Berhijab Usai Baca Surat Al-Ahzab

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 29 Agustus 2014 07:25
Berhijab Usai Baca Surat Al-Ahzab
Satu hal yang membuat hijab spesial adalah kebebasan yang dikandungnya. Kebebasan agar pikiran, gagasan, dan kecerdasan seseorang diakui lebih daripada pakaian yang dikenakan atau bentuk fisik.

Dream - Sejak usia 15 tahun, Sariyah sudah menjadi seorang muslim. Saat itu dia sangat senang dengan segala perubahan dalam hidupnya. Kecuali satu, yakni diminta berbusana secara Islami, termasuk memakai hijab.

Saat itu, dia hanya berpikir sudah menjadi muslim dan hijab bukan untuk gadis sepertinya. Namun satu hari dia membaca Surat Al-Ahzab yang isinya agar para wanita muslim menutup aurat, agar mereka menjadi orang beriman dan menghindarkan mereka dari aniaya.

Untuk sesaat, Sariyah merasa Allah telah menunjukkan kepadanya tentang fungsi hijab bagi kaum perempuan muslim.

Namun selama beberapa bulan, Sariyah ragu-ragu karena dia masih berpikir tentang segala hal. Tentang lingkungannya, latar belakang, pendidikan, karier dan segala sesuatu yang mungkin menghambatnya jika dia memutuskan untuk berhijab.

Hatinya ingin memakai hijab. Jiwanya bahkan sudah melihat kebenaran dari hijab, namun pikirannya masih belum bisa diajak kompromi.

Sampai suatu hari Sariyah bertemu dengan perempuan muslim yang umurnya lebih muda darinya. Perempuan itu memakai busana Islami dan memakai hijab sehingga memancarkan keanggunan.

Meski tertutup rapat, namun kecantikan memancar dari wajahnya. Dan Sariyah berpikir jika perempuan itu bisa melakukannya, maka dirinya juga bisa.

Sariyah kemudian berjanji memakai hijab. Setelah beberapa waktu, Sariyah mulai memakai hijab dan dia merasakan tranformasi yang luar biasa. Sariyah yakin perempuan muslim di seluruh dunia akan mengiyakan apa yang dirasakannya saat ini.

" Ketika Anda sungguh-sungguh mengenakan hijab, Anda menyadari itu bukan hanya tentang apa yang Anda kenakan. Hal itu lebih tentang pikiran, kata-kata, dan tindakan Anda. Anda tidak lagi seorang wanita yang berjalan menyusuri jalan tanpa identitas; Anda adalah perwakilan dari umat. Anda adalah juru bicara Islam. Anda adalah utusan dari cara hidup Islam, dan ini adalah tanggung jawab yang serius."

Namun keputusan Sariyah memakai hijab mendapat kritik dari teman. " Kamu terlihat seperti wanita mandiri, dari keluarga yang demokratis. Kamu seorang wanita karier dan berpendidikan, namun kamu memilih cara berpakaian yang membatasi ini!"

Kendati demikian, Sariyah tetap pada pendiriannya terus memakai hijab. Bagi Sariyah, satu hal yang membuat hijab spesial adalah kebebasan yang dikandungnya. Kebebasan agar pikiran, gagasan, dan kecerdasan seseorang diakui lebih daripada pakaian yang dikenakan atau bentuk fisik.

Hijab adalah gerakan pembebasan perempuan yang paling benar. Hijab benar-benar bentuk emansipasi wanita, memberinya status kewanitaannya, dan mengangkat derajat ke yang lebih tinggi dari sekedar dihormati hanya karena siapa dia. Wanita berhijab dipuji karena kecerdasan dan keterampilannya, bukan lekuk tubuhnya.

Sariyah teringat bagaimana ketika banyak media menggambarkan hijab sebelum dia menjadi muslim. Hijab digambarkan sebagai cara laki-laki mendominasi kaum perempuan dan menindasnya.

Bagi Sariyah, hijab memberikan banyak sekali manfaat. Hijab menyenangkan Allah, melindungi martabatnya sebagai perempuan, dan mendapatkan rasa hormat dari semua peradaban. (Ism)

Beri Komentar