Tenggelam 400 Tahun, Kapal Ini Ditemukan Masih Sempurna

Reporter : Reni Novita Sari
Jumat, 11 September 2020 07:00
Tenggelam 400 Tahun, Kapal Ini Ditemukan Masih Sempurna
Lihatlah kondisi kapal ini

Dream - Peneliti menemukan sebuah kapal karam berusia 400 tahun di dasar laut Baltik. Meski berada di dasar laut selama empat abad, kondisi kapal terlihat nyaris sempurna. Dilansir Daily Star, kapal ini masih memiliki tiang layar, meriam, dan tali-menali yang masih utuh.

Menurut para peneliti, kapal ini merupakan bukti kejayaan Kerajaan Belanda pada tahun 1670. Saat itu Belanda sempat menguasai perairan di lima benua, sebelum posisinya digantikan oleh Inggris

Sayangnya, para peneliti belum bisa menjelaskan alasan yang membuat kapal tua ini karam di dasar Laut Baltik, mengingat kondisi kapal yang nyaris utuh.

1 dari 2 halaman

Banyak Kemungkinan Terjadi

Jouni Polkko, tim penyelam dari Badewanne, yang menemukan bangkai kapal tersebut mengatakan tidak ada petunjuk untuk menjelaskan nasib kapal tersebut.

Temuan kapal karam© Foto : Realpress

" Lambung (kapal) masih utuh. Itu di tengah laut, jadi tidak kandas. Mungkin terbalik karena badai, atau pompanya macet dan kapal terlalu banyak air sehingga bocor. Atau mungkin tali-temali itu membeku dan membuat kapal tidak stabil. Tapi kami benar-benar tidak tahu," papar Polkko sebagaimana dikutip dari Dailystar.

Temuan kapal karam© Foto : Realpress

2 dari 2 halaman

Hanya Kerusakan Kecil

Para penyelam mengatakan, mereka hanya menemukan kerusakan kecil pada kapal yang diyakini disebabkan oleh jaring pukat. Mereka bahkan melihat ruang penyimpanannya penuh, meskipun kapal sudah berada di bawah air selama 400 tahun.

Temuan kapal karam© Foto : Realpress

Juha Flinkman dari kelompok penyelam Finlandia, mengatakan bahwa temuan ini adalah sebuah kejutan besar yang tidak pernah diduga.

" Kapal serba guna ini sangat penting dalam kebangkitan Republik Belanda menjadi negara adidaya ekonomi. Pada masanya, ini adalah kapal yang sangat efisien. Dan harus diingat bahwa kapal jenis inilah yang secara praktis digunakan oleh semua penjelajah Belanda - seperti Willem Barents di Kutub Utara, dan mereka yang pergi ke Australia dan Asia," ujar Flinkman.

Sumber : Daily Star

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More