Penampakan Mengerikan Ledakan Suar Matahari Terbesar di Hari Hallowen, NASA Sebut Lebih Menyeramkan dari Hantu

Reporter : Arini Saadah
Senin, 1 November 2021 14:47
Penampakan Mengerikan Ledakan Suar Matahari Terbesar di Hari Hallowen, NASA Sebut Lebih Menyeramkan dari Hantu
Suar matahari X1, yang meledak pada hari Kamis dari bintik matahari di pusat bawah matahari, yang langsung menghadap ke Bumi.

Dream - Baru-baru rekaman video yang diambil NASA dari satelit ruang angkasa memperlihatkan fenomena alam mengerikan dari matahari. Satelit tersebut mengamati ledakan suar matahari terbesar yang sampai ke bumi sebelum peringatan Halloween kemarin, 31 Oktober 2021.

Dilansir dari laman space.com, video yang diambil oleh Solar Dynamics Orbiter NASA, menunjukkan pemandangan dari dekat suar api matahari yang meledak antara Senin dan Kamis (25-28 Oktober). Puncaknya adalah badai besar matahari kelas X1 yang dapat memperkuat cahaya utara Bumi. Fenomena itu terlihat selama akhir pekan Halloween kemarin.

Berdasarkan video tersebut, NASA menjelaskan suar matahari itu sangat cepat sekali diibaratkan seperti lebih cepat dari kibasan ekor kucing.

" Lebih terang dari hantu yang berkilauan, lebih cepat dari kibasan ekor kucing hitam, matahari memberikan mantra ke arah kita, tepat pada waktunya untuk Halloween," tulis dalam deskripsi video.

1 dari 3 halaman

Badai Matahari Paling Kuat

Video yang dibagikan oleh NASA itu diawalai dengan serangkaian ledakan suar matahari pada hari Senin, berasal dari daerah aktif di sisi kiri (atau sisi) matahari yang tampak berkedip dengan serangkaian suar kecil dan letusan seperti kelopak bahan matahari.

Mungkin yang lebih mengesankan adalah suar matahari X1, yang meledak pada hari Kamis. Ledakan berasal dari bintik matahari di pusat bawah matahari, yang langsung menghadap ke Bumi. Suar kelas X adalah jenis badai matahari terkuat yang dimiliki matahari.

" Suar matahari adalah semburan radiasi yang kuat. Radiasi berbahaya dari suar tidak dapat melewati atmosfer bumi untuk secara fisik mempengaruhi manusia di tanah, namun - ketika cukup intens - radiasi ini dapat mengganggu atmosfer di lapisan tempat sinyal GPS dan komunikasi bergerak," bunyi keterangan NASA dalam deskripsi video.

2 dari 3 halaman

Terjadi Aurora di Bumi

Sebagai informasi, Solar Dynamics Orbiter merupakan bagian dari armada pesawat ruang angkasa yang terus-menerus melacak cuaca matahari, salah satunya badai tersebut.

Suar yang tampak pada hari Kamis disertai dengan badai radiasi dan ledakan besar matahari, yang disebut lontaran massa koronal. Ledakan itu melemparkan partikel matahari bermuatan ke luar dengan kecepatan lebih dari 2,5 juta mph (4 juta kph).

Partikel-partikel itu akan mencapai Bumi pada akhir pekan ini dan dapat mengisi aurora planet ini, yang juga dikenal sebagai cahaya utara dan selatan.

Aurora di bumi terjadi ketika partikel bermuatan dari matahari berinteraksi dengan atmosfer bagian atas, menyebabkan cahaya yang sangat halus. Medan magnet bumi menyalurkan partikel-partikel ini ke daerah kutub, sehingga mereka biasanya terlihat di lintang utara yang tinggi di belahan bumi kita.

3 dari 3 halaman

Tak Terlihat karena Polusi Cahaya

Menurut ilmuwan NASA, partikel tambahan dari badai matahari pada hari Kamis itu dapat memperkuat aurora untuk membuatnya terlihat lebih jauh ke selatan, mungkin jauh berada di selatan New York, Idaho, Illinois, Oregon, Maryland dan Nevada.

AKan tetapi tentu akan sulit untuk melihat aurora jika kalian tinggal di dekat lampu kota. Sebab lampu kota merupakan polusi cahaya yang dapat menghilangkan cahayanya dari aurora.

Sementara cahaya aurora tidak akan tampak jelas seperti yang terlihat di garis lintang tinggi atau oleh astronot di luar angkasa.

Penasaran seperti apa penampakan saat ledakan suar matahari? Simak videonya dari link berikut ini.

Beri Komentar