Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno
Dream - Usai memantau kawasan Tanah Abang melalui drone, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menemukan tiga penyebab kondisi kemacetan di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Salah satu yang menjadi penyebab kesemrawutan yaitu banyaknya pejalan kaki di sekitar kawasan itu. Pejalan kaki, kata Sandiaga, menempati urutan ke dua penyebab kesemrawutan di Tanah Abang.
" Ternyata ya kesemrawutan itu satu pembangunan jalan, nomor dua tumpahnya pejalan kali yang keluar dari stasiun Tanah Abang dan banyak angkot yang parkir liar atau ngetem," kata Sandiaga seperti dilansir Merdeka.com.
Sandiaga tidak menyebut masalah kemacetan itu berasal dari lapak-lapak pedagang di trotoar.
" Ada (PKL) tapi jumlahnya enggak banyak. Cuma di bawah 300 jumlahnya jadi kalau ditata engga akan keluar," ujar dia.
Berdasarkan data yang dimiliki Jakarta Smart City, keluhan masyarakat mengenai macet karena perbaikan jalan. Sandiaga berjanji akan menata transportasi Jakarta untuk mengurangi kemacetan. (ism)
© Dream
Dream - Sebelumnya, Sandi juga menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki Jakarta smart city, keluhan lebih banyak berkaitan dengan perbaikan jalan. Kemacetan yang diakibatkan oleh perbaikan jalan.
" Kalau jangka panjang cukup jelas bahwa itu akan ditata dalam transit oriented development (TOD). Sedangkan jangka pendek kita harus ada terobosan, inovasi. Ya mudah-mudahan hari Jumat bisa kita sosialisasikan dan hari Senin mulai dieksekusi," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/10).
Pemprov akan meneruskan langkah-langkah Gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) untuk menata Tanah Abang dengan Skybridge. Skybridge memang sudah lama direncanakan sejak zaman Ahok dan tidak dapat diselesaikan. (ism, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement

Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Oli Palsu Marak, QTRUST Hadirkan SeQure untuk Cek Keaslian Produk

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya