Ridwan Kamil
Dream - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menyita perhatian. Kali ini pria 49 tahun itu mengunggah potret lawas ketika masih duduk di bangku sekolah.
Lewat akun Instagram @ridwankamil, ia mengunggah tiga foto ijasah mulai dari SD, SMP hingga SMA. Namun ia menyoroti wajahnya pada foto ijasah SMP.
" Kenapa foto ijasah waktu SMP udah tua kayak kepala sekolah," tulis Ridwan Kamil.

Ia juga menyebutkan salah satu ciri khas dari penampilannya yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang.
Pria kelahiran Bandung, 4 Oktober 1971 itu menyebutkan bahwa ia selalu memakai gaya rambut pendek yang tidak neko-neko.
" Dari SD sd SMA yang konsisten hanyalah kegomplokan rambut, sampai hari ini," ujarnya.

Unggahan tersebut langsung diramaikan oleh komentar netizen. Tak sedikit yang memujinya terlihat semakin glow up seiring bertambahnya usia.
" Kok lebih muda yg sekarang ya wkww," komentar @blackbriar_onstore
" Saya juga mikir ini muka SMP ko kaya foto ijazal kuliah pak," ujar @rahmaawf
" Makin tua makin ganteng kitu mereun," ucap @diladestriani
" Bukti bahwa ganteng itu butuh proses yg pak Gub @ridwankamil," tutur @feryhasan
" Ini ganteng Pak ukuran zaman dahulu," timpal @tiratir131
Dream - Masa pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi ekonomi, namun turut berpengaruh juga pada tingkat keharmonisan keluarga. Hal ini terungkap dari salah satu unggahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @ridwankamil, ia merasa prihatin dengan angka perceraian yang terus meningkat di Pulau Jawa selama masa pandemi.
Terkait fenomena itu, Ridwan Kamil yang terkenal sering mengunggah lelucon di sosial medianya, mengunggah suatu percakapan guna menghibur para followers-nya dan masyarakat Indonesia.
Dalam unggahannya, Ridwan Kamil turut perihatin dengan kenaikan angka perceraian di masa pandemi Covid-19.
" Terjadi kenaikan angka perceraian di masa pandemi," tulisnya pada Senin, 18 Januari 2021.
Untuk mengurangi ketegangan, Ridwan Kamil pun memperlihatkan sebuah unggahan percakapan pesan WhatsApp yang tidak diketahui identitasnya.
View this post on Instagram
Percakapan tersebut menunjukkan tingkah konyol seorang suami yang menyembunyikan nomor ponsel wanita dengan memalsukan namanya menggunakan nama pria, yang akhirnya dibalas sang istri dengan sikap menohok.
Banyak warganet yang merasa terhibur dengan unggahan Gubernur satu ini.
Namun di balik itu, Ridwan Kamil menghimbau kepada warganet untuk menjaga diri, keluarga, dan negara, termasuk keharmonisan rumah tangga.
" Mari jaga diri, jaga keluarga, dan jaga Negara kita. Termasuk jaga keharmonisan rumah tangga kita," himbaunya.
Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengingatkan denda bagi orang yang menolak disuntik vaksin Covid-19. Meski begitu, ia optimistis proses vaksinasi akan berjalan baik karena Presiden Joko Widodo akan ikut serta.
Menurut dia, tidak perlu ada aturan baru mengenai penolakan pemberian vaksin. Pasalnya, hal itu sudah diatur dalam Undang-undang wabah tahun 1984. Aturan itu pula lah yang tinggal disosialisasikan secara masif.
" Sebenarnya sudah tak perlu pakai aturan lagi karena sudah ada di UU Wabah tahun 1984 memuat sanksinya sampai Rp1 juta. Jadi kami merasa itu saja yang disosialisasikan pasal itu tak perlu buat aturan lagi," kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis 7 Januari 2021.
" Karena kategori menolak itu dia membahayakan masyarakat dalam situasi lagi wabah dengan hukuman maksimal dalam UU itu Rp1 juta," terang dia.
Meski demikian, ia mengaku optimis masalah penolakan tidak akan muncul secara signifikan. Pasalnya, Presiden Joko Widodo sendiri akan menjadi orang pertama dalam penyuntikan vaksin pada Januari ini.
Secara tidak langsung, hal ini akan membuat keyakinan masyarakat mengenai vaksin akan membaik.
" Itulah kenapa Pak Presiden meminta setelah Pak Presiden disuntik hari keduanya itu para gubernur dan wali kota bupati tokoh masyarakat dan ulama. Jadi saya sih insya Allah optimis," terang dia.
" Makanya saya titip ke media bantu sosialisasi UU itu agar orang paham bahwa ini tugas bukan pilihan. Karena waktu saya tanya ke Pak Presiden mereka yang sudah terdaftar itu adalah wajib bukan hak," katanya.
Sumber: merdeka.com