Sepuluh Bali Baru

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 22 September 2018 11:00
Sepuluh Bali Baru
Jokowi bangun sepuluh destinasi baru wisata. Infrastuktur dikebut. Gencar promosi ke manca Negara. Inilah denyut perubahan di sejumlah daerah itu.

Dream - Pesta rakyat itu berlangsung meriah. Ribuan orang menyemut di jalan. Tua dan muda. Laki dan perempuan. Barisan mengular hingga ratusan meter. Pemuda pemudi berseragam putih, berpeci hitam, memimpin barisan paling depan. Membawa merah putih raksasa. Rombongan budaya rapih berbaris di belakang mereka.

Dan pementasan itu pun dimulai. Diawali dengan pertunjukan seni. Tetabuhan mengalun mengiring para penari. Tari Lima Puak dimainkan. Rancak. Dilanjutkan Tari Sembilan Cawan. Gerakan yang serempak dan menawan.

Di atas panggung berlapis karpet merah itu, Presiden Joko Widodo berdiri. Berjas hitam. Dari bahu menjuntai Ulos Ragidup Sirara, kain khusus bangsawan Sumatera Utara. Didominasi kelir merah, kombinasi hitam dan putih. Di kepala, bertahta Tali Tali. Itu mahkota khas Batak Toba.

Tak ada podium di situ. Jokowi, begitu dia disapa, berbicara singkat di depan mikrofon. Memberi sambutan. Setelah itu, dia menerima dua stik. Pemukul alat musik. Diiringi hitungan satu sampai tujuh dalam dalam bahasa lokal. Jokowi memukul taganing. Itu gendang khas Batak Toba. Barulah iring-iringan budaya itu bergerak.

Kemeriahan di Balige Samosir, 21 Agustus 2016 itu, adalah tabuhan awal dari sebuah rencana besar pemerintahan Jokowi. Membangun destinasi baru wisata Indonesia. Ada sepuluh destinasi baru itu. Menyebar di sejumlah wilayah Indonesia. Dan, acara yang dikemas dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba itu, digelar dalam rangka menobatkan Toba sebagai salah satu destinasi itu.

Terletak di Sumatera Utara, Danau Toba sungguh pantas menjadi satu dari sepuluh “ Bali baru” itu.” Alamnya permai dan elok. Budaya dan adat istiadat yang ramah. Semua itu memikat ribuan pelancong untuk datang. Pelancong lokal. Turis dari manca Negara. Denyut parawisata itu, tentu saja bisa mengenjot ekonomi masyarakat.

Lihatlah Bali. Jutaan orang datang ke sana saban tahun. Badan Pusat Statistik mencatat, sepanjang tahun lalu Pulau Dewata itu dikunjungi 4,92 juta turis. Para pelancong sebanyak itu menopang kehidupan banyak orang. Dari desa sampai kota. Hasil pertanian, laut, kerajinan, dan jasa laku dijual.

Kue bisnis parawisata ini, bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Pengusaha kaya bisa mendirikan hotel. Bikin restoran. Pengrajin merajut cendramata. Beras, sayur, ternak, ikan, dan kain tradisional laku dijual. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton kemajuan di tanah leluhur mereka.

Danau Toba

Danau Toba (Shutterstock.com)

Samosir yang mulai berderap membuktikan kekuatan bisnis parawisata itu sampai ke bawah. Mari melihat saat Jokowi ke Samosir itu. Setelah turun dari kapal, dia tak menumpang mobil. Dari feri itu Jokowi blusukan. Masuk ke gang-gang sempit. Pada sejumlah gang berjajar lapak pedagang. Menjaja barang-barang kerajinan. Kain Ulos, tas, dompet, kaos, hingga topi ramai dijual. Dan semua barang itu buatan warga di situ. Mereka jugalah yang menjual.

Dan bukan hanya souvenir, bisnis kuliner juga menggeliat. Banyak kedai makanan muncul. Tidak mewah tapi bersih. Tentu saja, jika pelancong kian banyak, ekonomi rakyat itu kian berdenyut.

