Indonesia Rentan Penipuan Iklan Digital

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 8 Agustus 2019 19:02
Indonesia Rentan Penipuan Iklan Digital
Finansial teknologi, e-commerence, dan penyedia gim jadi sasaran.

Dream - Penipuan melalui konten digital berkembang seiring penggunaan teknologi. Mobile Marketing Association (MMA) membeberkan perihal penipuan melalui iklan digital itu, dalam Ad Fraud Brand Safety & Viewability Whitepaper.

Berdasarkan data yang dipaparkan, secara global potensi pengiklan rugi sebesar US$42 miliar pada 2019 atau setara Rp597 triliun. Sementara itu, di Asia Pasifik US$17 juta uang yang hilang dari penipuan iklan atau setara Rp241 miliar. 

Dari data ini, Indonesia menjadi target para penipu periklanan karena skala dan volume belanja iklan yang signifikan.

" Itu survei yang kami lakukan pada Q1 2019. Pengetahuan tentang sistem monitoring dari cara brand mereka ditayangkan di media dan bagaimana penayangan tersebut diukur masih rendah," ujar Country Manager, MMA Indonesia, Shanti Tolani, Kamis, 8 Agustus 2019.

Data maskapai iklan digital, Integral Ad Science (IAS), menyebut ad fraud di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 120 juta tahun ini atau sekitar Rp1,7 triliun.  

Industri yang menjadi target yaitu pemasaran digital dan seluler, e-commerce, fintech, FMCG, dan penyedia gim.

" Dengan demikian, ada kebutuhan untuk meningkatkan transparansi dari mitra media mereka. Hal ini menjadi penting bagi masing-masing pemangku kepentingan pada ekosistem ini untuk mengedukasi dan terus berusaha mengatasi isu itu," ucap dia.

(Sumber: Merdeka.com/Fauzan Jamaluddin)

1 dari 6 halaman

Hati-Hati Modus Penipuan Lowongan Palsu, Pahami Cirinya

Dream – Kejahatan bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk kepada pencari kerja. Penipuan lowongan kerja memang sangat marak terjadi saat ini.

Para penipu tersebut tetap mencari kelengahan dari para pencari kerja yang membutuhkan pekerjaan.

Dikutip dari Karir.com, Kamis 1 Agustus 2019, ada dua modus yang biasa digunakan oleh penipu lowongan kerja. Pertama, penipu akan meminta uang pelatihan.

Kegiatan training atau pelatihan karyawan merupakan sebuah kegiatan yang umum dilakukan perusahaan. Kegiatan ini bertujuan agar karyawan semakin cakap dan kompeten dalam bidang pekerjaannya.

Tetapi hal ini menjadi salah satu modus penipuan lowongan kerja yang ada saat ini. Para pencari kerja biasanya akan dipanggil untuk melakukan interview. Setelah proses interview dilakukan maka penipu ini akan menginformasikan bahwa mereka lolos dengan syarat harus membayar sejumlah uang.

Alasannya uang tersebut akan digunakan untuk melakukan pelatihan kerja dan bersifat wajib. Bagi yang membayar mereka memang akan di training untuk melakukan beberapa pekerjaan yang jauh berbeda dengan yang dijanjikan.

2 dari 6 halaman

Bayar Tiket Perjalanan

Salah satu modus lainnya yang sering terjadi adalah penipuan dengan menggunakan travel. Para penipu biasanya akan mengundang pencari kerja untuk melakukan interview di lokasi yang jaraknya cukup jauh dari lokasi pelamar.

Melalui surat yang dikirim, para penipu tersebut menginformasikan bahwa pelamar wajib untuk menggunakan travel yang sudah dipilih. Selain itu mereka juga biasanya akan berdalih untuk mengganti uang tersebut di tempat tujuan.

Para korban yang tertipu biasanya tidak mendapatkan tiket yang mereka pesan. Begitupun dengan uang penggantian yang dijanjikan sama sekali tidak pernah ada.

Kamu harus berhati-hati, ya, Sahabat Dream.

3 dari 6 halaman

Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja Palsu

1. Ada Pungutan atau Biaya yang Tidak Jelas

Jika mendapati sebuah perusahaan mewajibkan kamu membayar untuk sebuah tahap rekrutmen, sudah dipastikan itu adalah penipuan. Jangan terlalu percaya dengan ancaman dan ucapan perusahaan semacam ini karena jelas-jelas mereka akan merugikanmu.

Dalam sebuah proses rekrutmen, seluruh biaya yang timbul merupakan beban dari perusahaan. Tidak seharusnya perusahaan membebankan biaya tersebut kepada kandidat.

2. Identitas Perusahaan Tidak Jelas

Pastikan identitas perusahaan bisa mudah diketahui. Mulai dari alamat, nomor kontak hingga alamat email. Cobalah untuk memeriksanya melalui internet atau social media sebelum mendatangi tempat interview.

4 dari 6 halaman

Menggunakan Web Domain Gratis

3. Menggunakan Domain Web Gratis

Salah satu ciri yang sangat khas adalah dengan menggunakan alamat email dengan domain gratis seperti Gmail atau Yahoo. Jika mendapatkan email panggilan kerja seperti ini, jangan terlalu senang dulu, ya.

4. Tawaran Terlalu Menggiurkan

Tawaran dari perusahaan penipu biasanya sangat menggiurkan dengan iming-iming gaji besar untuk sebuah posisi. Agar kamu tidak terjebak, cobalah untuk membandingkan gaji untuk sebuah posisi di perusahaan.

5 dari 6 halaman

Deskripsi Pekerjaan Tak Jelas

5. Deskripsi Pekerjaan Tidak Jelas

Selain menawarkan gaji yang besar, perusahaan penipu juga tidak menjelaskan dengan detail pekerjaan yang akan dilakukan. Jika mendapatkan telepon undangan interview, usahakan agar kamu mengetahui lowongan kerja apa yang sebenarnya mereka tawarkan.

6. Dibuat Terburu-buru Memutuskan Suatu Hal

Kebiasaan yang sering muncul adalah perekrut biasanya akan membuat Anda terburu-buru memutuskan suatu hal. Mereka akan berusaha mendesak kamu agar mau mengikuti permintaan mereka dengan berbagai alasan seperti sudah ada kandidat lain. 

6 dari 6 halaman

Berlebihan dan Diterima Tanpa Syarat

7. Terlalu Berlebihan

Agar nampak meyakinkan calon korban, beberapa penipu berusaha sangat keras untuk terlihat bahwa mereka tidak menipu. Bahkan sampai mencantumkan materai di dalam surat panggilan yang mereka kirim.

Contoh lainnya yang bisa kita lihat adalah penggunaan logo perusahaan yang berlebihan dalam satu surat.

8. Diterima Bekerja Tanpa Syarat

Jika mendapatkan undangan interview yang menjanjikan pekerjaan tanpa syarat khusus, kamu harus waspada. Cara ini biasanya juga menjadi salah satu modus untuk menarik kandidat untuk datang ke tempat penipuan.

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting