ukuran, tolak ukur, pedoman yang digunakan untuk menilai dan melihat tingkah laku manusia dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Sedangkan dalam ushul fikih, hukum syar’i diartikan sebagai khitah (kalam) Allah SWT yang memiliki hubungan dengan segala perbuatan mukallaf, baik itu iqtidha’ (perintah, larangan, anjuran untuk melakukan atau pun meninggalkannya), takhyir (memilih di antara akan melakukan atau tidak), atau wadhi’i (ketentuan untuk menetapkan suatu hal menjadi sebab, syarat, atau pun penghalang).

Dalam tulisan M. Syafi’ie dijelaskan bahwa ketika seseorang memeluk agama Islam, maka syariatnya adalah tunggal yang berupa Al-Quran dan juga hadis. Namun dalam waktu yang bersamaan, umat Islam akan mengikuti hukum dari madzhab tertentu.

Di mana madzhab yang dikenal selama ini ada empat, yakni madzhab Syafi’i, Hambali, Hanafi, dan Maliki. Nah, dari keempat madzhab tersebut memiliki praktik keagamaan yang berbeda-beda. Sedangkan di Indonesia sendiri sebagian besar umat Islam menggunakan madzhab Syafi’i.

Oleh karena itulah, agar setiap umat Islam tidak saling menyalahkan atau pun saling mengkafirkan satu sama lain, sehingga penting sekali untuk mempelajari hukum dalam Islam yang banyak ragamnya. Misalnya saja ilmu Ushul Fikih, Qowaidul Fikih, Maqoshid Syari’ah, dan masih banyak lagi.

2 dari 3 halaman

Fungsi Hukum Islam

Fungsi Hukum Islam© Unsplash.com

Jika berbicara tentang hukum, maka dalam hal ini bukan saja membahas tentang hukuman apa yang akan diberikan bagi orang yang sudah melanggarnya. Namun adanya hukum sudah pasti memiliki tujuan yang baik untuk manusia, yakni mengatur dan mengendalikan manusia agar tidak melakukan hal yang dilarang dan dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Hukum dalam Islam akan mengatur umat Islam di mana pun mereka berada. Sehingga nantinya bisa tercipta kehidupan yang aman, teratur, dan sesuai dengan apa yang menjadi perintah Allah SWT. Lalu, apa sebenarnya fungsi hukum dalam Islam?

Berikut adalah fungsi-fungsi hukum Islam yang saling memengaruhi satu sama lain, sebagaimana dikutip melalui Jurnal Mimbar Vol. 16, No. 4, Tahun 2000 berjudul Hukum Islam sebagai Dasar Hukum Universal dalam Sistem Pemerintahan Modern oleh H. Rachmat Syafei:

Fungsi Ibadah

Fungsi hukum dalam Islam yang pertama adalah fungsi ibadah. Yakni Islam adalah ajaran yang berasal dari Tuhan dan sudah seharunya untuk dipatuhi oleh seluruh umat manusia. Dari sikap patuh kepada Tuhan inilah yang menunjukkan ibadah serta keimanan yang dimiliki oleh seseorang.

Fungsi Amar Maruf Nahi Munkar

Fungsi hukum dalam Islam yang kedua adalah fungsi amar maruf nahi munkar. Di mana keberadaan hukum Islam adalah sebagai kontrol sosial  yang bertujuan untuk keselamatan setiap individu atau pun masyarakat. Agar nantinya setiap orang bisa melakukan kebaikan dan menghindari hal-hal yang munkar.

Dengan begitu, tujuan dari hukum Islam pun bisa tercapai, yakni untuk menghadirkan kemaslahatan dan terhindar dari yang madharat, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

3 dari 3 halaman

Fungsi Hukum Islam

Fungsi Zawajh

Fungsi hukum dalam Islam yang ketiga adalah fungsi zawajh atau memberikan ta’zir. Fungsi ini menunjukkan bahwa hukum Islam bersifat memaksa untuk memberikan perlindungan pada masyarakat dari segala hal yang bahaya dan mengancam. Melalui fungsi zawajh ini jugalah mampu untuk mencapai tujuan dari hukum Islam.

Fungsi Ta’zhin wal Ishlah al-Ummah

Fungsi hukum dalam Islam yang terakhir adalah fungsi ta’zhin wal ishlah al-ummah, yakni untuk mengatur sebaik mungkin dan melancarkan proses interaksi sosial. Dengan begitu, hal ini bisa mewujudkan masyarakat yang harmonis, aman, sejahtera, tayyibatun wa rabbun ghafur.

Itulah penjelasan terkait hukum dalam Islam dan juga fungsi-fungsi hukum Islam. Meskipun ada beberapa fungsi yang dijalankan, namun setiap fungsi hukum Islam tersebut saling memengaruhi satu sama lain.

Beri Komentar