Polisi Beber 10 Perusahaan Cangkang ACT Diduga Ikut Gelapkan Donasi

Reporter : Okti Nur Alifia
Rabu, 27 Juli 2022 13:01
Polisi Beber 10 Perusahaan Cangkang ACT Diduga Ikut Gelapkan Donasi
Perusahan apa saja yang masuk sebagai perusahaan cangkang ACT? Berikut daftarnya.

Dream - Kasus penyelewengan dana umat oleh yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyeret sejumlah perusahaan yang diduga turut melakukan penggelapan dana donasi ACT. 

Dugaan tersebut diungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan menyebut, ada 10 perusahaan cangkang yang terafiliasi dengan ACT.

" Iya (ada 10 perusahaan cangkang)," kata Whisnu, Selasa, 27 Juli 2022.

Untuk keberlanjutannya, 10 perusahaan tersebut saat ini masih didalami. Seperti PT Sejahtera Mandiri Indotama dan PT Global Wakaf Corpora. " Masih didalami satu per satu, mohon sabar," jelas Whisnu.

Perusahan apa saja yang masuk sebagai perusahaan cangkang ACT? Berikut daftarnya.

Tercatat nama PT Sejahtera Mandiri Indotama, PT Global Wakaf Corpora, PT Insan Madani Investama, PT Global Itqon Semesta dan PT Trihamas Finance Syariah.

Kemudian PT Hidro Perdana Retalindo, PT Agro Wakaf Corpora, PT Trading Wakaf Corpora, PT Digital Wakaf Ventura, terakhir ada PT Media Filantropi Global.

1 dari 5 halaman

Tersangka ACT

Sebelumnya polisi telah menetapkan Ahyudin dan Ibunu Khadjar sebagai tersangka penyelewengan dana kemanusiaan ACT. Adapula Hariyana Hermain dan Novariadi Imam Akbari juga turut ditetapkan sebagai tersangka.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, para tersangka dikenakan Pasal Tindak Pidana Penggelapan Jabatan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

" Persangkaan pasal Tindak Pidana dan/atau Penggelapan dalam Jabatan dan/atau Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik dan Tindak Pidana Informasi dan/atau Tindak Pidana Yayasan dan/atau, Tindak Pidana Pencucian Uang sebagai mana dimaksud dalam pertama dalam Pasal 372 KUHP Dan 374 KUHP dan Pasal 45 A Ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1 UU 19 tahun 2019," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin, 25 Juli 2022.

2 dari 5 halaman

Terancam 20 Tahun Penjara

" Tentang perubahan UU 11 tahun 2008 tentang ITE, yang keempat Pasal 170 Jo Pasal UU 16 tahun 2001 sebagaimana telah diubah UU Nomor 8 tahun 2004 tentang perubahan UU Nomer 16 tahun 2001 tentang yayasan. Kemudian yang kelima, Pasal 3,4,6 UU tahun 2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dan yang terakhir UU Pasal 65 KUHP Jo Pasal 56 KUHP," sambungnya.

Sementara itu, Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf menyebut, para tersangka terancam hukuman penjara mencapai 20 tahun. " Ancaman penjara untuk TPPU 20 tahun, dan penggelapan 4 tahun," tutup Helfi.

Sebelumnya pihak ACT melalui Presiden Direktur, Ibnu Khajar telah membantah adanya penggelapan dana donasi nasabah di lembaganya. ACT bahkan buka-bukan soal penggunaan dana yang selama ini dihimpunnya. 

(Baca: Tegaskan Bukan Lembaga Zakat, ACT Buka-Bukaan Penggunaan Dana Donatur)

Dalam konferensi pers untuk membantah tudingan penggelapan dana di dalam lembaganya, Ibnu mengungkapkan ACT sejak 2017 hanya menggunakan dana untuk aokasi operasional sekitar 13,7 persen dari seluruh dana yang terhimpun.

Hingga akhir 2020 lalu, ACT melaporkan telah menghimpun dana dari masyarakat senilai Rp519,35 miliar. 

Sumber: Merdeka.com

3 dari 5 halaman

Terungkap! Ahyudin Eks Presiden ACT Terima Gaji Rp 400 Juta per Bulan

Dream - Polisi mengungkap gaji mantan Presiden ACT (Aksi Cepat Tanggap) Ahyudin adalah Rp400 juta per bulan dan Presiden ACT Ibnu Khadjar Rp 150 juta tiap bulannya. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana umat oleh Yayasan ACT.

" Gaji sekitar Rp50-450 juta perbulan," kata Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf saat jumpa pers di Mabes Polri, dikutip dari Merdeka.com.

ementara itu, gaji dari dua tersangka lain dengan jabatan anggota pembina ACT yakni Hariyana Hermain dan dan Novariadi Imam Akbari menyentuh nilai Rp50 sampai Rp100 juta.

" Rinciannya A (Ahyudin) Rp400 juta, IK (Ibnu Khadjar) Rp150 juta, HH (Hariyana Hermain) dan NIA Rp50 juta dengan Rp100 juta," bebernya.

4 dari 5 halaman

Sebelumnya Ibnu Khadjar sempat mengungkap gaji yang diterima Ahyudin. Nilainya Rp250 juta hanya di awal 2021 saat jumpa pers di Kantor ACT, Senin 4 Juli 2022 lalu.

" Tidak berlaku permanen," katanya.

Ahyudin juga sempat buka suara soal nominal gajinya yang berjumlah fantastis tersebut. Menurutnya, gaji atau tunjangan (remunerasi) yang diterimanya kala itu adalah akumulasi gaji dari banyak lembaga bukan hanya dari ACT.

" Total remunerasi atau gaji yg diterima merupakan akumulatif dari banyak lembaga. ACT hanyalah salah satu dari sekian banyak lembaga yg pernah saya pimpin," kata Ahyudin kepada wartawan, Selasa, 5 Juli 2022.

5 dari 5 halaman

Ahyudin membeberkan sumber pendapatan dia selain dari ACT ada lembaga lain seperti Global Wakaf, Global Zakat, Global Qurban, MRI, DMIII (Disaster management institute of Indonesia).

Lalu di bawah Global Wakaf juga masih banyak lembaga lainnya yakni, lumbung ternak wakaf, lumbung beras wakaf, lumbung air wakaf dan lain-lain.

" Semua lembaga-lembaga tersebut dibawahi oleh satu holding berlegal perkumpulan yaitu GIP (Global Islamic Philanthropy) di mana saya menjadi presidennya," tuturnya.

Beri Komentar