Pemilik Restoran Enggan Terima Bayaran Pelanggan, Alasannya Bikin Haru

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 7 Desember 2022 09:01
Pemilik Restoran Enggan Terima Bayaran Pelanggan, Alasannya Bikin Haru
Ia bahkan harus menyeka air matanya dengan lengan baju.

Dream - Bagi seorang anak, ditinggal oleh kedua orangtua tentunya menjadi kesedihan mendalam. Terlebih jika ditinggal untuk selamanya.

Meskipun telah tiada, sudah menjadi kewajiban anak untuk terus mendoakan kedua orangtua sebagai bentuk cinta serta membalas kebaikan orang tua.

Seperti kisah haru pria pemilik restoran di Sungai Petani, Kedah, Malaysia ini. Dalam sebuah video yang beredar, pria tersebut terlihat sedang melayani seorang pelanggan. Ia tampak menolak uang dari sang pelanggan.

1 dari 3 halaman

Pemilik Restoran Enggan Terima Bayaran Pelanggan, Alasannya Bikin Haru© mStar

" Sudah waktunya untuk membayar, tapi pria ini tidak mau terima uangnya. Tiba-tiba ia bilang tidak perlu membayar. Kak, tolong doakan ibuku," tulis wanita pemilik video, dilutip dari mStar.

Pria itu enggan menerima uang sebesar 20 ringgit atau sekitar Rp71 ribu. Sebagai gantinya, ia meminta sang pelanggan untuk mendoakan ibunya.

" Aku berkata, 'kemana dia pergi?', dan dia menangis. 'Ibu sudah tidak ada lagi'," lanjut pemilik video.

2 dari 3 halaman

Pemilik Restoran Enggan Terima Bayaran Pelanggan, Alasannya Bikin Haru© mStar

Warganet dibuat terharu melihat perubahan ekspresi sang pemilik restoran yang tadinya senyum bahagia menjadi menangis haru merindukan sang ibu.

Ia bahkan harus menyeka air matanya dengan lengan baju. Melihat kejadian tersebut, pelanggan wanita itu memahami perasaan sang pemilik restoran, terlebih karena ia juga seorang yatim piatu.

3 dari 3 halaman

Postingan itu diramaikan komentar warganet yang turut sedih. Terlebih bagi mereka yang juga telah ditinggal orangtua.

" Saya bahkan tidak bisa menyebut ibu dan ayah lagi karena mereka berdua sudah tiada."

" Rasanya sedih menangis, ibuku juga sudah meninggal."

" Semoga kedua ibu ayah kita semua ditempatkan bersama golongan para soilihin."

Laporan : Erdyandra Tri Sandiva

Beri Komentar