Muncul Bintik Matahari Berukuran Lebih Besar dari Bumi, Badainya Bisa Menghantam Planet

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 12 November 2021 18:36
Muncul Bintik Matahari Berukuran Lebih Besar dari Bumi, Badainya Bisa Menghantam Planet
Bintik matahari menjadi salah satu fenomena alam yang perlu diwaspadai lantaran dampaknya yang cukup besar.

Dream - Badai matahari baru-baru ini terdeteksi muncul di luar angkasa dengan dampak pada Bumi dirasakan pada Senin dan Selasa pekan lalu. Fenomena alam ini dipicu keluarnya partikel bermuatan dari lubang korona matahari dan mengarah ke bumi. 

Badai matahari itu diperkirakan menyerang medan magnet planet yang dilaluinya. Kondisi tersebut diprediksi memicu gangguan geomagnetik kecil di daerah kutub.

Menurut SpaceWeather.com, badai matahari yang dihasilkan bisa menghantam Bumi antara Senin dan Selasa. Prakiraan itu dikeluarkan setelah lubang korona diamati di dekat wilayah khatulistiwa Matahari pada Jumat dini hari lalu.

1 dari 4 halaman

Badai Matahari dan Terbentuknya Aurora

Lubang korona adalah bagian dari atmosfer Matahari yang suhunya jauh lebih dingin daripada area sekitarnya. Hal ini membuat plasma Matahari menjadi kurang padat.

Karena garis-garis magnet di sekitar lubang-lubang ini terbuka lebar, angin besar dari matahari dapat lepas ke luar angkasa dan terkadang menuju Bumi.

" Aliran kecil yang merupakan badai matahari itu mendekati Bumi, badai bisa menyebabkan kekacauan geomagnetik kutub ketika tiba pada 8 atau 9 November. Material gas mengalir dari lubang khatulistiwa di atmosfer Matahari," tulis Space Weather, dikutip dari express.co.uk.

Karena proses tersebut maka akan muncul Aurora yang ada di sekitar lingkaran Samudra Arktik saat indeks K planet mencapai nilai 3 atau 4.

Diketahui, badai matahari diberi peringkat pada skala " G1 Minor" hingga " G5 Extreme" .

2 dari 4 halaman

Jenis Skala Badai

Pada skala yang lebih rendah, badai matahari kecil bisa menyebabkan fluktuasi jaringan listrik yang lemah dan beberapa gangguan pada operasi satelit. Badai lemah juga dikaitkan dengan kemunculan Aurora di lintang tinggi.

Ilustrasi© Dream

Sementara itu, badai ekstrem memiliki potensi merusak jaringan listrik, melumpuhkan komunikasi dan menyebabkan Aurora muncul sejauh selatan Florida dan Texas.

Seelumnya ada badai " G3 Strong" yang baru-baru ini menghantam Bumi, menciptakan aurora merah yang indah di atas langit AS bagian tengah.

Namun, dalam kasus khusus ini, badai matahari diperkirakan tidak akan memicu gangguan nyata selain aurora yang terlihat. Aurora itu disebabkan oleh partikel bermuatan dari Matahari yang memberikan energi pada atom dan molekul gas di atmosfer.

3 dari 4 halaman

Munculnya Bintik Matahari

Ilustrasi© Dream

Perlu diketahui juga, adanya badai ini bertepatan dengan munculnya bintik besar di fotosfer Matahari. Secara resmi bernama bintik matahari AR2895, noda hitam itu diperkirakan lebih besar daripada Bumi.

Bintik matahari adalah daerah sementara di Matahari yang disebabkan oleh apa yang disebut aliran magnet.

Menurut Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa AS (SWPC), bintik matahari sering dikaitkan dengan peristiwa matahari lainnya, termasuk lontaran massa korona (CME), badai radiasi, dan ledakan radio.

" Kelompok bintik matahari terbesar dapat menutupi petak besar permukaan Matahari dan berkali-kali ukuran Bumi," kata peramal cuaca luar angkasa.

4 dari 4 halaman

Suhu Lebih Dingin pada Bintik Matahari

Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA memperlihatkan sebuah gambar menunjukkan menunjukkan dua inti berbeda pada bintik matahari.

" Masing-masing dari dua inti gelap selebar Bumi. Bintik matahari ganda yang tumbuh berderak dengan semburan matahari kelas C, aktivitas yang dapat meningkat jika pembangunan kawasan itu berlangsung cepat," kata Space Weather.

Menurut NASA, bintik matahari akan terlihat lebih gelap daripada bagian Matahari lainnya karena jauh lebih dingin yaitu sekitar 5.500F atau 3037,778 derajat celcius. Bintik matahari itu terbentuk di sekitar area di mana medan magnet sangat kuat, yang mencegah panas dari dalam Matahari mencapai permukaan (beq)

Beri Komentar