Tak Kuat Jangan Lihat! Kelabang Bunuh Tikus Dalam 30 Detik

Reporter : Sugiono
Jumat, 26 Januari 2018 09:01
Tak Kuat Jangan Lihat! Kelabang Bunuh Tikus Dalam 30 Detik
Kelabang itu membunuh tikus yang ukurannya 15 kali lebih besar dari tubuhnya.

Dream - Sebuah video mengerkan memperlihatkan bagaimana seekor kelabang raksasa membunuh tikus yang ukurannya 15 kali lebih besar dari tubuhnya menggunakan racunnya.

Dalam video terlihat kelabang kepala emas itu membunuh hewan pengerat malang tersebut hanya dalam hitungan 30 detik.

Video tersebut direkam oleh para peneliti di Institute of Zoology, Kunming, China.

Penelitian itu dilakukan untuk mengetahui apakah racun yang dimiliki kelabang kepala emas itu menimbulkan kerusakan pada sistem kardiovaskular, pernafasan, dan saraf makhluk lainnya.

Selama ini dipercaya bahwa racun kelabang kepala emas mampu mengganggu pernafasan para korbannya sehingga memicu kejang-kejang yang berujung pada kematian.

Dalam video tidak terlihat kelabang beracun itu memangsa tikus tersebut. Padahal tikus termasuk makanan utama kelabang yang juga pernah diketahui melahap ular kecil.


1 dari 2 halaman

Ini Racunnya

Ini Racunnya © Dream

Para peneliti itu menemukan sebuah zat yang mereka sebut 'racun maut' yang dikeluarkan kelabang kepala emas, yang di China dinamakan kelabang kepala merah.

Menurut The Washington Post, racun tersebut menghalangi pergerakan potasium untuk masuk dan keluar sel tikus tersebut.

Para peniliti yakin proses tersebut yang menghentikan aliran darah ke jantung, yang menyebabkan gagal jantung dan kematian.

Penelitian yang dipimpin Dr Lei Luo itu mengatakan racun kelabang telah berevolusi untuk sekaligus mengganggu sistem kardiovaskular, pernafasan, otot, dan saraf korbannya.

Kematian manusia akibat digigit kelabang sangat jarang terjadi dan hanya ada tiga kasus kematian yang tercatat pada tahun 2006.


2 dari 2 halaman

Lihat Videonya

Lihat Videonya © Dream

Kendati demikian, gigitan kelabang beracun tetap menimbulkan kondisi yang tidak menyenangkan.

Di Hawaii, antara tahun 2007 dan 2011, 1 dari 10 kasus panggilan darurat karena sebab alam disebabkan oleh gigitan kelabang.

Hasil penelitian Dr Lei Luo dan timnya ini telah dipublikasikan di PNAS.

(Sumber: thesun.co.uk)