Masa Berlaku Tiket Parkir Kena Kotoran Burung, Pasutri Kesal Ditilang Rp2 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 23 Januari 2019 09:01
Masa Berlaku Tiket Parkir Kena Kotoran Burung, Pasutri Kesal Ditilang Rp2 Juta
Dia sudah menyingkirkan kotoran burung itu tapi usahanya sia-sia.

Dream – Sepasang suami istri melabrak petugas parkir karena tiket parkir. Mereka kesal karena petugas tidak menganggap tiket izin parkir mereka belum kedaluwarsa. 

Mereka terlibat perdebatan sengit karena tanggal berlaku tiket izin parkir itu tertutup oleh kotoran burung.

Dikutip dari Metro, Rabu 23 Januari 2019, cerita ini bermula dari Scott Coltart dan istrinya, Lisa, menerima denda 158 poundsterling (Rp2,9 juta). Lisa menerima surat tilang itu dari petugas parkir lalu menyerahkan kepada sang suami.

Dengan kesal Scott lantas mendatangi petugas untuk menyampaikan kekecewaanya dengan tilang parkir tersebut. Scott meminta petugas parkir memperhatikan tiket secara seksama tanggal di tiket yang tertutup kotoran burung tersebut.

Namun, usahanya dengan menyapi kotoran yang menempel itu sia-sia.

“ Saya segera menyapu kotorannya, tapi pria itu mengatakan sudah terlambat dan memberikan kami tiket denda,” kata dia di Southend, Inggris.

Bahkan, lanjut Scott, petugas parkir itu sangat kasar. Dia menggebrak kaca depan mobil dan meminta untuk mengajukan banding jika tidak terima dengan keputusannya. Scott juga diminta untuk menunjukkan tiket yang valid.

Pria beranak dua ini tak keberatan untuk maju banding.

“ Sekali lagi, kami pikir ini menggelikan dan bersumpah untuk memperjuangkannya sampai ke pengadilan. Kami mengajukan banding untuk kedua kalinya meskipun kami tahu, kalau kalah, denda akan meningkat,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Yakin Menang

Pasangan asal Southend ini optimistis bisa menang dalam proses persidangan. Lisa mengatakan petugas pengadilan akan datang ke rumah kalau mereka tidak membayar denda secara penuh.

Sekadar informasi, jatuh tempo pembayaran denda yaitu 22 Januari 2019. Untuk mengantisipasi ini, dia menghubungi pengacara untuk menyelesaikan kasus itu.

“ Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah membayarnya. Tapi, kami merasa tidak perlu,” kata dia.

Lisa mengatakan kotoran burung dara bukan sesuatu yang bisa dikendalikan. “ Denda itu mengatakan kami memiliki izin yang tak valid. Tapi, itu tidak benar dan jalan kami diperiksa beberapa kali sehari,” kata dia.

Seorang juru bicara dari Southend Council mengaku sedang menyelidiki klaim ini dengan kontraktor parkir. Pihaknya akan menghubungi Scott dan Lisa secara langsung. 

Beri Komentar