Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Delapan operasi berjalan sukses. Itulah kredit yang dimiliki oleh Ronald Melly. Tapi catatan itu tak membuatnya lolos dari jeratan hukum.
Ya, pria yang berpraktik di rumah sakit rujukan di Nandi County, Kenya, itu ditangkap polisi karena merupakan dokter palsu.
Kepala Petugas Kesehatan Kapsabet, Edward Serem, awalnya juga tak mengetahui latar belakang Ronald. Dia kerap menyerahkan laporan pasien-pasien yang menjalani operasi di tangan petugas medis palsu itu.
Dari sembilan pasien yang mendapat penanganan medis Ronald Melly, hanya ada satu yang mengalami kegagalan operasi dan meninggal antara 5 Juni hingga 14 Juli 2018.
" Selama operasi dia dan sekelompok dokter mengoperasi, ada satu pasien meninggal karena komplikasi stadium empat, namun bayi yang dikandung dapat diselamatkan," ujar Edward, dikutip dari Road To Medicine, Jumat 14 Desember 2018.

Gubernur Nandi, Cleophas Lagat, mengatakan bahwa daerah hanya menerima dokter yang disokong pemerintah nasional.
" Saya belum pernah melihat dokter palsu dan masyarakat seharusnya tidak menyalahkan pemerintah daerah karena dokter dipekerjakan oleh Kementerian Kesehatan. Saya telah mengarahkan bahwa staf kesehatan yang bekerja di daerah itu akan diperiksa,” ujar Lagat.
Komite Kesehatan Kenya yang dipimpin oleh Norbert Maiyo meminta pemerintah untuk melatih Ronald dan berharap dia dapat terus bekerja. Sebab, sebelumnya Ronald tidak pernah mendapat pelatihan kesehatan.
Selain pemerintah yang terkejut, keluarga juga tidak menyangka Ronald bekerja sebagai dokter. Keluarganya mengira, Ronald bekerja di kantor umum, tetapi bukan sebagai dokter karena dia tidak pernah mengikuti pelatihan medis.
" Karena dia terlihat berkomitmen untuk menjadi dokter, biarkan pemerintah mensponsorinya untuk berlatih sebagai dokter medis atau petugas klinis," kata Tuwei, pamannya.
Setelah kejadian ini Nandi County meminta pemerintah daerah untuk mengaudit 800 staf kesehatan di daerah dan menyerahkan laporannya dalam waktu 60 hari.
" Ketika pemerintah daerah dan dewan layanan masyarakat daerah menyelesaikan pemeriksaan semua staf medis, pejabat daerah atas yang terlibat dalam perekrutan dan penempatan dokter palsu akan dipaksa mengundurkan diri karena mengacaukan hidup pasien," ujar dewan wilayah, Josephat Tarbei.
Tarbei telah meminta Direktur Investigasi Kriminal untuk menyelidiki kasus ini.
Laporan: Ava Haprin