Jakarta PSBB, Ojol Tetap Diperbolehkan Angkut Penumpang

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 13 September 2020 17:22
Jakarta PSBB, Ojol Tetap Diperbolehkan Angkut Penumpang
"Motor berbasis aplikasi boleh mengangkut barang dan penumpang dengan protokol kesehatan yang lengkap"

Dream - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total selama 14 hari, ojek online masih diperbolehkan mengangkut penumpang.

" Motor berbasis aplikasi boleh mengangkut barang dan penumpang dengan protokol kesehatan yang lengkap," ungkap Anies melalui YouTube Pemprov DKI, Minggu 13 September 2020.

Sedangkan, untuk kendaraan pribadi maksimal hanya diizinkan dalam satu baris bangku untuk dua orang. Terkecuali kendaraan yang diisi penumpang domisili satu rumah, bisa menggunakannya secara maksimal.

 

1 dari 5 halaman

Sebagai informasi, selama pemberlakuaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada bulan April lalu, layanan ojol dilarang mengangkut penumpang dan hanya diperbolehkan untuk mengantar barang.

Hal tersebut berdasarkan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19.

Penerapan PSBB total pada 14 September besok, mengacu pada Pergub Nomor 88 Tahun 2020 terkait Perubahan Pergub Nomor 33 tahun 2020 Tentang PSSB. Pergub Nomor 88 Tahun 2020, diterbitkan tanggal 13 September 2020 lalu.

Pada dasarnya, prosedur PSBB total kali ini masih sama dengan PSBB sebelumnya yang berlaku pada 10 April hingga 4 Juni 2020 lalu.

2 dari 5 halaman

Jakarta PSBB Lagi, Warga Positif Covid Tak Boleh Isolasi Mandiri

Dream - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyampaikan salah satu teknis pelaksanaan Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB )kedua  di Jakarta. Salah satu teknisnya, terkait penanganan pasien yang memiliki gejala ringan.

Warga DKI yang sudah positif Covid-19 dan hanya menunjukkan gejala ringan sebelumnya diminta untuk isolasi mandiri di rumah. Kini, isolasi mandiri tak diperbolehkan lagi.

Pasien positif Covid-19, baik tanpa gejala maupun dengan gejala ringan wajib diisolasi di tempat yang telah disediakan oleh Pemprov DKI.

" Isolasi secara terkendali di tempat yang ditetapkan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konfersi pers YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu 13 September 2020.

 

 

3 dari 5 halaman

Anies menjelaskan, kebijakan pelarangan isolasi mandiri di rumah diambil untuk memperkecil kemungkinan penularan di rumah. Sebab, jika yang positif di rumah tinggal akan berpotensi memperbanyak penularan di kluster rumah.

" Isolasi mandiri di rumah harus dihindari, karena berpotensi penularan di kluster rumah. Tidak semua memiliki pengalaman menjaga agar keseharian tidak menularkan pada orang lain," ungkapnya.

Bila ditemukan kasus pasien positif yang enggan menjalankan isolasi di tempat yang telah ditentukan, Anies mengatakan, petugas kesehatan dan tim penegak hukum Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penjemputan.

" Bila ada kasus, tapi menolak diisolasi, maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan dan penegak hukum," ucapnya. (mut)

4 dari 5 halaman

Sah! DKI Jakarta Terapkan PSBB Senin 14 September

Dream - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, resmi mengumukan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di ibu kota, Senin 14 September 2020. PSBB  diberlakukan sebagai upaya menekan laju angka Covid-19.

Pertimbangan kebijakan ini, lantaran kasus Covid-19 di DKI Jakarta belum menunjukan penurunan.

© Dream

" Kita memasuki pembatasan yang berbeda dengan masa transisi kemarin," kata Anies saat mengumumkan pemberlakuan PSBB DKI Jakarta melalui akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu 13 September 2020.

 

5 dari 5 halaman

Anies mengatakan, kasus Covid-19 di DKI sangat dinamis, dimana jumlah kasus aktif menurun, namun ada juga masanya jumlah kasus aktif meningkat.

" Ini menunjukkan kita harus kompak. Sisi pemerintah mengerjakan testing, tracing, isolasi dan treatment. Sedangkan dari sisi masyarakat masker, mencuci tangan rutin, dan menjaga jarak. Kekompakan ini dipelrukan sekali, kata Anies.

Anies sebelumnya menyatakan, kasus Covid-19 di DKI Jakarta sangat mengkhawatirkan. Tambahan kasus harian mencapai 1.000 kasus dalam kurun waktu 24 jam.

DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia terbanyak saat ini. (mut)

 

Beri Komentar