Pesawat Mendadak Dipakai Presiden, 150 Penumpang Dipaksa Turun & Telantar

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 25 September 2018 14:01
Pesawat Mendadak Dipakai Presiden, 150 Penumpang Dipaksa Turun & Telantar
Sebanyak 150 penumpang telantar selama 9 jam. Sementara di bandara tujuan, 100 penumpang yang menunggu pesawat itu juga telantar.

Dream - Nasib tragis dialami 150 penumpang pesawat Middle East Airlines. Para penumpang dipaksa turun karena pesawat yang mereka gunakan dipakai oleh Presiden Lebanon, Michel Aoun.

Dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa 25 September 2018, insiden itu terjadi di Lebanon, Senin kemarin. Pesawat tersebut seharusnya terbang dari Beirut menuju ke Kairo, Mesir.

Namun tiba-tiba pesawat itu dipakai oleh Presiden Aoun yang akan terbang ke New York, Amerika Serikat. Para penumpang dipaksa untuk turun dari pesawat. Sehingga mereka telantar selama sembilan jam di bandara.

Sementara di Kairo, 100 calon penumpang juga telantar. Mereka adalah calon penumpang yang menunggu pesawat tersebut untuk terbang dari Kairo ke Beirut. Karena pesawat tak datang, nasib mereka tak jelas.

1 dari 1 halaman

Maskapai Meminta Maaf

Insiden ini menjadi viral di sosial media. Sebuah posting di sosial media menyebut pesawat itu bergabung dengan tiga pesawat lain untuk mengantar rombongan Presiden Aoun yang hendak menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB di New York.

Anggota parlemen Lebanon, mengecam keras kejadian ini. Dia melempar sindiran kepadaa Presiden Aoun. “ Bapak bagi semua orang, menurunkaan semua orang dan terbang.”

Menurut Al Arabiya, maskapai Middle East Airlines telah meminta maaf kepada para penumpang. “ Permintaan maaf telah dikeluarkan untuk para penumpang yang terimbas penundaan,” demikian pernyataan Middle East Airlines, sebagaimana dikutip Alaraby.co.uk.

Beri Komentar