Banyak orang menyangka penyematan nama 'At Tin' pada masjid ini diambil dari nama mendiang Istri Presiden ke-2 Indonesia Soeharto, Tien. Padahal, nama tersebut diilhami dari Surat At Tin.
Berbeda dengan kebiasaan pada umumnya, di masjid bawah tanah ini, jemaah wanita berada di lantai bawah, sedangkan bagian atas dipergunakan untuk jemaah laki-laki.
Masjid ini benar-benar dibangun di bawah tanah. Sang penggagas pembangunan, KH Subhan ingin memanfaatkan goa di dekat pesantrennya menjadi Islamic Center.