Ilustrasi Abu Jenazah
Dream - Seorang janda nekat melakukan aksi yang nyeleneh. Dia membawa abu jenazah suaminya ke sebuah toko ponsel. Tujuannya, untuk membatalkan kontrak langganan salah satu provider telekomunikasi terbesar di dunia.
Maria Raybould, 56 tahun, diancam staf T-Mobile dan diperintahkan membayar biaya pembatalan langganan menyusul kematian suaminya, David, 57 tahun, yang telah meninggal karena kanker.
Meskipun Maria sudah menunjukkan bukti tentang kematian suaminya berupa surat kematian, kuitansi pemakaman, bahkan abu jenazah suaminya, perusahaan telekomunikasi raksasa itu tetap menolak membatalkan kontrak langganan David.
Wanita asal Cardiff itu terus mendapat surat ancaman dari pihak T-Mobile sehingga menderita kepanikan saat dia menemui staf T-Mobile di toko itu.
" Aku sudah pergi ke toko itu membawa semua bukti, termasuk abu jenazah David," keluh Maria. " Tapi mereka seakan tak mau mengerti. Aku pun minta waktu 20 menit dan keluar sebentar. Saat itulah aku mengalami kepanikan."
" Saat masuk kembali, seorang pegawai wanita mengatakan dia telah berbicara kepada manajer dan mereka berjanji akan menghentikan kontrak."
" Tapi bulan berikutnya aku dapat surat tagihan lagi."
Maria bercerita anaknya sebenarnya sudah memberitahu T-Mobile tentang pembatalan langganan sehari setelah pemakaman ayahnya. Saat itu anaknya diminta membawa bukti berupa surat kematian.
Tapi hingga tiga kali datang ke toko yang tak disebutkan namanya itu, usaha Maria sia-sia hingga kasusnya tercium wartawan dan menjadi headline.
Setelah tersebar di media massa, pihak T-Mobile akhirnya minta maaf kepada Maria dan menyatakan, nama suaminya sudah dihapus dari daftar pelanggan.
T-Mobile berdalih ada masalah pada proses otomatisasi pemutusan langganan sehingga surat tagihan tercetak terus.
(Ism, Sumber: Emirates 24/7)