Di Luar Dugaan, Ini Hasil Tes Psikologi Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi

Reporter : Nabila Hanum
Senin, 15 Agustus 2022 18:00
Di Luar Dugaan, Ini Hasil Tes Psikologi Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi
LPSK meminta Tim Khusus dan Inspektorat Khusus Polri untuk mendalami dugaan trauma psikologis yang dialami Putri Candrawathi atas kasus dugaan pelecehan.

Dream - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkap hasil asesmen psikologi yang dilakukan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Hasilnya, tidak ditemukan gangguan pada kondisi kejiwaan Putri.

Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias, mengatakan, pihaknya justru menemukan potensi risiko keberbahayaan terhadap diri sendiri yang ditandai dengan kondisi psikologis menjadi PTSD (Gangguan stres pascatrauma) disertai kecemasan dan depresi.

Kemudian, LPSK juga mengidentifikasi Putri memiliki masalah psikologis yang belum dapat dikatakan sebagai korban kekerasan seksual dan saksi percobaan pembunuhan.

kejiwaan-lpsk-ungkap-hasil-tes-psikologi-istri-ferdy-sambo-220815z.html?page=1" data-page="1">
1 dari 5 halaman

" Kondisi Pemohon tidak cerminkan gangguan kondisi kejiwaannya. LPSK berpendapat tidak ada ancaman terhadap pemohon dalam kasus yang dilaporkannya (dugaan pelecehan)," ujar Susi, dikutip dari Merdeka.com, Senin 15 Agustus 2022.

Atas kondisi tersebut, LPSK meminta Tim Khusus dan Inspektorat Khusus Polri untuk mendalami dugaan trauma psikologis yang dialami Putri Candrawathi atas kasus dugaan pelecehan.

Hal itu sebagaimana hasil temuan yang dipaparkan bahwa kondisi trauma psikologis yang dialami Putri terkait dugaan pelecehan terindikasi hanya upaya obstruction of justice atau menghalang-halangi upaya penyelidikan.

" Irwasum periksa dugaan ketidakprofesional obstruction of justice terkait dugaan perbuatan memaksa seseorang atau ancaman kekerasan seksual. Agar hal serupa tidak terjadi," ucap Susi.

kejiwaan-lpsk-ungkap-hasil-tes-psikologi-istri-ferdy-sambo-220815z.html?page=2" data-page="2">
2 dari 5 halaman

Permintaan tersebut, kata Susi, berdasarkan asesmen psikologi yang dilakukan LPSK dimana tidak memeroleh sifat penting di dalam keterangan dan faktor peristiwa penyebab trauma Putri. Termasuk, alasan trauma akibat pemberitaan.

" LPSK menyatakan keterangan pemohon tidak penting dan tidak dilandasi itikad baik. Tingkat ancamannya terhadap pemohon pemberitaan media massa, LPSK bilang ini bukan ancaman tapi bisa menggunakan hak jawab kalau tidak benar," tuturnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menghentikan kasus dugaan pelecehan seksual dan upaya pembunuhan oleh Brigadir Joshua yang sempat dilaporkan oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawati.

Dua laporan polisi itu dilayangkan Putri Chandrawati ke Polres Metro Jakarta Selatan yang selanjutnya ditarik ke Polda Metro Jaya.

" Berdasarkan hasil gelar perkara, kita hentikan penyidikan kasus pelecehan seksual dan dugaan pembunuhan,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Jumat malam 12 Agustus 2022.

kejiwaan-lpsk-ungkap-hasil-tes-psikologi-istri-ferdy-sambo-220815z.html?page=3" data-page="3">
3 dari 5 halaman

Menurutnya alasan dihentikan kedua kasus yang dilaporkan Putri Candrawati karena memang tidak ditemukan tindak pidananya.

" Dihentikan karena tidak ditemukan peristiwa pidananya,” ujar Andi.

Selain itu, laporan polisi yang awal-awal dilayangkan Putri Candrawati terkait kasus tewasnya Brigadir Joshua itu juga dinilai sebagai usaha menghalang-halangi penyelidikan atau obstruction of justice.

Karema kedua kasus yang dituduhkan kepada terlapor Brigadir Joshua itu tidak pernah dialami pelapor Putri Candrawati.

" Dugaan pembunuhan dan pelecehan seksual (Putri Chandrawathi) itu tidak ada. Oleh karena itu dihentikan penyidikannya," tegasnya.

kejiwaan-lpsk-ungkap-hasil-tes-psikologi-istri-ferdy-sambo-220815z.html?page=4" data-page="4">
4 dari 5 halaman

Jerat Pidana Menanti Istri Ferdy Sambo Buntut Laporan Palsu Dugaan Pelecehan

Dream - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dinilai bisa terseret dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, menyusul dihentikannya laporan dugaan pelecehan seksual dan ancaman disertai kekerasan.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengatakan, dalam kasus kematian Brigadir J masih belum ditemukan kasus pelecehan. Sehingga bisa menjadi dugaan adanya keterlibatan Putri dalam menyusun skenario awal Brigadir J.

" Yang ke dua kalau Ibu P termasuk juga yang membuat rekayasa kasus tersebut, rekayasa kasus itu kena pasal 221 (KUHP)," kata Sugeng, dikutip dari Liputan6.com, Senin 15 Agustus 2022.

kejiwaan-lpsk-ungkap-hasil-tes-psikologi-istri-ferdy-sambo-220815z.html?page=5" data-page="5">
5 dari 5 halaman

Tak hanya itu, menurut dia sejumlah pasal yang bisa dikenakan ke Putri, mulai Pasal 220 dan Pasal 317 KUHP.

Dari beberapa pasal itu, menurut Sugeng, pasal yang paling berat merupakan dugaan penyebaran berita bohong dengan ancaman hukuman 10 tahunpenjara.

" Serem lagi bisa kena Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang menyebarkan berita bohong yang menghebohkan. Kehebohan itu ancamannya 10 tahun," jelas dia.

Beri Komentar