1 dari 2 halaman

'Surga' di Indonesia

Selain Danau Toba itu, sembilan daerah lain yang sedang berderap adalah Tanjung Kelayang di Bangka Belitung. Tanjung Lesung di Banten. Kepulauan Seribu di Jakarta. Juga kawasan Borobudur di Jawa Tengah.

Masuk juga pada daftar itu adalah kawasan Bromo, Tengger, dan Semeru di Jawa Timur. Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Dan Morotai di Maluku Utara.

Sepuluh tempat ini dipilih karena menyimpan begitu banyak potensi. Keindahan laut, gunung, budaya, serta kisah sejarah yang mengejutkan. Dengarlah cerita tentang Danau Toba itu. Danau ini terbentuk akibat letusan raksasa 75 ribu tahun silam.

Luas danau itu lebih dari seribu meter persegi. Air sedalam limaratus meter. Pada pinggir danau, turis bisa menikmati keindahan danau dengan kano, motor boat, berenang, dan bermain ski air.

Wakatobi

Wisata bawah laut di Wakatobi (Shutterstock.com)

Dikitari tujuh kabupaten. Toba kaya budaya. Siapa yang tak kenal dengan Tortor. Tarian legendaris orang Batak. Dan, Anda pasti tahu Ulos. Kain tenun yang dipakai Jokowi dalam karnaval Agustus 2016 itu.

Dan jika Anda datang ke sana, cobalah mampir ke Samosir. Pulau dengan sejarah yang jauh dari jaman purba, yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik itu. Naiklah ke atas bukit. Anda akan menemukan alam yang eksotis. Air biru yang “ mengepung” pulau hijau.

Pulau itu dihuni Suku Batak Toba. Dan cobalah singgah ke Siallagan, kampung kuno berpagar bebatuan. Ada museum Batak di situ. Juga makam para raja, leluhur pulau itu. Dan semua itu Anda bisa nikmati sembari melihat danau biru.

Jika Anda benar-benar jatuh cinta pada laut biru, cobalah berkunjung ke sejumlah lokasi berikut ini. Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Mandalika, Morotai, dan Labuan Bajo. Tempat di mana laut dan pantai bisa memanjakan mata.

Jika Thailand punya Pukhet, pantai dengan rangkaian pulau karang yang indah, maka Bangka Belitung punya Tanjung Kelayang. Bumi Laskar Pelangi itu memiliki semua hal untuk disebut eksotis. Lihatlah hamparan batu-batu granit raksasa itu. Mirip museum megalitikum. Bersusun membentuk lapisan nan elok. Salah satu ikonnya adalah Batu Garuda. Batu-batu raksasa yang tersusun bak kepala Burung Garuda.

Bila Anda pemburu sunset, silahkan datang ke Tanjung Lesung. Pantai indah di ujung barat Pulau Jawa itu. Selain bisa melihat “ mentari yang pulang,” kita juga bisa snorkling dan diving di sana. Resort-resort indah tumbuh subur sekian tahun belakangan. Dan bagi pasangan muda yang berbulan madu, pergilah pulau ini, Liwungan.

Di Jakarta, ada Kepulauan Seribu. Tempat yang cocok untuk diving. Menyelam. Atau sekadar snorkling. Keindahan bawah laut utara Ibukota ini memikat banyak pelancong pada akhir pekan. Bagi yang tak bisa berenang, jangan khawatir. Anda bisa mengunjungi akuarium di bawah laut. Di situ mata Anda akan dimanja.

Lalu mari kita ke Wakatobi. Di provinsi Sulawesi Tenggara. Kalau Anda senang menyelam, Anda akan melihat “ surga” terumbu karang yang tersembunyi di sana. Kawasan itu sudah ditetapkan sebagai Taman Nasional. Luasnya 1,3 juta hektar. Memiliki sekitar 750 koral. Para pelancong dari banyak Negara datang ke sana, karena terpikat dengan dunia di bawah laut itu.

