Ilmuwan Meyakini Ada Megastruktur Super-Canggih Alien

Reporter : Arini Saadah
Senin, 13 Juli 2020 10:47
Ilmuwan Meyakini Ada Megastruktur Super-Canggih Alien
Peradaban Alien super canggih yang bertahan selama jutaan tahun itu cepat atau lambat akan menghadapi ancaman bencana kosmik seperti supernova atau lubang hitam.

Dream - Menurut para ilmuwan, Alien dapat menggeser bintang yang melintasi galaksi untuk menghindari bencana kosmik. Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Universitas Yale.

Mereka memperkirakan adanya sebuah peradaban yang jauh lebih maju daripada zaman di bumi. Sebab peradaban itu dapat membuat bulan buatan untuk menyeret bintang induknya melintasi galaksi.

Akan tetapi, diperkirakan peradaban Alien super-canggih yang bertahan selama jutaan tahun itu, cepat atau lambat akan menghadapi ancaman bencana kosmik seperti supernova atau lubang hitam.

Melansir dari Daily Star, inilah ulasan tentang megastruktur yang secara menakjubkan diciptakan oleh mereka, yang memiliki peradaban super canggih yang disebut Alien: 

1 dari 5 halaman

Usaha Menghindari Lubang Hitam

Ilustrasi© Pixabay

Seorang ilmuwan Amerika berpikir, manusia kemungkinan bisa menemukan peradaban super tersebut menggunakan teknologi canggih. Tujuannya, untuk menghindari ancaman kosmik tersebut.

Alexander Svoronos dari Universitas Yale mengatakan, sebuah mesin kolosal yang dinamakan ‘Tarikan Bintang’ dapat digunakan untuk memindahkan seluruh tata surya yang melintasi galaksi.

Menurutnya, ini merupakan megastruktur yang dapat digunakan para alien untuk memindahkan gugus bintang yang dekat dengan lubang hitam supaya bisa menghindarinya.

“ Ini adalah megastruktur yang dapat digunakan untuk memindahkan seluruh sistem bintang, jika sistem bintang mereka berada di dekat supernova, mereka mungkin ingin mencoba menghindarinya,” kata Svoronos.

2 dari 5 halaman

Mempercepat Gerakan Tata Surya

Ilustrasi© Pixabay

Megastruktur itu, lanjut Svoronos, kemungkinan 20 persen dari lokasi bulan dapat ditempatkan beberapa ribu mil dari bintang.

Lalu mesin itu digunakan untuk menyeret bintang pada kecepatan yang meningkat menggunakan tarikan gravitasi. Gaya dorong itu disebabkan oleh bahan dari bintang itu sendiri.

Ia menunjukkan sebuah teori, suatu sistem jenis ini bisa mempercepat gerakan tata surya menjadi 0,1 persen kecepatan cahaya.

Jadi hanya di bawah 700.000 mph selama 5000 tahun. Akhirnya mencapai 10 persen dari kecepatan kekuatan selama 38 juta tahun.

Rentang waktu sepanjang itu tampaknya sulit untuk dibayangkan oleh manusia. Sebuah peradaban super canggih yang dibayangkan Svoronos secara abadi dan efektif harus berurusan dengan proses jangka Panjang.

3 dari 5 halaman

Keluar dari Galaksi Induk

Ilustrasi© Pixabay

Svoronos telah membayangkan rencana jangka Panjang yang luar biasa. Bahkan ia memprediksi peradaban super canggih bahkan bisa memindahkan tata surya mereka keluar dari galaksi induknya sekaligus.

“ Selama ratusan juta tahun anda bisa berekspansi ke galaksi lain,” ucap Svoronos.

Sepanjang perjalanan luar angkasa tersebut ia menyarankan sebuah koloni dapat dibentuk pada sistem bintang yang tampak menjanjikan ketika dilewati.

4 dari 5 halaman

Klasifikasi Peradaban Super Canggih

Ilustrasi© Pixabay

Skala Kardashev, sebuah teori yang diusulkan oleh astronom Uni Soviet Nikolai Kardashev pada tahun 1964, mengklasifikasikan peradaban berdasarkan penggunaan daya mereka.

Peradaban Tipe 1 dalam skala Kardashev, berlokasi sedikit di depan tempat umat manusia hidup saat ini – dapat menggunakan dan menyimpan semua energi yang tersedia di planet tersebut.

Peradaban Tipe 2, sering disebut sebagai peradaban bintang, dapat menggunakan dan mengendalikan semua energi bintang induknya. Untuk membuat tarikan bintang seperti yang digambarkan Svoronos tadi, sebuah peradaban setidaknya harus berada pada level Tipe 2 ini.

Kemudian Tipe 3 peradaban pada skala ini berpotensi dapat memfungsikan energi dari seluruh galaksi.

5 dari 5 halaman

Identifikasi Peradaban Sebelum Manusia

Ilustrasi© Pixabay

Sebagian besar bintang yang telah diteliti berputar di sekitar galaksi dengan arah yang sama, namun tidak semuanya.

Anders Sandberg dari Future of Humanity Institute, Universitas Oxford, berasumsi bahwa bintang-bintang yang tidak sama itu merupakan pengecualian yang terjadi secara alamiah.

“ Namun jika kamu melihat bintang lebih banyak yang tidak teratur, mungkin itu adalah tanda sebuah keanehan sedang terjadi,” katanya.

Sementara itu Svoronos mengatakan, dengan mengawasi gerak anomali dari bintang-bintang yang jauh maka dapat diidentifikasi peradaban yang sudah berabad-abad lebih dulu ada sebelum manusia.

Beri Komentar