PMK Mewabah Jelang Idul Adha, Pengelolaan Hewan Kurban Diawasi Dokter

Reporter : Dwi Ratih
Sabtu, 25 Juni 2022 06:30
PMK Mewabah Jelang Idul Adha, Pengelolaan Hewan Kurban Diawasi Dokter
Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah menetapkan dua provinsi sebagai daerah wabah, yakni Jawa Timur dan Aceh.

Dream — Di tengah persiapan umat Islam menyambut datangnya Idul Adha yang diperkirakan dua minggu mendatang, masyarakat dicemaskan dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyakit ini menyerang binatang berkuku genap atau belah seperti sapi, kambing, dan domba yang selama ini digunakan sebagai hewan kurban.

Pemerintah telah menetapkan dua provinsi sebagai daerah wabah PKM yakni Jawa Timur dan Aceh.

" Namun, musibah ini tak boleh menyurutkan semangat umat Islam untuk tetap berkurban," ajak Presiden Global Qurban-ACT, Mukhti dikutip dari ACT.ID.

Menanggulangi wabah PMK, Global Qurban-ACT berupaya mengantisipasinya dengan mengelola hewan kurban secara intensif, termasuk yang selama ini diternakkan di Lumbung Ternak Wakaf. Hewan-hewan ternak akan terus berada di bawah pengawasan tim dokter hewan.

1 dari 4 halaman

Wabah disebabkan virus

" Dengan ini, Global Qurban-ACT berupaya menjaga kualitas hewan kurban yang dagingnya akan kami sampaikan ke saudara-saudara kita yang berada di berbagai penjuru negeri ini,” tambah Mukhti.

Sementara itu, Koordinator Pengawasan dan Pengamanan Produk Hewan dari Kementerian Pertanian Imron Suandi menjelaskan bahwa PMK disebabkan oleh virus.

Ilustrasi© shutterstock

Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan, papar Imron, PMK sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia. Sebab, virus ini hanya menular di antara hewan berkuku belah.

" Jadi tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusianya," ujarnya.

Berdasarkan riset tersebut, Imron mengimbau, masyarakat tidak perlu panik meski penyakit ini tengah mewabah di sejumlah daerah yang menular ke ribuan hewan ternak.

2 dari 4 halaman

Bisa beli hewan kurban secara online

Imron juga menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menimalisasi hewan terinfeksi oleh virus PMK. Salah satunya, mengoptimalkan pemanfaatan rumah potong hewan (RPH) yang sudah disediakan pemerintah setempat.

" Sebab, biasanya di RPH itu sudah ada dokter hewan yang memantau kesehatan hewan-hewan kurban. Selain itu kebersihan sanitasi juga dijaga dengan sangat baik, dengan penyemprotan desinfektan secara berkala yang mampu membunuh virus" jelasnya.

Ilustrasi© shutterstock

Selain itu, Imron menekankan pentingnya berkurban secara online di situasi merebaknya wabah PMK. Karena dengan langkah itu, seperti yang disediakan Global Qurban, arus mobilisasi ternak dapat diperkecil.

Hal ini berguna untuk memutus mata rantai penyebaran virus di antara para ternak.

Tapi jika kamu ingin tetap membeli hewan kurban secara langsung, bisa kunjungi kantor cabang ACT yang tersedia di berbagai wilayah di Indonesia.

3 dari 4 halaman

Jelang Idul Adha di Tengah Wabah PMK, Menag Yaqut Jelaskan Hukum Kurban: Sunah, Bukan Wajib

Dream - Menjelang Idul Adha di tengah kondisi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa hukum berkurban sunah muakad, bukan wajib. Maka jika ada kondisi yang membuat kurban tidak bisa dilakukan, umat tidak boleh memaksakannya.

“ Yang utama adalah perlu disampaikan, hukum kurban itu adalah sunnah muakkad, sunah yang dianjurkan, jadi bukan wajib. Artinya, jika dalam kondisi tertentu kurban ini tidak bisa dilaksanakan maka kita tidak boleh memaksakan, akan dicarikan alternatif yang lain tentu saja," kata Menag Yaqut dalam keterangannya, Rabu 23 Juni 2022.

Hukum Kurban Online Menurut Para Ulama

 

4 dari 4 halaman

Yaqut menambahkan, menjelang Idul Adha pada Juli mendatang, kebutuhan hewan ternak terutama sapi dan kambing akan meningkat.

Namun, karena saat ini terdapat persebaran wabah PMK di Indonesia, Kementerian Agama akan menerbitkan peraturan baru mengenai kurban hewan ternak.

Menag juga akan berkoordinasi dengan ormas islam atau organisasi masyarakat keagamaan untuk bersama-sama menyampaikan ke masyarakat mengenai mengenai pelaksanaan kurban di tengah wabah PMK.

Sentra Ternak Dompet Dhuafa Bantu Distribusikan Daging Kurban untuk Para Penerima

“ Dalam satu dua hari ini kita akan segera koordinasikan dengan ormas-ormas Islam agar bisa disampaikan kepada masyarakat, kepada publik apa hukumnya kurban dan bagaimana kurban dalam situasi seperti sekarang dimana wabah PMK ini sedang menjangkiti Indonesia,” jelas Yaqut.

Kemenag juga akan mengikuti aturan dari Satuan Tugas Penanganan PMK yang dipimpin oleh Kepala BNPB Suharyanto.

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More