Dan para pemburu pemandangan dari berbagai negara, umumnya juga tidak akan melewatkan Morotai, jika ingin melihat keindahan bawah laut. Morotai adalah pulau bersejarah. Tempat Jenderal Douglas MacArthur membangun kekuatan tempur merebut Filipina dari Jepang dalam Perang Pasifik pada Juli 1944.

Menghadap langsung ke Samudera Pasifik, Morotai menyediakan begitu banyak tempat menyelam yang indah. Lebih dari dua lusin. Dan jika Anda suka sejarah, cobalah berkunjung ke museum Perang Dunia II. Pada masa perang itu, Morotai adalah gudang berbagai perlengkapan tempur tentara Sekutu.

Lalu singgahlah di pesisir Pulau Posiposi-Rao. Itu masih di Morotai juga. Ada batu unik di situ, namanya Batu Kopi. Sebuah karang besar yang kokoh di pesisir. Legam kecokelatan. Bagian bawah bolong. Di atasnya hidup satu dua tumbuhan perdu. Dan di tempat itu, pada saat-saat tertentu, Anda akan menghirup aroma kopi segar. Sampai sekarang belum ada penelitian ilmiah yang menjelaskan fenomena misterius ini.

Ingin ingin melihat bagaimana laut dan himpunan pulau membentuk landscape yang menawan? Datanglah ke Taman Nasional Komodo. Di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Tempat “ the real jurasic park” menantang nyali. Hewan buas dari jaman purba, Komodo.

Anda punya banyak pilihan di sana. Begitu mendarat di Labuan Bajo, Anda bisa ke Pulau Komodo, Rinca, Gili Motang, Bidadari, atau Pulau Padar. Sebuah bukit di Padar itu, sudah sohor sebagai tempat foto paling memukau, dengan latar belakang gugusan batu, pantai, dan laut yang indah.

Sejumlah pesohor sudah pernah berdiri di bukit Padar itu. Lalu memamerkan foto-foto mereka di sejumlah akun media sosial. Januari lalu, misalnya, pembalap ternama dunia Valentino Rossi berlibur sepekan di Labuan Bajo. Dia juga sempat ke Pulau Padar. Foto dibukit. Lalu membagi ke seluruh dunia via akun Instagram.

Bromo

Wisata Gunung Bromo (Shutterstock.com)

Dua pekan lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, juga mencapai bukit Padar itu. Dia memajang foto bersama Komodo dan foto di bukit Padar di akun Facebook. Si cantik Gwyneth Paltrow dari Hollywood juga pernah ke sana. Sejumlah artis nasional juga ramai datang. Kawasan si kadal raksasa itu memang kian sohor setelah dinobatkan sebagai The New 7 Wonder.

Tak jauh dari Labuan Bajo. Di sebelah barat. Di Pulau Lombok, ada Pantai Mandalika. Berhimpit dengan Bali, pantai ini tak kalah eksotis. Pantai berpasir putih membentang hampir 16 kilometer. Pembatas laut biru dengan perbukitan hijau. Lantaran begitu indah, banyak orang menyebutnya sebagai “ negeri dongeng.”

Setelah melihat sejumlah pantai itu, marilah kita melihat gunung. Ke kawasan Bromo, Tengger, dan Semeru di Jawa Timur. Taman nasional ini berada di empat kabupaten. Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan. Gunung Semeru adalah tantangan bagi para pendaki.

Bromo dan Tengger memang agak unik. Anda bisa menemukan eksotisme lain di sini. Hamparan pasir vulkanik. Dan pesona dari matahari terbit dan tenggelam. Masyarakat Tengger dengan kebudayaan adiluhung menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai upacara adat telah jadi primadona para pelancong.

Lalu lihat Borobudur, yang juga masuk dalam daftar pemerintah itu. Siapa tak kenal candi di Magelang, Jawa Tengah, ini. Dibangun zaman kerajaan Mataram Kuno. Keindahan Borobudur mampu menghipnotis begitu banyak orang dari berbagai Negara.

