Pengalaman Horor! Tak Tahan Mau Pipis, Pemuda Mengaku Terbangun dalam Peti Mati buat Korban Ritual

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Minggu, 14 Agustus 2022 17:45
Pengalaman Horor! Tak Tahan Mau Pipis, Pemuda Mengaku Terbangun dalam Peti Mati buat Korban Ritual
Cerita pemuda tersebut tak dipercaya oleh polisi setempat karena malam sebelumnya mabuk berat.

Dream - Seorang pemuda mengalami pengalaman menyeramkan saat mengunjungi sebuah festival di Bolivia. Dia mengklaim terbangun di dalam sebuah peti mati yang biasa dipakai untuk ritual pengorbanan.

Pemuda tersebut bernama Victor Hugo Mica Alvarez (30) yang mengaku terlempar dari peti mati di Achacachi, sekitar 80 kilometr dari tempatnya pingsan, kota El Alto.

Mabuk berat saat pembukaan Festival Mother Earth, pemuda ini menghadiri sebuah perayaan dimana banyak orang menawarkan binatang hidup, janin domba hingga permen dan daun kok untuk persembahan keada dewi Bumi.

Victor mengklaim sebagai korban yang hendak dikorbankan dalam festival tersebut.

1 dari 2 halaman

Kepada media lokal, Hector yang hadir dalam kondisi wajah penuh lumpur dan semen mengatakan, " Semalam adalah pembukaan festibal, kami berdansa dan setelah tak ingat apapun."

" Satu hal yang kuingat adalah saya mengira sedang berada di tempat tidur, saya ingin buang air kecil namun tidak bisa bergerak

" Ketika kudorong peti matinya, aku bisa memecahkan kaca sebagai cara untuk keluar," ata Victor yang menyebut lumpur dan semen tumpah di atas tubuhnya ketika kaca peti mata itu pecah

" Mereka mau menggunakan aku sebagai sullu."

2 dari 2 halaman

Namun pengakuan Victor ditolak pihak kepolisian yang mengatakan dia terlalu mabuk untuk mengetahui alasan sampai berakhir di dalam peti mati karena dikubur hidup-hidup.

Sullu adalah istilah yang dipakai warga setempat untuk menggambarkan persembahan kepada Dewi Bumi atau Pachamama yang biasanya berlangsung setiap Agustus di Bolivia.

Biasa bentuk pengorbanan yang diberikan berbentuk manisan berwarna-warni, llama kering, tanaman obat, telur, mineral, namun ada yang memperingatkan pengorbanan manusia masih dilakukan.

Penulis perjalanan mengatakan 'dunia lain adalah sehari-hari' di Bolivia.

Pachamama tahun ini berlangsung pada tanggal 1 Agustus, dengan satu ritual yang melibatkan masyarakat adat berkumpul saat fajar untuk upacara dengan api dan persembahan.

(Sah, Sumber: Metro.co.uk)

Beri Komentar