Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kurang tercukupinya fasilitas dan tenaga kesehatan untuk merawat pasien menjadi salah satu masalah yang dihadapi Indonesia dalam menanggulangi lonjakan kasus Covid-19. Akibatnya pengelola rumah sakit harus selektif dalam menerima pasien yang dinilai harus mendapat penanganan dari dokter atau cukup menjalani isolasi mandiri di rumah.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Daeng M Faqih, menjelaskan gradasi pasien positif Covid-19 dibedakan dalam lima kelompok mulai dari tanpa gejala atau OTG, gejala ringan, sedang, berat, hingga kritis.
Dari kelima kelompok pasien Covid-19 tersebut, Daeng menegaskan hanya OTG dan bergejala ringan yang dianjurkan menjalankan isoman.
" Orang dengan gejala sedang, berat, ataupun kritis biasanya mengalami beberapa gejala seperti gangguan pernapasan atau pneumonia, napas cepat dan pendek, nyeri pada dada, serta kebiruan pada bibir dan kuku," ujar Daeng dalam diskusi virtual, Kamis, 22 Juli 2021.
Daeng mengatakan pasien dengan kondisi tersebut harus dirawat di rumah sakit yang memiliki peralatan medis memadai. Sayangnya, banyak pasien bergejala sedang, berat, hingga kritis terpaksa menjalani isoman lantaran rumah sakit kehabisan ruangan akibat juga diisi pasien OTG dan bergejala ringan.
Isoman dapat menjadi salah satu alternatif mengurangi beban bagi rumah sakit. Namun demikian, Daeng mengingatkan pasien tetap harus mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan.
" Pasien yang menjalani isoman, perlu memiliki pendampingan khusus dengan bantuan telemedis," kata dia.
Daeng juga menyayangkan banyaknya pasien Covid-19 yang Isoman akhirnya meninggal dunia lantaran tidak tertangani. Dia mengingatkan kembali agar para pasien Covid-19 benar-benar memanfaatkan telemedisin agar cepat tertangani.
" Ini perlu diawasi dokter untuk memberikan arahan tepat yang membantu pasien," kata dia.
Managing Director Good Doctor Indonesia, Danu Wicaksana, mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia membuat para dokter kewalahan. Namun demikian, tren penggunaan fasilitas telemedicine juga mengalami peningkatan di tengah gelombang kedua Covid-19.
" Masyarakat yang positif akan mendapatkan obat gratis dari Good Doctor," kata Danu.
Lebih lanjut, Danu mengatakan masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas telemedicine untuk konsultasi pengobatan dapat mengakses laman kemenkes.go.id, lalu membuka aplikasi Good Doctor Aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara gratis bagi pasien positif Covid-19.
Good Doctor sendiri menyediakan fasilitas konsultasi mulai dari dokter umum, dokter spesialis, juga vaksinasi dan tes Covid-19, serta sejumlah produk kesehatan.
(Sah, Laporan: Angela Mihardja)