Tim Arkeolog Israel Gali Situs Kuno di Palestina, Diduga Tempat Tinggal dan Makam Nabi Yusya

Reporter : Sugiono
Jumat, 5 Agustus 2022 09:00
Tim Arkeolog Israel Gali Situs Kuno di Palestina, Diduga Tempat Tinggal dan Makam Nabi Yusya
Khirbet Tibnah di Tepi Barat, Palestina, merupakan sebuah situs kuno yang sudah didiami manusia selama sekitar 4.000 tahun.

Dream - Para arkeolog Israel telah memulai penggalian di Khirbet Tibnah yang berada di Tepi Barat, Palestina. Khirbet Tibnah merupakan sebuah situs kuno yang sudah didiami manusia selama sekitar 4.000 tahun.

Menariknya, situs kuno tersebut juga diyakini sebagai tempat tinggal dan makam Nabi Yusya bin Nun atau yang dikenal sebagai Yosua di kalangan non-Muslim.

Situs kuno Khirbet Tibnah diduga tempat tinggal dan makam Nabi Yusya bin Nun© Yoram Hofman/Jerusalem Post

Penggalian di Khirbet Tibnah itu dipimpin Dr. Dvir Raviv, bersama mahasiswa Bar-Ilan University serta sukarelawan dari dalam dan luar Israel.

Khirbet Tibnah terletak di sebuah bukit di barat daya Samaria, dekat Halamish. Situs ini dihuni dari Zaman Perunggu hingga awal periode Ottoman, atau sekitar 4.000 tahun.

1 dari 5 halaman

Diyakini murid Nabi Musa yang bernama Yusya bin Nun hidup dan dimakamkan di situs tersebut. Yusya bin Nun ini merupakan keturunan Efraim bin Yusuf. Yusya adalah cicit Nabi Yusuf.

Nama Yusya tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 60, 62 dan 63.

Tetapi para ahli tafsir meyakini Yusya disebut secara tersirat sebagai 'pembantu' atau 'asisten' yang mendampingi Nabi Musa ketika mencari Nabi Khidir.

Keyakinan jasad Nabi Yusya dikubur di Khirbet Tibnah didukung fakta bahwa situs ini juga dikenal sebagai Timnat-sini atau Timnat-serah.

Dalam tradisi Nasrani dan Yahudi, Timnat-sini adalah nama sebuah kota yang diberikan orang Israel kepada Yosua atau Nabi Yusya. Dia diyakini tinggal dan dimakamkan di sana.

2 dari 5 halaman

Situs, yang disurvei sejak abad ke-18 dan disebutkan dalam sejumlah dokumen sejarah, berisi sisa-sisa dari periode Romawi dan Ottoman yang ditemukan sepanjang abad ke-19.

Pada tahun 2015, Raviv membuat peta situs secara rinci yang menunjukkan makam, yang juga dia buat sketsanya.

Raviv juga mengumpulkan fragmen tembikar dan mendokumentasikan berbagai sisa-sisa yang menunjukkan bukti pemukiman Yahudi masa lalu di daerah tersebut.

3 dari 5 halaman

Meskipun survei permukaan ini telah dilakukan lebih dari 200 tahun yang lalu, namun penggalian di Khirbet Tibnah baru pertama kali ini dilakukan.

" Tujuan proyek ini adalah untuk memahami garis besar arsitektur pemukiman: Apakah memang dibentengi seperti yang dijelaskan dalam sumber? Siapa yang tinggal di sana pada periode pra-Hasmonean? Apakah pemukimannya menyebar hingga luar puncak bukit, menuju lereng?

" Akankah kita menemukan item di dalamnya yang dapat dikaitkan dengan kehadiran militer di periode yang berbeda? Tampaknya [Khirbet] Tibnah akan menghasilkan temuan yang signifikan dan menarik," jelas Raviv.

4 dari 5 halaman

Selama persiapan penggalian minggu lalu, ditemukan sebuah ujung tombak Romawi dari abad ke-2 yang ujungnya bengkok, artinya benda ini telah mengenai sesuatu.

" Mungkin ini bukti perjuangan dengan kekerasan. Saat ini, kami hanya bisa menebak," kata Raviv dalam pernyataan pers bersama Bar-Ilan University.

Dia menambahkan bahwa temuan seperti itu jarang terjadi di Israel dan berharap hal itu dapat dikaitkan 'dengan kehadiran militer Romawi atau dengan pemberontakan Bar Kochba.'

5 dari 5 halaman

Selain ujung tombak Romawi, juga ditemukan gerabah dan 18 koin. Empat dari koin tersebut terawetkan dengan cukup baik untuk diidentifikasi.

Salah satunya adalah koin Romawi dan berasal dari tahun 58-59 Masehi. Koin perak lainnya berasal dari periode Mamluk (1260-1277) dan menunjukkan sosok singa yang merupakan simbol bagi Sultan Baibars Mamluk.

Koin yang dibuat Sultan Baibars Mamluk dari abad 13.© Shahar Cohen/Jerusalem Post

" Daerah ini (Khirbet Tibnah) adalah situs kuno terbesar dan paling mudah diakses di antara Yerusalem dan Samaria. Selain itu, ini adalah ibu kota sebuah distrik dan merupakan situs benteng penting selama banyak periode," pungkas Raviv.

Sumber: NewsMax

Beri Komentar