Ibu Dan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Sering merasa frustasi ketika anak tidak patuh pada perintah? Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Begitulah kira-kira kondisinya. Seringkali yang muncul malah emosi yang tak terkendali saat menghadapi buah hati.
Perlu diketahui pada anak balita, mereka mencerna perintah dengan cara yang berbeda dari orang dewasa. Seringkali anak belum mengerti instruksi atau perintah yang diberikan. Efeknya
mereka merasa bingung dan tak fokus, lalu orangtua menganggapnya anak tak mau mendengarkan.
1. Perintah kita bukanlah prioritas mereka
Bagi mereka, satu-satunya hal yang menjadi prioritas adalah bermain. Jangan tergesa-gesa dalam memberi perintah. Dekati anak, tatap mata dan fokuslah saat berbicara dengannya. Cara ini sangat membantu anak untuk fokus mendengarkan dan mengerti apa yang dibicarakan orangtuanya.
2. Terbiasa diancam
Sebagian anak baru menuruti perintah ketika orangtua sudah membentak atau mengancam. Padahal, dengan begitu anak akan selalu bergantung pada ancaman. Apabila hendak memberi
perintah, lakukan dengan dekat dan hangat sambil menyentuh pundaknya. Pastikan fokus perhatian ada padanya.
3. Otaknya masih berkembang
Bagian otak yang disebut dengan frontal contex masih sedang berkembang pada usia kanak-kanak. Semasa pertumbuhannya, ia akan belajar untuk memisahkan mana prioritas dan mana
keinginannya.
4. Anak merasa tidak 'terhubung'
Kurang perhatian bisa jadi merupakan penyebab si kecil menjadi tidak patuh. Ia merasa tidak terhubung dengan keluarga karena kesibukan masing-masing. Itu artinya, Anda harus
mempererat hubungan agar si kecil juga mau mendengar.
5. Protes
Secara alami, anak akan mengidolakan setiap orangtua apabila mereka mendidiknya dengan benar. Sebaliknya, anak tidak mengikuti kemauan orang tua apabila ada hal yang dirasa mengganggu psikologisnya.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Aha Parenting