Tembak Mati Remaja Palestina, Tentara Israel Bebas

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 13 April 2016 15:44
Tembak Mati Remaja Palestina, Tentara Israel Bebas
Kolonel Israel Shomer berdalih dia hanya ingin menembak kaki remaja Palestina, tapi meleset. LSM B'Tselem menyebarkan video yang membantah klaim Shomer.

Dream - Seorang tentara Israel berpangkat Kolonel dinyatakan bebas dari segala tuduhan kriminal. Padahal, dia telah menembak mati remaja Palestina yang melempari mobil jeepnya dengan batu di Tepi Barat akhir tahun lalu.

Kelompok aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang menyebarkan video penembakan itu, mengecam keras putusan tersebut. Putusan muncul di tengah maraknya isu pembunuhan warga Palestina oleh tentara Israel bulan lalu.

Kolonel Israel Shomer telah menjalani pemeriksaan atas kasus penembakan pada 3 Juli 2016 di dekat gerbang pemeriksaan Qalandia, selatan Ramallah. Insiden itu menewaskan Mohammad Kasba, 17 tahun.

Versi militer, saat itu Shomer dan beberapa tentara melepas tembakan ketika mobilnya sedang rusak. Dia mengklaim sedang berada di tengah situasi yang berbahaya.

Tapi video yang disebarkan oleh LSM B'Tselem membantah klaim itu. Video itu menunjukkan tembakan diarahkan langsung kepada Kasba saat dia terlihat berusaha melarikan diri setelah melempari jeep.

B'Tselem mengecam keputusan militer itu. Mereka menyebut langkah itu merupakan bagian integral dari mekanisme pemutihan yang terdapat dalam sistem investigasi militer Israel.

Dalam putusan disebutkan penembakan yang terjadi adalah sah, sejak petugas mengklaim akan menembak kaki remaja itu tapi meleset. Mereka menilai putusan ini jelas menunjukkan upaya investigasi dijalankan dengan mengabaikan hukum dan kebijakan serangan terbuka.

Putusan ini muncul dengan di tengah meningkatnya ketegangan atas tindakan tentara Israel yang lain, yang tertangkap kamera menembak seorang pemuda Palestina tepat di kepala pada 24 Maret lalu. Padahal, pemuda itu tengah tergeletak di tanah dan tidak menunjukkan ancaman sama sekali.

B'Tselem juga menyebarkan video insiden terjadi di kawasan pendudukan Hebron, Tepi Barat. Tentara menembak mati seorang pemuda Palestina hanya karena mengira pemuda tersebut membawa bahan peledak.

Pengacara tentara tersebut mengatakan pemuda Palestina itu bisa saja membawa bahan peledak. Padahal, pemuda yang dimaksud sebelumnya telah menjalani pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya sabuk bom bunuh diri.

Tentara tersebut kini telah ditahan dan menghadapi dakwaan pembunuhan. Pejabat militer mengecam tindakan tentara tersebut, meski kelompok sayap kanan dan politisi menyerukan dia dibebaskan.

(Ism, Sumber: arabnews.com)

Beri Komentar