Tata Cara Menguburkan Jenazah yang Jasadnya Tidak Utuh

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Jumat, 5 Agustus 2022 12:01
Tata Cara Menguburkan Jenazah yang Jasadnya Tidak Utuh
Menguburkan jenazah adalah bagian dari memuliakannya.

Dream – Islam memerintahkan umatnya untuk mengurus seluruh proses pemakaman ketika ada sesama muslim yang meninggal dunia. Proses mengurus jenazah itu dimulai dari dimandikan, dikafani, disholatkan baru terakhir dikuburkan.

Dalam beberapa kasus ada pula keadaan dimana jasad orang yang meninggal dunia sudah tidak utuh lagi. Pemicunya bisa beragam misalnya korban kecelakaan ataupun bencana alam. Lalu, bagaimana tata cara menguburkan jenazah dengan kondisi yang tidak utuh tersebut?

Sebagai umat Islam tentunya sahabat Dream penting untuk mengetahuinya. Mengingat kejadian-kejadian tersebut bisa kapan saja dihadapi. Tetapi ketika kita sudah mengetahui dan memahami tata cara menguburkan jenazah yang tidak utuh sesuai dengan syariat Islam, maka hal itu bisa dijalani dengan baik tanpa adanya keraguan.

Apalagi jika orang yang meninggal adalah seorang muslim, maka menguburkannya sesuai dengan syariat Islam adalah bagian dari memuliakan jenazah tersebut.

Nah, berikut adalah tata cara menguburkan jenazah yang tidak utuh sebagaimana dirangkum Dream melalui islam.nu.or.id.

1 dari 2 halaman

Kategori Kematian Syahid

Kategori Kematian Syahid© Shutterstock.com

Sebelum membahas lebih dalam tentang tata cara menguburkan jenazah yang tidak utuh, alangkah lebih baik jika sahabat Dream mengetahui terlebih dahulu tentang kategori mati syahid. Karena hal ini juga memiliki keterkaitan dengan bagaimana nantinya jenazah tersebut akan dimakamkan.

Perlu sahabat Dream ketahui bahwa mati syahid terbagi menjadi tiga kategori sebagai berikut:

Syahid Dunia

Syahid dunia adalah seseorang yang meninggal dunia dikarenakan peperangan dengan melawan musuh yang motivasinya adalah duniawi. Misalnya saja untuk bisa mendapatkan rampasan peran atau untuk popularitas.

Syahid Akhirat

Syahid akhirat adalah orang yang meninggal dunia bukan dikarenakan peperangan, tetapi karena kondisi tertentu atau sebab-sebab khusus. Misalnya saja saat melahirkan, tenggelam, tertimbun, terbakar, terisolir, penganiayaan, meninggal di kandungan, dan meninggal karena wabah.

Selain itu, orang yang sedang mencari ilmu kemudian meninggal dunia serta orang yang meninggal karena memendam rindu tanpa diketahui oleh orang yang dirindukan juga adalah syahid akhirat. Orang-orang yang mati syahid akhirat ini wajib untuk diurusi atau dipulasara seperti halnya orang yang bukan mati syahid. Yakni dimandikan terlebih dahulu, disholatkan, dan dikuburkan.

Syahid Dunia sekaligus Akhirat

Kategori yang ketiga adalah orang yang mati syahid dunia sekaligus akhirat adalah orang yang meninggal dunia dikarenakan peperangan melawan musuh, di mana motivasinya adalah ikhlas hanya untuk Allah SWT semata.

2 dari 2 halaman

Tata Cara Menguburkan Jenazah yang Tidak Utuh

Tata Cara Menguburkan Jenazah yang Tidak Utuh© Shutterstock.com

Ada suatu kondisi tertentu di mana seseorang yang meninggal dunia tidak dalam kondisi yang utuh. Bisa saja orang tersebut baru saja mengalami kecelakaan yang parah atau bisa juga karena mengalami bencana alam, seperti gempa, tanah longsor, gunung meletus, dan sebagainya. Lalu, bagaimana tata cara menguburkan jenazah dalam kondisi yang tidak utuh?

Melalui penjelasan sebelumnya tentang kategori mati syahid, maka orang yang meninggal karena bencana atau karena kecelakaan adalah tergolong sebagai syahid akhirat. Nah, jika jasadnya masih bisa ditemukan, maka wajib untuk diurusi atau dipulasara dengan cara yang lengkap. Namun jika saat dimandikan ada kemungkinan jenazah mengalami kerusakan, maka bisa digantikan dengan tayamum.

Sedangkan jika jenazah yang ditemukan hanya berupa potongan tubuhnya saja, maka potongan yang ditemukan tersebut haruslah tetap dimandikan dan disholatkan seperti menyolatkan jenazah seutuhnya, baru kemudian dikuburkan.

Dalam hal menguburkan jenazah, aturan yang berlaku dalam Islam adalah haram menguburkan dua orang jenazah dalam satu liang lahat. Tetapi jika kondisinya memang sangat darurat, misalnya jumlah jenazah yang sangat banyak dan sulit jika dikuburkan secara terpisah, maka diperbolehkan untuk menguburkannya dalam satu liang lahat. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw dahulu saat terjadi Perang Uhud.

Jadi, jika ada jenazah yang kondisinya tidak utuh, maka tata cara menguburkan jenazah yang baik adalah sebagai berikut sesuai dengan penjelasan dari kitab Tuhfatul Habib ala Syarhi al Habib juz 2 halaman 537:

Dimandikan

Tata cara yang pertama adalah dimandikan terlebih dahulu sebagaimana memandikan jenazah pada umumnya. Meskipun jenazah hanya berupa bagian dari potongan tubuhnya saja, maka tetap dimandikan. Tetapi jika tidak memungkinkan untuk dimandikan, maka ditayamumkan saja.

Dikafani dan Disholatkan

Tata cara yang kedua adalah dikafani dengan menggunakan kain seperti halnya saat mengafani orang meninggal pada umumnya, lalu kemudian disholatkan. Tetapi jika tidak bisa dimandikan atau ditayamumkan, maka tidak boleh disholatkan. Begitu pun ketika bagian potongan tubuhnya disucikan, maka disholatkan dengan niat menyolati bagian tubuh yang ditemukan.

Tetapi jika bagian tubuh tersebut masih diragukan, apakah tubuh tersebut sudah dimandikan dan disholat atau belum, maka niatnya adalah dita’liq atau dikaitkan.

Dimakamkan

Dan yang terakhir adalah dimakamkan atau dikuburkan. Tata cara menguburkan jenazah yang kondisinya tidak utuh sama seperti saat menguburkan jenazah yang utuh. Dengan minimal sekiranya tidak menimbulkan bau yang menyengat. Meskipun bagian tubuh yang dikuburkan tersebut hanya berupa jari atau kukunya saja. Di mana hal ini bertujuan untuk memuliakan jenazah tersebut.

Beri Komentar