Pada Momen Ini Bharada E Akan Dipertemukan dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Reporter : Okti Nur Alifia
Minggu, 28 Agustus 2022 10:50
Pada Momen Ini Bharada E Akan Dipertemukan dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi
Selain itu dua tersangka lainnya, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo, Kuwat Maruf, juga hadir.

Dream - Rekonstruksi pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, akan digelar pada Selasa 30 Agustus 2022.

Polri akan menghadirkan lima tersangka pada gelar rekonstruksi tersebut. Jika benar, maka ini momen pertama kalinya Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Bharada E alias Bharada Richard Eliezer Pudihang, bertemu di waktu bersamaan.

Selain itu dua tersangka lainnya yang dihadirkan, yakni Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo, Kuwat Maruf.

" Dengan menghadirkan seluruh tersangka lima orang, yang sudah ditetapkan tersangka terkait kasus 340 subsider, 338 KUHP, jo 55 dan 56 KUHP," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, dikutip dari Merdeka.com, Minggu 28 Juli 2022.

Dedy menjelaskan rekonstruksi ini dibutuhkan untuk memperjelas konstruksi peristiwa tragedi berdarah saat itu. " Dari Dirtipidum menyampaikan untuk memperjelas konstruksi hukum dan peristiwa yang terjadi," jelas Dedi.

1 dari 4 halaman

Hadirkan Jaksa Penuntut Umum

Selain tersangka, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga direncanakan turut diundang untuk menyaksikan jalannya rekonstruksi secara langsung. Agar proses pemberkasan perkara bisa segera selesai dan dinyatakan lengkap (P21) untuk ke persidangan.

" Agar JPU mendapat gambaran yang lebih jelas dan sama dengan fakta-fakta dan keterangan para tersangka dan saksi di BAP agar berkas bisa segera P21," tuturnya.

Kemudian untuk memastikan proses rekonstruksi berjalan transparan. Dua lembaga eksternal juga akan diundang yakni Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

2 dari 4 halaman

LPSK Siap Kawal Bharada E

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan perlindungan kepada Bharada E yang saat ini masih menjadi justice collaborator.

" Jika memang akan dilakukan rekon dan dihadirkan, maka yang bersangkutan tentu akan mendapatkan pengamanan dan pengawalan dari kami," kata Juru Bicara LPSK, Rully Novian.

Oleh karena itu pihak LPSK sendiri segera menjalin komunikasi dengan penyidik tim khusus (timsus) Polri untuk mengantisipasi potensi ancaman yang membahayakan keselamatan Bharada E.

" Tentu ada teknis-teknis yang bisa di koordinasikan dengan penyidik," ujar dia.

 

3 dari 4 halaman

Laporan Pelecehan Dihentikan, Istri Fredy Sambo Kukuh Jadi Korban Brigadir J

Dream - Beberapa waktu lalu, Kepolisian memutuskan untuk menghentikan laporan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan mendiang Brigadir J. Rupanya, saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J, Putri bersikukuh kalau ia merupakan korban.

Pelecehan oleh Brigadir J, disebut Putri Candrawathi terjadi di Magelang, Jawa Tengah. Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum istri Ferdy Sambo itu, Arman Haris.

" Putri juga menjelaskan dalam pemeriksaan bahwa beliau adalah korban tindakan asusila atau kekerasan seksual dalam perkara ini," kata Arman kepada wartawan, Sabtu, 27 Agustus, dini hari, dikutip dari Merdeka.com.

Arman menyampaikan bahwa keterangan sebagai korban pelecehan yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah itu pun telah tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak Jumat 26 Agustus 2022.

" Dan keterangan klien kami juga sudah dicatat oleh penyidik dalam BAP tersebut, sekaligus penjelasan kronologis kejadian yang terjadi di Magelang," kata Arman.

Ia mengatakan bahwa istri Fredy Sambo itu secara konsisten telah menjawab sekitar 80 pertanyaan yang diajukan penyidik. Termasuk dengan pasal yang dipersangkakan sampai dengan peran Putri dalam kasus kematian Brigadir J.

" Berdasarkan klien kami dalam BAP dugaan tersebut tidaklah akurat. Dan telah dijelaskan klien kami secara konstruktif kepada penyidik," ujarnya.

 

4 dari 4 halaman

Atas hal itu, Arman mengatakan bawah pihaknya mempunyai keyakinan bahwa dalam perkara ini akan terkuak kejadian yang sebenarnya, ketika perkara ini telah naik ke persidangan.

" Akan semakin jelas dan terang, saatnya nanti dalam persidangan akan dibuktikan," sebutnya.

Putri juga telah dijadwalkan bakal kembali menjalani pemeriksaan kedua Rabu 31 Agustus 2022 mendatang. Para tersangka juga akan menjalani rekonstruksi kejadian yang bakal digelar pada Selasa 30 Agustus 2022.

" Selanjutnya seperti teman-teman sudah ketahui bersama pemeriksaan akan dilanjutkan hari Rabu, minggu depan. Tadi sudah dijelaskan Kadiv Humas, pemeriksaan nanti adalah pemeriksaan konfrontir, hari Selasa ada rekonstruksi tadi sudah dijelaskan," kata Arman.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar