Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Setiap orang yang menjalin rumah tangga tentu sangat mengharapkan kehadiran buah hati. Keturunan yang shalih shalihah jadi dambaan.
Lewat keturunan yang shalih shalihah, para orangtua selalu didoakan. Keturunan dengan sifat tersebut tentu merupakan investasi dunia akhirat.
Dalam sebuah hadis diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah Muhammad SAW bersabda.
Jika anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak shalih yang mendoakannya.
Tak hanya itu, motivasi seorang muslim untuk memiliki keturunan yang banyak adalah agar kelak menjadi kebanggaan Rasulullah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Majah.
Menikahlah dengan perempuan yang penyayang dan subur, karena aku akan (membanggakan) banyaknya umatku (pada Nabi-nabi lain) di hari kiamat.
Sayangnya, kita patut pahami tidak semua orang yang berumah tangga dikaruniai keturunan oleh Allah SWT. Bahkan ada sedikit dari saudara kita yang mengalami kemandulan.
Kita juga patut sadari, memberikan keturunan adalah hak prerogatif Allah. Allah berkehendak penuh memberikan keturunan kepada siapapun.
Jika tidak berkehendak, Allah tidak akan memberikan keturunan kepada mereka. Sehingga, apabila mengalami kemandulan kita perlu sepenuhnya berpasrah diri kepada Allah dan berikhtiar dengan cara yang sesuai syar'i.
Dalam Islam, kemandulan bisa diobati. Caranya dengan memperbanyak istighfar dan sedekah dibarengi usaha lahiriah seperti memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab kemandulan.
Imam Al Qurthubi menuliskan kisah yang diriwayatkan dari Ibnu Shabih. Kisah itu tertulis dalam kitab At Tadawi bil Istighfar, Ad Du'a, As Sholat, Alquran, As Shaum As Shadaqoh karya Syeikh Hasan Ahmad Al Hamam.
" Seseorang pernah mengadu mengenai kondisi kelaparan kepada Hasan Al-Bashri. Maka beliau berkata kepadanya, ‘Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain berkata kepada beliau, “ Berdoalah kepada Allah agar Dia menganugerahiku seorang anak!” Maka beliau berkata kepadanya, “ Beristighfarlah kepada Allah!” Yang lain mengadukan lagi tentang kegersangan kebunnya. Maka beliau berkata kepadanya, “ Beristighfarlah kepada Allah!"
Merasa heran, Rabi’ Bin Shabih berkata kepada beliau, “ Beberapa orang telah mendatangimu untuk mengadukan berbagai macam perkara, namun engkau hanya memerintahkan kepada mereka agar beristighfar?”
Beliau pun menjawab, “ Apa yang telah kuucapkan itu sedikitpun bukan dari diriku sendiri. Sebab, Allah berfirman, “ Maka kukatakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai'." (QS. Nuh :10-12)
Sedekah menjadi pelengkah istighfar agar mendapatkan keturunan. Sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat Ad Dailami, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.
Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda demikian
Sudahkah kamu memperbanyak beristighfar dan bersedekah, kamu akan dikaruniai (anak) berkat keduanya.
Sumber: Bincang Syariah
Advertisement

Cerita Panji: Kisah Cinta dari Jawa yang Menjelma Jadi Dongeng di Seluruh Asia Tenggara

Berat Badan Rata-Rata Bayi per Bulan: Panduan Grafik dan Perkembangannya yang Harus Diketahui

Cara Mengurangi Kebiasaan Jajan pada Anak dan Mulai Mengajari Cara Mengatur Keuangan


Punya Badan Sebesar Beruang, Benarkah Panda Hanya Makan Bambu?

Deretan Musisi Luar Negeri yang Akan Mengunjungi Indonesia pada Agustus 2026

Mengapa Cara Membaca Aksara di Tiap Budaya Bisa Berbeda-beda?