2 dari 2 halaman

Gerak Cepat

Pemerintahan Jokowi tampaknya bergerak cepat membenahi sepuluh destinasi baru itu. Pembangunan infrastuktur dikebut. Bandara yang ada dipercantik. Landas pacu diperpanjang. Jalan diperlebar dan dilapisi aspal. Semua itu dilakukan demi memudahkan akses. Para menteri diperintahkan bergerak cepat.

Saat berkunjung ke Danau Toba itu, Jokowi memboyong begitu banyak pejabat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menko Perekonomian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Para pejabat itu diajak untuk menjawab keperluan Danau Toba.

Dia memerintahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya, untuk menyediakan kapal feri. Jokowi memang mendapat laporan bahwa armada kapal di Toba sangat minim. “ Ferinya kurang. Tahun ini disiapkan ferinya. Feri yang paling baik,” ujar Jokowi.

Labuan Bajo

Labuan Bajo (Shutterstock.com)

Akses menuju sepuluh destinasi itu juga dibuka seluas-luasnya. Coba lihat Silangit. Bandara terdekat dari Danau Toba. Di sana Anda akan melihat pesawat yang hilir mudik dari Silangit ke sejumlah kota, termasuk Singapura.

Dan bukan hanya bandara, jalan-jalan juga diperlebar. Jalan lingkar Danau Toba sepanjang 360 kilometer telah dibangun. Investor China juga siap kucurkan Rp134 triliun untuk bangun rel kereta dari Medan ke Danau Toba.

 

Lihat pula di Labuan Bajo. Bandara Komodo sudah dipermak. Dipercantik dan menjadi lebih moderen. Kapasitas diperbesar. Terminal bandara itu kini mampu menampung lebih dari lima ratus penumpang. Sebelumnya hanya sekitar dua ratus.

Landas pacu diperpanjang. Menjadi 3.300 meter. Sekarang tak hanya pesawat ATR. Jet Boeing pun bisa mendarat di sana. Bila sebelumnya Anda hanya bisa ke sana dengan transit di Bali, kini Garuda sudah terbang langsung dari Jakarta. Di Labuan Bajo itu, juga akan dibangun Marina dan home port cruise. Tempat sandar kapal pesiar.

Pembangunan juga dikebut di beberapa destinasi yang lain. Semua tempat itu juga rutin menggelar festival. Saban tahun.

borobudur

Borobudur (Shutterstock.com)

Jokowi sungguh menyadari bahwa air bah pariwisata bisa menggulung masyarakat lokal. Itu sebabnya, dia memacu masyarakat di sepuluh destinasi ini untuk membangun homestay. Tahun ini ditargetkan terbangun 20 ribu. Tahun depan 30 ribu. Tahun 2019 setidaknya 50 ribu homestay baru. Sehingga pada 2019 sudah tersedia 100 ribu homestay.

Selain membenahi sejumlah destinasi itu, pemerintah juga gencar melakukan promosi ke dunia internasional. Dengarlah pidato Jokowi saat berkunjung ke Hong Kong beberapa waktu lalu.

“ Anda semua tahu Bali, pulau surga kami yang terkenal itu. Dengan akses infrastruktur yang semakin baik, kami telah meluncurkan sebuah program yang disebut 'Sepuluh Bali Baru',” kata Jokowi.

Jalan menciptakan “ Sepuluh Bali Baru” itu tentu saja bisa mendongkrak devisa Negara. Lihatlah angka berikut ini. Dua tahun silam, pendapatan sektor ini mencapai US$12 miliar atau setara Rp159,9 triliun. Parawisata menempati posisi keempat setelah ekspor migas, batubara, dan kelapa sawit. Jumlah yang besar itu, mendorong pemerintah mematok target kunjungan wisatawan pada bilangan 20 juta, tahun 2019.

Beri Komentar