Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang perawat dan bayi perempuannya berusia 6 bulan di Jayapura, Papua, dinyatakan positif terjangkit virus corona. Informasi tersebut disampaikan juru bicara satuan tugas penanganan Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule.
Silwanus mengatakan bayi tersebut merupakan anak dari seorang perawat yang sudah dinyatakan positif terkena Covid-19.
Sampai saat ini, kata dia, ada lima petugas kesehatan yang terserang Covid-19 di Jayapura. Satu di antaranya sudah sembuh dan empat lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Jayapura.
Empat petugas kesehatan di Jayapura yang masih menjalani perawatan terdiri dari dua perawat, satu dokter, dan satu petugas laboratorium.
Wakil Direktur Medis Rumah Sakit Dian Harapan Waena, dr. Sugianto Gani, mengatakan bayi tersebut bersama ibunya kini menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Dian Harapan.
Menurut Sugianto, bayi itu sebelumnya menjalani perawatan di rumah. Pada Minggu pagi dibawa ke Rumah Sakit Dian Harapan Waena untuk menjalani perawatan bersama ibunya.
" Belum diketahui dengan pasti si ibu yang juga perawat terpapar dari siapa karena hasil pemeriksaan terhadap rekan-rekan seruangan di tempatnya bekerja negatif," kata Sugianto.
Sumber: Merdeka.com/Dedi Rahmadi
Dream – Di Tanah Air, beberapa daerah diketahui ada yang menolak jenazah yang dimakamkan secara prosedur pasien Covid-19. Terakhir, ramai dan viral warga di Kabupaten Cianjur yang menolak jenazah.
Bahkan terpaksa jenazah itu harus dikebumikan di daerah lain karena warga benar-benar menolaknya.
Selain penolakan terhadap jenazah, banyak curhatan di media sosial, perawat, dan dokter juga banyak yang diusir dari rumah atau kos mereka karena positif virus corona.
Fenomena sosial tersebut sangat disayangkan sebenarnya. Karena pengetahuan yang minim di masyarakat.
Ternyata hal yang sama juga terjadi di Spanyol. Bagaimana kisahnya, mari kita simak cerita di bawah ini dari Daily Star:
Seorang perawat di Madrid, Spanyol, ini dinyatakan positif Covid-19. Perawat itu bernama Clara Serrano berusia 31 tahun. Serrano mengaku diusir pemilik flat usai diberitahu banwa dirinya positif terinfeksi virus corona.
Serrano tiba di Madrid pada 11 Maret lalu. Kemudian ia dikirim ke rumah sakit untuk membantu pekerja medis mengatasi pasien Covid-19 di rumah sakit Kota Quintanar del Rey, Spanyol.
Ia menjelaskan pada tanggal 19 Maret ia sudah mulai merasakan gejala itu. Usai dites akhirnya hasilnya keluar pada tanggal 23 Maret bahwa dirinya positif virus corona.
Serrano mengatakan pada hari yang sama pula, di saat ia masih kaget dengan kondisi yang tidak diinginkan itu, justru pemilik flat menyuruhnya pergi dari flat.
Padahal teman-teman di flatnya tidak mempermasalahan hal itu. Karena sudah ada kesepakatan untuk menggunakan dapur dan toilet secara bergantian.
Bahkan ia juga mendisinfeksi ruangan itu setelah ia gunakan. Selain itu ia juga hanya menggunakan satu kamar mandi khusus.
Tapi ternyata pemilik flat bersikeras mengusir perawat itu secara paksa. Padahal di saat kalut seperti itu, Serrano merasa sangat ketakutan.
Ia berusaha menjelaskan kepada pemilik flat bahwa ia akan segera pergi namun tidak dalam waktu dekat. Pemilik flat itu pun tetap menekan Serrano supaya segera berkemas dan pergi.
Untungnya, Serrano mendapat bantuan dari serikat perawat Satse dan Komunitas Madrid untuk mendapatkan tempat tinggal.
Serrano akhirnya tinggl di Hotel Colon di Madrid yang memang sudah berubah menjadi Gedung medis.
Perawat ini pun masih belum jelas akan mengambil tindakan hukum atau tidak. Pasalnya, salah satu kolega Serrano, yang juga positif Covid-19 mengalami hal serupa.
Bahkan temannya itu harus tidur beberapa malam di mobil karena diusir pemilik flat. Padahal temannya itu sedang dalam kondisi demam tinggi.
Hingga akhirnya ia bisa mendapatkan kamar di Marriot Auditorium Hotel yang juga berubah menjadi Gedung medis.