Hidup di Jari Kita

Reporter : Wens
Kamis, 20 September 2018 10:41
Hidup di Jari Kita
Dunia mereka benderang karena netizen. Pada dunia digital, jari-jemari kita adalah kehidupan. Selamatkan nyawa.

Dream - Kita mulai saja dengan kisah. Tentang seorang pelaut tangguh. Wahyu Budi Utomo. Dan demi sang istri yang didera penyakit kanker payudara stadium empat, dia berpindah kerja ke darat. Agar bisa sambil merawat sang istri. Mereka tinggal di Sukoharjo. Sebuah daerah di Jawa Tengah, yang kondang dengan pertanian, kerajinan, dan produksi jamu. 

Dan, begitu mudahnya si penyakit ini memutar nasib orang. Dari hidup sentosa, keluarga ini terhempas ke sisi sebalik. Harta benda terkuras. Rumah asri di Gentan Raya dijual. Lalu mereka terlempar ke tepi kuburan. Kontrak sebuah rumah kecil. Persis di pinggir makam. Selesai kepedihan mereka? Belum.

Malah makin buram. Entah karena lelah merawat sang istri, tubuh Wahyu kian hari, kian ringkih. Lalu, suatu ketika dia terkapar dihajar stroke. Sempat dirawat di rumah sakit. Dibawa pulang meski mungkin belum seperti sedia kala.

Pada sebuah kamar kecil, pelaut tangguh yang menjadi tumpuan keluarga itu, berbaring lemah. Sebilik sedipan dengan sang istri. Sama-sama lumpuh. Sama-sama tak berdaya. Sama-sama pasrah pada kehidupan.

Beruntung mereka memiliki Dicky. Si putra kedua. Sudah lulus SMA. Sudah pula diterima Universitas Telkom Bandung. Tapi si anak memilih membenam segenap mimpi. Kuliah dibatalkan. Demi merawat ayah dan ibu. Dan, dia tak pernah jauh. Tidur di kasur lipat. Yang dibentangkan di samping tempat tidur kedua orang tuanya. Saban malam.

Dunia mungkin tidak akan pernah mendengar kisah pilu ini, andai saja kita tidak memiliki seorang netizen bernama Niken Satyawati. Dia tidak sekadar menemukan kepedihan ini, tapi juga menggerakkan jari. Menulis. Lalu, nestapa  keluarga ini bertemu orang banyak. Dan, haruslah kita sebutkan, itulah satu dari sekian banyak berkah dunia digital. 

Pada laman facebooknya, Niken menulis duka lara itu dengan judul: Suami Istri Lumpuh dan Anak yang Berbakti. Ringkasan kisah yang ditulis di sini juga disadur dari laman itu.

Niken adalah bekas tetangga di Gentan Raya itu. Dia menulis setelah menjenguk langsung keluarga nelangsa ini. Dari akun Niken itulah, kisah ini melesat ke jagat media sosial. Diteruskan begitu banyak netizen. Ditulis  media massa. Viral. Lalu, pertolongan berduyun  ke rumah di tepi pekuburan itu.

Dan, bantuan bukan hanya datang dari orang perorang. Unggahan Niken itu, laksana jari tangan yang mengetuk pintu sanubari banyak orang. Juga sejumlah lembaga negara. Palang Merah Indonesia (PMI) di Solo datang membantu. Yayasan Kanker Indonesia berkunjung. Lakukan observasi. Suami istri ini kemudian mendapat perawatan, di Rumah Sakit Moewardi, Solo. Banyak netizen mendoakan. Semoga lekas pulih.

Wahyu, juga sang istri, cuma satu dari sekian banyak kisah serupa. Orang-orang dengan nasib yang tersengal. Lalu, dunia digital memberi mereka jalan bertemu dengan orang-orang yang mengulurkan tangan. Tanpa perlu bertemu muka. Tanpa perlu saling kenal.  

 

2 dari 4 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Detik-Detik Ulama Malang Meninggal Saat Ceramah