Kisah Cleaning Service Sukses Dirikan WhatsApp

Reporter : Ayik
Senin, 27 Oktober 2014 15:03
Kisah Cleaning Service Sukses Dirikan WhatsApp
Bersama Alex FIishman, koum merencanakan sebuah aplikasi baru yang diberi nama WhatsApp. Tepat januari 2009 di California, WhatsApp resmi didirikan.

Dream - Siapa sangka perjalanan hidup pendiri WhatsApp dulunya hanyalah seorang tukang bersih-bersih supermarket alias cleaning service. Jan Koum, pria asal pinggiran kota Kiev, Ukraina dan berasal dari keluarga yang tergolong kurang mampu.

Saat usianya 16 tahun Koum memutuskan untuk pindah ke Amerika dan mengejar semua cita-cita yang telah diimpikan. Meski miskin, Koum berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMA Mission Viejo, California dan lulus dari San jose University.

Ia harus menelan pahitnya kehidupan saat mengetahui sang ibu didiagnosa kanker. Koum berusaha untuk bertahan dan bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young. Namun hal itu tidak bertahan lama karena ia lebih memilih keluar dan meneruskan belajar programming secara otodidak.

Koum mulai menapaki peningkatan dalam hidupnya saat bekerja di Google sebagai teknisi infrastruktur. Perkenalannya dengan Brian Action di Ernst & Young membawanya menjadi engineer di Yahoo dan bertahan selama 10 tahun di sana.

Ia juga sempat ditolak bekerja di Facebook saat popularitas situs sosial media itu kian meroket. Bersama Alex FIishman, Koum merencanakan sebuah aplikasi baru yang diberi nama WhatsApp. Tepat januari 2009 di California, WhatsApp resmi didirikan.

Hal yang mengejutkan pun terjadi lagi, perusahaan yang dulu pernah menolaknya bekerja kini justru membeli aplikasi yang dibuat, dihargai cukup tinggi yakni 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 224 triliun. Ia sungguh tak menyangka ia kini dapat berdiiri di puncak kesuksesannya.

Rasa sedih menyelimuti Koum saat mendatangi kembali tempat tinggalnya 17 tahun silam. Dimana masa-masa susah ia alami bersama keluarga khususnya sang ibu. Ia mengenang semua pengorbanan yang telah dilakuakn sang ibu untuknya. Sayang saat ia menapaki kesukseaan ibu tak lagi bersamanya, ibu telah pergi karena kanker yang dideritanya.

Penasaran dengan kisah sukses pendiri WhatsApp? Yuk simak kisahnya Baca di sini  (Ism)

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar