Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto masih mencatat adanya penambahan pasien baru yang terkonfirmasi positif tertular Covid-19. Dalam 24 jam terakhir hingga Selasa, 14 April pukul 12 siang tadi terdapat penambahan 282 orang yang dinyatakan positif.
" Sehingga total 4.839 orang," kata Yuri, Selasa, 14 April 2020.
Penambahan juga terjadi pada jumlah pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Yuri mengatakan ada 46 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. sehingga total pasien sembuh mencapai 426 orang.

Empat provinsi tertinggi pasien sembuh diantaranya, DKI Jakarta dengan total pasien sembuh mencapai 163 orang, Jawa Timur sebanyak 76 orang, Jawa Barat dengan 23 pasien sembuh, dan Sulawesi Selatan dengan 33 pasien sembuh.
Sementara itu kasus kematian akibat Covid-19 juga masih terus terjadi. Yuri menyebut terdapat 60 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Dengan penambahan itu total pasien Covid-19 yang meninggal berjumlah 459 orang.
Yuri menjelaskan penyebab kematian pasien Covid-19 umumnya karena faktor comorbid, atau penyakit sebelumnya atas kasus kematian tersebut. Beberapa diantaranya yang terdeteksi yaitu hipertensi, penyakit sesak napas, serta kelainan pada paru-paru semisal, asma dan TBC.
" Termasuk diantaranya diabetes," ucap dia.
Yuri tak lupa mengingatkan masyarakat terhadap ancaman pancaroba yang biasanya disertai penyakit demam berdarah. Menurut dia, faktor kombinasi Covid-19 dan demam berdarah bisa membuat tingkat kematian meningkat.
Untuk itu dia mengingatkan agar masyarakat yang rentan tertular untuk menjaga diri dengan mengatur jarak interaksi, memakai masker, dan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah dan mata.
" Kita ingatkan keluarga kita, kita ingatkan orang-orang yang kita kenal untuk mencuci tangah," ucap dia.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, bersyukur adanya penambahan pasien Covid-19 yang sembuh. Dia menyebut total, hari ini ada 380 orang yang dinyatakan sembuh.
" Optimisme kita bersama Covid-19 bisa sembuh dan jumlah yang sembuh akan bertambah dari waktu ke waktu," kata Yuri, Senin, 13 April 2020.
Yuri mengatakan pasien kasus sembuh tersebar di DKI Jakarta sebanyak 142 orang, Jawa Timur sebanyak 73 orang, dan Sulawesi Selatan sebanyak 31 orang.
Sementara itu, Yuri mengatakan, saat ini ada penambahan kasus positif sebanyak 316 orang. Dengan penambahan itu, total pasien yang dinyatakan positif berjumlah 4.557 orang.
Yuri juga menyebut ada penambahan kasus meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 26 orang. Total, pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 yaitu, 399 orang.
Yuri mengatakan, pasien yang meninggal dunia sebelumnya punya riwayat penyakit bawaan. " Yang meninggal ini terutama berada pada kelompok usia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit comorbid, penyakit sebelumnya," kata dia.
Yuri mengatakan, berdasarkan data, pasien yang meninggal umumnya memiliki penyakit bawaan bertahun-tahun, yaitu penyakit darah tinggi, diabetes, dan penyakit paru-paru kronis.
Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut ada penambahan pasien Covid-19. Berdasarkan penghimpunan data, terdapat penambahan kasus hingga 399 orang.
" Sehingga totalnya 4.241," kata Yuri, Minggu, 12 April 2020.
Meski begitu, Yuri bersyukur masih ada penambahan pasien yang sembuh sebanyak 73 orang
" Kita bersyukur sampai dengan saat ini sudah ada lebih dari 359 orang yang sudah sembuh," ucap dia.
Yuri mencatat pasien sembuh berasal dari DKI Jakarta 142 kasus, Jawa Timur sejumlah 68 kasus, Sulawesi Selatan sejumlah 25 kasus. Sementara di Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali sudah sudah lebih dari 19 kasus sembuh.
" Ini sebuah optimisme kita bahwa Covid 19 bisa disembuhkan dengan baik," ucap dia.

Sedangkan penambahan angka kematian akibat Covid-19 tercatat sebanyak 46 kasus. Sehingga total kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah mencapai 373 orang.
Yuri mengajak masyarakat untuk memutus penularan virus corona dengan mengikuti anjuran pemerintah, semisal, bekerja dan beraktivitas dari rumah, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dia juga mengajak warga Ibu Kota tidak mudik ke kampung halaman karena dapat menulari warga dan sanak keluarganya.
" Mari putuskan penularan dan jaga kesehatan. Kita bisa berperan dan kita mampu berperan dengan baik, lakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita sekalian," ucap dia.
Dream - Pemerintah mencatat jumlah pasien positif virus corona hingga Sabtu 11 April 2020, total mencapai 3.842 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 327 orang meninggal dunia dan 286 sembuh.
" Untuk hari ini ada penambahan kasus positif baru sebanyak 330. Kemudian untuk pasien sembuh 4 dan meninggal 21 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu 11 April 2020.
Kata Yuri, total dari hampir 20 ribu sampel sudah diperiksa dari seluruh daerah di Indonesia, melalui PCR real time.
Kembali Yuri menegaskan jika pertambahan jumlah kasus positif Covid-19 menunjukan jika penularan virus corona masih terjadi di tengah masyarakat. Untuk itu masyarakat diajak untuk bersama-sama mengakhiri penularan tersebut.
Upaya mengurangi penularan kasus itu dapat dilakukan dengan menerapkan imbauan menjaga jarak, menggunakan masker, tidak keluar rumah jika memang tidak mendesak, serta mengurangi risiko melakukan perjalanan kemana pun.
" Ikuti ajuran pemerintah. Insyaallah dengan upaya seperti ini maka kita bisa mempercepat proses pandemik di tanah air kita supaya kita bisa pulih seperti sedia kala," .
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Oli Palsu Marak, QTRUST Hadirkan SeQure untuk Cek Keaslian Produk

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya