Terbongkar Kebiasaan Fitri Andriana, Wanita Penusuk Wiranto

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 11 Oktober 2019 15:02
Terbongkar Kebiasaan Fitri Andriana, Wanita Penusuk Wiranto
Keluarga mendapati ada yang berubah pada diri Fitri sejak pulang dari Jakarta.

Dream - Fitri Andriana binti Sunarto, 21 tahun, harus mendekam dalam penjara. Dia bersama sang suani, Syahril Alamsyah, 31 tahun, telah melakukan percobaan pembunuhan dengan menusuk Menkopolhukam Wiranto saat kunjungan ke Pandeglang, Banten pada Kamis kemarin.

Dikutip dari Pojoksatu, Fitri dan Syahril tinggal di kontrakan di Kampung Sawah, RT.04 RW.05, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Diketahui, Fitri bukan warga asli Pandeglang melainkan Brebes, Jawa Tengah.

Beberapa saat usai kejadian, polisi segera bergerak menuju rumah orangtua Fitri di Dusun Sitanggal 1 RT.07 RW.02 Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Polisi memeriksa keluarga Fitri.

Bibi Fitri, Rahayu, mengatakan Fitri dulu berpenampilan tomboy sebelum bekerja di Jakarta. Sepulang dari Jakarta, wanita 21 tahun itu mengenakan jilbab dan cadar.

 

1 dari 5 halaman

Suka Latihan Memanah

Selain itu, kata Rahayu, Fitri jadi sering berlatih memanah di dalam rumah. Dia melihat perubahan yang terjadi pada Fitri sangat drastis.

" Pokoknya berubah setelah bekerja di Jakarta. Juga psti baca-baca buku kalau pulang ke rumah, enggak tahu buku apa," kata Rahayu.

Rahayu ingat keponakannya terakhir pulang ke Brebes sekitar sebulan lalu. Sejak itu, Fitri tak lagi berkomunikasi dengan keluarga.

" Setelah pulang, terus berangkat lagi dan sudah sebulan sudah tidak komunikasi lagi sama keluarga," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Pulang Terakhir Waktu Puasa

Aparat Desa Sitanggal, Wartono, mengatakan Fitri merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Sunarto dan Carti. Selama ini, kata dia, Fitri diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Jakarta.

" Waktu bulan puasa kemarin pulang dari Jakarta, kemudian kira-kira satu bulan di rumah," kata Wartono.

Setelah itu, menurut Wartono, Fitri kembali ke Jakarta. Tepatnya sebulan setelah lebaran.

3 dari 5 halaman

Gerak-gerik Mencurigakan Abu Rara Sebelum Tusuk Wiranto

Dream - Kepala Badan Intelijen Negera, Budi Gunawan, mengatakan, penusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Abu Rara, sudah mengumpulkan pisau sebelum melakukan aksinya.

" Abu Rara sudah kita pantau beberapa kali mulai mengumpulkan pisau," ujar Budi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis 10 Oktober 2019.

Dia mengatakan, Abu Rara masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) Bekasi. Abu Rara mulanya tinggal di Kediri, Jawa Timur, dan pindah ke Bogor, Jawa Barat, setelah cerai dengan istri pertamanya.

Kemudian, Abu Rara pindah ke Menes, Pandeglang, Banten, setelah menikah kembali. Di daerah Menes inilah Abu Rara menyerang Wiranto menggunakan pisau ninja.

" Kami sudah deteksi menjelang pelantikan memang ada rencana-rencana seperti itu dari JAD, sehingga harus kita dengar dan waspada," kata dia.

Meski demikian, kata Budi, Abu Rara belum masuk pada tahap membuat bom.

4 dari 5 halaman

Tusuk Wiranto, Pelaku Gunakan Kunai Pisau Khas Ninja

Dream - Pelaku penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, diduga menggunakan kunai. Pisau kecil itu identik digunakan para ninja.

Dari foto yang diterima Merdeka.com, kunai yang digunakan pelaku terlilit tali merah.

All Ninja Gear menulis, pisau yang berbentuk daun dengan pegangan cincin itu itu biasa digunakan dengan cara dilempar. Tapi, tak jarang, kunai digunakan untuk pertarungan jarak dekat.

Kunai juga biasa diikat dengan tali. Fungsi kunai dengan tali mirip dengan tombak yang dilontar dan bisa ditarik ke pemiliknya.

Kunai muncul dalam sejumlah karakter rekaan, misalnya, Naruto, Scorpion dari Mortal Kombat, Ninja Hatori, dan Ibuki karakter dari Street Fighter.

Senjata yang diduga digunakan pelaku© Merdeka.com

Senjata yang diduga digunakan pelaku (Foto: Nerja,cin)

5 dari 5 halaman

Menelusuri Jenis Senjata

Meski begitu, polisi masih menelusuri jenis senjata digunakan pelaku ini.  " Kedua pelaku membawa senjata tajam apakah berbentuk pisau atau semacam gunting yang jelas sudah dipersiapkan," kata Karopenmas Divisi Humas, Brigjen Dedi Prasetyo, dilaporkan Merdeka.com, Kamis, 10 Oktober 2019.

Dedi mengatakan, Wiranto diserang hendak menyapa sejumlah massa yang ingin bersalaman. Seorang pelaku yang berada dikerumunan massa menikam Wiranto.

Akibat inisiden itu, Wiranto terluka di bagian depan tubuhnya. Seorang Kapolsek Menes, Komisaris Daryanto juga turut terluka karena berupaya menangkap pelaku.

" Pada saat itu ada Kapolsek yang langsung coba mengamankan pelaku, pada saat itu Kapolsek juga tertusuk di bagian belakang," ucap dia.

Beri Komentar