Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dalam literatur Islam, dikenal seorang sosok bernama Abu Nawas. Dia adalah seorang dengan tingkah kocaknya.
Banyak kisah seputar Abu Nawas yang membuat kita tertawa. Bahkan kita bisa sampai tertawa lepas sampai perut terasa dikocok.
Tetapi, di balik kisah-kisah jenaka Abu Nawas, tersimpan hikmah sangat luar biasa. Setiap celetukannya mengandung nasihat yang sangat berarti.
Sejatinya, Abu Nawas adalah sosok yang cerdas. Bahkan dia termasuk golongan sufi agung.
Abu Nawas menyusun syair yang indah. Isinya adalah doa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita. Hingga saat ini, syair tersebut masih sering dilantunkan.

Ilahi lastu lil firdausi ahla, wa la aqwa 'ala naril jahimi, wa habli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghofirudz dzambil 'adhimi.
Dzunubi mitslu a'dadir rimal, fa habli taubatan ya dzal jalali, wa 'umri naqishu di kulli yaum, wa dzambi zaidun kaifah timali.
Artinya,
" Tuhanku, aku tak layak menjadi penghuni Firdaus, dan juga tak kuat menghadapi api Neraka Jahim. Maka terimalah taubat dan ampuni dosaku. Karena Engkau adalah Maha Pengampun dosa."
" Dosaku bertebaran layaknya pasir. Terimalah tobatku wahai Dzat yang penuh keagungan. Tiap hari umurku terus berkurang. Sedangkan dosaku terus bertambah; bagaimana aku akan memikulnya?"