Ramai-Ramai Pakai Aplikasi Wajah Tua Face App, Amankah?

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 18 Juli 2019 13:48
Ramai-Ramai Pakai Aplikasi Wajah Tua Face App, Amankah?
Kekhawatiran data personal diambil pengembang aplikasi.

Dream - Pengguna Istagram ramai-ramai mengunggah foto perbandingan wajah tua dan muda. Umumnya para pemilik foto itu menggunakan aplikasi FaceApp.

Aplikasi lama ini muncul kembali setelah taggar Face App Challenge menggema di media sosial. Penggunaannya makin intensif ketika sejumlah selebritas Tanah Air mengunggah foto wajahnya ketika telah menua.

Namun, di tengah hiruk-pikuk FaceApp, muncul kontroversi di balik penggunaan aplikasi ini. Menurut laman BuzzFeed, Senator Amerika Serikat, Chuck Schumer, memanggil FBI dan Komisi Dagang Federal AS untuk menginvestigasi aplikasi ini.

Dia menduga aplikasi buatan Rusia ini mengumpulkan data personal pengguna. " Jutaan warga Amerika mengunggah data personalnya ke FaceApp yang mungkin berpindah tangan ke pemerintah Russia," tulis Chuck.

1 dari 6 halaman

Jawaban FaceApp

Menurut Chuck, tiap pengguna dimintai persetujuan memberikan foto dan data mereka ke pembuat aplikasi.

" Akan sangat mengganggu jika informasi pribadi warga AS diberikan kepada kekuatan cyber asing yang bermusuhan aktif dengan AS," kata dia.

FaceApp menjawab ketakutan tersebut. Mereka mengatakan foto pengguna kemungkinan akan diunggah di jaringan komputasi awan dalam periode tertentu.

FaceApp berdalih, kebijakan tersebut dilakukan demi kinerja dan trafik aplikasi. Serta membuat pengguna tidak berulang mengunggah foto yang sama untuk pengeditan foto lain.

" Kebanyakan gambar dihapus dari server kami dalam 48 jam dari pertama kali diunggah," kata FaceApp, dilansir laman Tech Crunch, Kamis 18 Juli 2019.

 

2 dari 6 halaman

Survei: Ini 5 Aplikasi Favorit Milenial Indonesia

Dream - Generasi milenial memiliki peran penting bagi perkembangan dunia digital. Mereka tergolong sangat aktif menggunakan teknologi untuk menunjang aktivitas.

Jumlah generasi milenial Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai 34 persen dari total penduduk. Pemakaian internet mereka terbilang sangat tinggi dengan rata-rata enam jam per hari.

Salah satu layanan digital yang paling banyak dikonsumsi adalah e-commerce. Berdasarkan hasil survei Alvara, ada lima jenis e-commerce terlaris di kalangan milenial.

Aplikasi transportasi merupakan layanan yang paling banyak diminati milenial. Di kategori ini, Gojek lebih banyak digunakan oleh 70,4 persen responden dibandingkan Grab yang hanya 45,7 persen.

" Sebanyak tiga dari sepuluh milenial pasti menggunakan transportasi online dalam satu minggu. Kemudian satu dari tiga pasti memakainya lebih dari sekali," ungkap Hasanuddin Ali, CEO dan Founder Alvara Research, di Jakarta, Selasa 9 Juli 2019.

Pada kategori pesan-antar makanan, Go-Food kembali mendominasi sebesar 71,7 persen dibandingkan GrabFood 39,9 persen. Hal ini juga terjadi pada kategori aplikasi pembayaran digital.

" Brand awareness GoPay mencapai 100 persen dan 67 persen lebih banyak digunakan oleh responden. Rata-rata mereka melakukan transaksi online Rp100 ribu-Rp200 ribu per transaksi," papar Hasan.

3 dari 6 halaman

Aplikasi Belanja dan Traveling

 Alvara

Namun sayangnya, aplikasi belanja masih didominasi oleh platform luar negeri seperti Lazada (47,9 persen) dan Shopee (32,2 persen). Disusul oleh aplikasi Tanah Air yaitu Tokopedia (15,4 persen) dan Bukalapak (14,4 persen).

Untuk kategori pemesanan hotel dan tiket, Indonesia kembali unggul dengan skor Traveloka sebesar 79 persen.

" Bagi milenial, traveling kini sudah menjadi kebutuhan primer. Bukan hanya untuk liburan tapi hanya sekadar eksis di sosial media," pungkasnya.

4 dari 6 halaman

Hore! LinkAja Bisa Dipakai Transaksi di Aplikasi GOJEK

Dream – LinkAja, platform keuangan digital milik PT Platform Karya Nusantara bergerak cepat untuk menggapai konsumen lebih banyak. LinkAja menggandeng perusahaan transportasi online terbesar, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia).

Dengan kerjasama ini, pengguna Gojek kini bisa membayar transaksi menggunakan LinkAja di aplikasi besutan Nadiem Makariem tersebut. 

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 8 Juli 2019, fitur LinkAja bisa digunakan untuk melengkapi fitur pembayaran non tunai, yaitu Go-Pay. Dijadwalkan fitur tersebut akan mulai tersedia di aplikasi GOJEK pada tahun ini.

“ Kami menyambut positif kehadiran LinkAja di dalam platform GOJEK,” kata President GOJEK, Andre Soelistyo, di Jakarta.

Andre optimistis kerja sama dengan pihak yang bermisi sama bisa memperbanyak masyarakat yang akan merasakan dampak positifnya.

“ Komitmen ‘Dari Indonesia untuk Indonesia’ yang dibawa oleh LinkAja menjadikannya rekan kolaborasi yang strategis dan satu tujuan bagi kami,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Dukung Gerakan Nasional Non Tunai

Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata, mengatakan LinkAja mengusung misi yang sama dengan GOJEK dan Go-Pay, yaitu mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT). Kehadiran layanan keuangan ini juga memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat Indonesia tentang manfaat pembayaran non tunai.

“ Kami yakin kolaborasi ekosistem GOJEK dan LinkAja dapat mempercepat adopsi non-tunai di Indonesia, terutama di lapisan masyarakat yang belum pernah tersentuh jasa keuangan formal,” kata Budi.

Dia mengatakan kerja sama dengan LinkAja bisa mengedukasi masyarakat yang masih bergantung kepada uang tunai tentang manfaat dan potensi non tunai.

6 dari 6 halaman

Berikan Akses Layanan Keuangan yang Efisien

CEO LinkAja, Danu Wicaksana, mengatakan perusahaan berharap LinkAja bisa memberikan akses layanan keuangan yang efisien kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Plus, meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia hingga 75 persen pada akhir 2019.

“ Kami pun menyambut baik kerja sama dengan GOJEK untuk memperkaya fitur dan kegunaan LinkAja kepada para pengguna,” kata Danu.

Andre menambahkan GOJEK dan Go-Pay akan terbuka dengan kolaborasi yang bertujuan positif kepada masyarakat luas serta membangun ekonomi Indonesia dari piramida terbawah.

“ Kami berharap bahwa melalui kerja sama ini, pengguna GOJEK jadi memiliki lebih banyak pilihan pembayaran dan masyarakat pun bisa semakin nyaman dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari,” kata dia.

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri