Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Tren rambut pendek atau yang dikenal dengan istilah model boyish, tengah digandrungi wanita Arab Saudi. Potongan rambut pendek ini mulai terlihat pada wanita-wanita di jalananan Kota Riyadh.
Tren ini semakin populer terutama setelah wanita Saudi tidak lagi diwajibkan mengenakan hijab di tempat umum.
Safi, seorang dokter di Arab Saudi, memutuskan mengganti tampilannya dengan gaya baru saat mulai bekerja di rumah sakit.
Berjalan ke salah satu salon di Kota Riyadh, dia meminta penata rambut untuk memotong rambutnya yang panjang dan bergelombang sampai ke lehernya. Gaya yang dipilih oleh Safi adalah potongan rambut pendek boyish.
Dikutip dari Straits Times, alasan Safi memotong pendek rambut dikarenakan kebijakan perempuan tidak lagi diharuskan mengenakan jilbab di bawah reformasi sosial yang didorong oleh Putra Mahkota Mohamad bin Salman (MBS) Pemimpin Arab Saudi.
Lamis, seorang penata rambut di kota itu mengatakan, sejak ada kebijakan tersebut, permintaan untuk potongan rambut bergaya boyish telah melonjak.
" Tampilan ini menjadi sangat populer sekarang. Permintaannya meningkat, terutama setelah perempuan memasuki pasar tenaga kerja," kata Lamis.
Ia menyebut jika pelanggannya rata-rata wanita berusia belasan dan dua puluhan tahun. " Mereka kebanyakan memilih model boyish," ujarnya.
Pencabutan kewajiban jilbab hanyalah salah satu dari banyak perubahan yang telah menata ulang kehidupan sehari-hari bagi wanita Saudi di bawah kepemimpinan Pangeran Mohammed.
Selain itu, semakin banyak wanita bergabung dengan angkatan kerja sebagai upaya pemerintah untuk membangun kembali ekonomi Saudi.
Banyak wanita yang menggambarkan potongan rambut boyish sebagai alternatif praktis dan profesional untuk gaya rambut yang lebih pas yang mungkin mereka sukai di masa kerja mereka.
Menurut Safi, potongan rambut boyish juga digunakan sebagai bentuk perlindungan dari perhatian pria yang tidak diinginkan, dan memungkinkan dia untuk fokus pada pasiennya.
" Gaya ini seperti perisai yang melindungi saya dari orang-orang (jahat) dan memberi saya kekuatan," kata Safi.
Selain penggunaan hijab, sejumlah kelonggaran juga diberikan kepada wanita Saudi beberapa tahun terakhir.
Misalnya, wanita Saudi tidak lagi dilarang datang ke acara konser dan acara olahraga, dan pada 2018 mereka mendapatkan hak untuk mengemudi.
Kerajaan Saudi juga telah melonggarkan kepada perempuan agar dapat memperoleh paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa izin kerabat laki-laki.
Rose, seorang penjual sepatu di sebuah mal Riyadh menilai rambut yang dipotong pendek sebagai cara untuk menegaskan kemandiriannya dari pria, bukan meniru mereka.
" Ini memberi saya kekuatan dan kepercayaan diri. Saya merasa berbeda, dan mampu melakukan apa yang saya inginkan tanpa perlu izin siapa pun" , kata Rose.
Sementara itu, Nouf yang bekerja di sebuah toko kosmetik, menyebut jika potongan rambut pendek sebagai pilihan bebas bagi kaum perempuan.
" Kami ingin mengatakan bahwa kami ada, dan peran kami di masyarakat tidak jauh berbeda dari pria. Rambut pendek adalah pertunjukan kekuatan wanita," kata Nouf.